You Should Be Me

You Should Be Me
103



"iya, kenalan saja, gak sampai ngajak serius kok, tapi ada lah beberapa ngajak serius cuma nuna nya gak mau"


"oh ya? kenapa?"


"emm, belum siap kata nuna buat serius"


Boseo menjelaskan semua hal dalam diri Yuhan yang dilakukan bersama Namjoon itu seolah pertanda nyata Yuhan benar benar serius kepada Yuhan


semakin yakin ketika Boseo mencoba menanyakan beberapa hal kecil kepada Namjoon


"aku tanya, kamu jawab saja berdasarkan pengalaman mu selama bersama nuna"


"oh apa?"


"nuna kalau lagi jalan denganmu, apa dia mau menuruti kamu?" tanya Boseo


"mau"


"nuna kalau lagi sama kamu, dilarang melihat hewan di jalanan, apalagi hewan buas, menurutimu?"


"menuruti"


"nuna juga kalau kamu bilang tidak, apa dia tidak melawan mu atau melawan?"


"tidak melawan sih"


"setiap kamu bicara dia dengar dan melakukan apa yang kamu minta?"


"iya, meskipun kadang kadang mengomel tanpa henti"


"tapi akhirnya...?"


"menurutiku sih"


"misalkan kamu gak boleh ini gak boleh itu, harus ini harus itu, gimana nuna?"


"nurut kok"


"sekali saja pernah meminta sesuatu tapi kamu larang?"


"pernah tapi akhirnya diam"


semua pertanyaan Boseo mengarah kepada kebiasaan Yuhan dulu bersama mantan mantannya


tapi jawabannya malah membuat Boseo yakin Yuhan serius kali ini karna Yuhan tidak pernah mau melakukan semua itu tapi bersama Namjoon ia lakukan


"ahh fiks" jawab Boseo


"fiks? apa nya?" tanya Namjoon kaget


"fiks nuna serius kepadamu, kurasa kamu perlu melamarnya lebih cepat" kata Boseo


"ahh, itu terlalu mendadak sih, nanti malah ditolak malah minta putus pula" kata Namjoon


Boseo menjelaskan jika semua pertanyaan dari Boseo tadi, semua adalah jawaban bukti bahwa Yuhan berbeda dengan Namjoon


Boseo terang terangan mengatakan bagaimana Yuhan akan meninggalkan pria itu hanya karna ia tidak mau menikah dengan orang yang kurang tepat menurut Yuhan


"tuh kan, nanti bagaimana kalau aku bilang tapi dia tidak mau menikah denganku malah meninggalkanku?" ucap Namjoon


"dari semua jawabanmu aku yakin nuna tidak akan menolak atau meninggalkanmu, percayalah"


"tapi aku ragu"


"ya harus yakin lah, serius tidak kamu sama nuna ku loh"


"ya serius"


intinya Boseo mengatakan semua jawaban Namjoon bukti bahwa harusnya Namjoon memberanikan diri melamar Yuhan menjadi tunangan setidaknya bukan lagi pacar


karna bagi Boseo, Yuhan melakukan semua hal yang tidak mungkin Yuhan akan mau lakukan hanya karna mencintai seorang pria tapi sekarang ia melakukannya semua


mendengar itu Namjoon semakin yakin akan melamar untuk bertunangan saja dengan Yuhan, toh kedua belah pihak dari keluarga masing masing sudah sama sama kenal dan dekat


"jadi bagaimana menurutmu ini?" tanya Namjoon


"loh, ya terserah kamu lah"


"lah tadi kasih aku masukan itu, bertunangan saja"


"ya masukan, kalau kamu gak mau gak masalah"


"mau banget aku, lebih dari itu juga mau, serius ke pernikahan malah mau, tapi belum keburu kesana sih mengingat banyak kerjaanku" jawab Namjoon


"yaa.. lamar aja dulu, lamaran pertunangan kan bisa diam diam, keluarga inti bertemu"


"kamu mendukungku kan melamar Yuhan?"


"banget lah, mendengar penjelasan mu, nuna serius sekali ini padamu, kesempatan kapan lagi mau datang kan?"


"melamar.. hemm.. butuh apa saja melamar orang?"


"apa ya? ya setahumu saja lah bagaimana"


"masak kalah dengan ku"


"kalah? gimana maksudnya?"


