You Should Be Me

You Should Be Me
168



baru saat adiknya keluar, kakaknya menginterogasi adiknya siapa yang ia bawa


Heechul menjelaskan seada adanya siapa Yuhan, bagaimana bisa ia bawa kemarin, apa hubungan mereka dan lainnya


karna penasaran, jadi kakak perempuan Heechul masuk kamar adiknya diam diam saat Heechul menumpang kamar mandi di kamarnya


kakak perempuan Heechul melihat bagaimana sosok gadis itu..


"waah bahaya sih, amma mungkin tidak melihat dengan jelas bagaimana gadis ini" gerutunya pelan


kakak perempuan Heechul itu kaget karna ia mengira gadis dibawa oleh Heechul itu adalah gadis dibawa umur karna terlihat wajahnya terlihat sangat muda, kulitnya masih sangat halus, badannya juga tidak begitu tinggi


setelah tengah malam nya, Heechul sering melihat Yuhan untuk memastikan Yuhan masih aman tidur di ranjangnya


ia terlalu senang melihat Yuhan ada dikamarnya, kamar yang ditiduri oleh seorang gadis dan gadis yang disukainya pula


dimana bahkan pacarnya saja tidak pernah tau bagaimana kamar Heechul, dan main kerumah orang tua Heechul saja bisa dihitung jari selama berpacaran


Heechul ternyata memiliki pacar, tapi ia tidak mengatakan punya didepan Yuhan, toh Yuhan juga tidak tanya


tapi Yuhan tidak tanya karna Yuhan tau Heechul ada pacar karna kan tim secret work nya ada yang khusus pengawasan super junior dan selalu laporan kepada Yuhan sebelum mengepost berita didapatkannya


semalaman Yuhan tidur di kamar dan kasur Heechul, Heechul tidur di depan televisi saja karna tidak enak tidur di kamar sama dengan Yuhan


setelah pagi bangun, Yuhan bangun dan kaget melihat disekitarnya merasa asing


baru juga Yuhan bangun, Heechul juga sudah bangun lebih duluan sebelum Yuhan, beberapa kali Heechul melihat ke kamarnya untuk melihat Yuhan tapi selalu masih tidur dan sekarang pas sekali dengan Yuhan terbangun


"oppa, aku dimana?" tanya Yuhan


"dirumahku, kamu semalam pingsan"


"aku tau pingsan tapi kok dibawa kesini?"


"ya kan aku gak tau rumah kamu masih, kamu juga gak ada bilang keburu pingsan"


"ahh, astaga, maafkan aku ya, jadi merepotkan"


"tidak, aku yang merasa bersalah karna semalam kamu kedinginan aku nya gak ngerti"


"iya gakpapa kok"


"kamu gak bisa dingin kah?"


"bisa saja sih, tapi semalam kerasa dingiiiin sekali"


"aduh aku akan terus merasa bersalah sih ini"


"gakpapa gakpapa, eh tapi aku tidur disini, ini kamar siapa?" tanya Yuhan


"kamar aku"


"jadi ini kamar kamu?" tanya Yuhan kaget


"iya, ehh tapi jangan salah paham ya Yuhan, aku tidak melakukan apapun kok selama kamu tidur disini selama pingsan"


"bukan itu, maksudnya aku kesini, tidur disini, apa orang rumah kamu tidak tau? takutnya ada yang tau malah salah paham kamu tidurkan aku disini"


"ada kok, dirumah ku ada ayah dan ibuku dan juga ada nuna"


"aduh, malu nya aku, maafin aku ya jadi merepotkan sekali pasti"


"gakpapa kok Yuhan"


"emm eh iya aku mau pinjam toilet boleh kan?"


"oh boleh, tapi toilet kamarku rusak, ke toilet luar saja gakpapa ya"


"kok gitu?"


"iya rusak saluran airnya, masih nanti dibenerin sama appa, aku pinjam toilet nuna ku"


"ahh"


"yaudah aku antarkan toilet luar saja, gak apa apa kok, sekalian apa mau mandi"


"jangan ah, tidak enak"


"tidak enak kenapa?"


"yaa tidak enak masak mandi dirumah orang"


"kan dirumahku, aku temanmu"


"iya gak enak, jangan lah"


"oh yasudah"


Yuhan pun keluar dari toilet dan menyapa Heechul, mereka akan kembali kekamar Heechul tapi bertemu dengan ibu Heechul


"Heechul, amma sudah siapkan makan buat kalian sarapan" kata ibunya


"ya amma"


Yuhan menyapa ibu Heechul dengan ramah nya dan tersenyum