"kalah lah, aku saja sudah bertunangan dengan Naryu, jadi aku tidak berpacaran ini dengan Naryu"


"ahh serius?"


tapi tiba tiba dua gadis itu keluar menyapa dua pria disana


"membahas melamar siapa maksud mu?" tanya Yuhan pada Boseo


"melamar? siapa?" tanya Boseo


"tadi aku sempat dengar membahas lamar lamar, ya kan? aku tau kok"


"tau apa nuna, aku bahas sama dia soal aku"


"soal kamu apa, melamar apa?"


"emm Yuhan nuna, aku sudah melamar Naryu kepada keluarganya kok, kami sudah bertunangan" jawab Boseo


"wooh? serius?" tanya Yuhan


"iya, tanyakan saja kepada Naryu" kata Boseo


Naryu menjelaskan memang benar Boseo sudah melamar nya didepan ayah ibu Naryu bahkan membawa ayah ibunya sayangnya tidak membawa Yuhan


Yuhan tidak tau semua dan tidak ada yang mengabarinya karna Yuhan tengah di jepang urusan pekerjaan


takutnya malah ganggu kegiatan Yuhan di jepang dan membuat kerjaannya jadi berantakan, jadi mengabarinya sepakat antara Hongjuan, Yangsi dan Boseo nanti sepulang dari jepang


"ahh serius kalian ini jadi bukan pacaran lagi?" tanya Yuhan


"bukan lah, tapi sudah bertunangan, ini cincinnya" kata Boseo


mendengar itu juga Namjoon kaget tapi bingung juga karna pembahasan tadi bukan kearah pertunangan antara Boseo dan Naryu tapi malah lamaran Namjoon untuk Yuhan


tapi bingung juga apa Boseo tengah mengalihkan pembicaraan mereka dengan alasan itu atau memang benar bertunangan


"serius napa eh, ayo serius Bo.. Naryu.." ucap Yuhan


"yeeh gak percaya dia, padahal itu yang jelasin jelas bukan aku, tapi Naryu ya, apalagi aku" kata Boseo


"beneran eoni" jawab Naryu


"telfon saja mam, tanyakan saja" kata Boseo


"ehh ngapain, tidak usah lah, mendingan langsung datang saja, sekalian ini aku mau antarkan bawaan ku oleh oleh buat mereka juga sih"


"oh mau kesana juga?" tanya Boseo


"iyaa kesana, sekalian deh, tapi agak sorean deh, ini udah siang, belum ke tempat janjian ama Jiwook dan Hyuni"


"loh mau ketemuan juga sama mereka?" tanya Naryu


"iya, kasih kado itu, aku bawain juga buat mereka malah lebih banyak dan spesial"


setelah dari sana, Yuhan berpamitan lanjut pergi bersama Namjoon dan Boseo


"ayo, kita lanjut" kata Yuhan


"ahh, nuna, aku disini dulu" kata Boseo


"loh, kenapa? kan kamu perginya sama aku, pakai mobil Nam?"


"iyaa tapi aku diantar Naryu saja nanti, kalian saja pergi dulu"


"ohh gitu? yaudah ditinggal ini ya?" ucap Yuhan


tapi Boseo minta tinggal saja dirumah Naryu, biar nanti balik bersama Naryu saja ke kantornya lagi


sementara Yuhan dan Namjoon pergi berdua lagi dan menuju ke cafe dekat rumah Hyuni, tempat janjian Yuhan juga bersama Jiwook


setelah sampai...


mengobrol beberapa hal bahkan sampai akan pulang pun Yuhan tidak mengenalkan Namjoon sebagai pacarnya


"emm Yuhan, sejak tadi kita mengobrol, kupikir kamu mau kenalkan dia loh" kata Jiwook berbisik


"iya, mana diam saja, dia siapa?" tanya Hyuni


"ahh temanku, dia teman ku kok, Nam namanya"


"ahh, Nam ini yang waktu itu ketemuan kan sama kita?" tanya Hyuni


"nah" jawab Jiwook mengingatkannya


"oh dia, iya iya, habisan lupa, dulu pernah ketemu tapi lupa" kata Jiwook


jadi Hyuni dan Jiwook tidak pernah tau siapa pria bersama Yuhan itu meskipun sudah dua kalinya ini bertemu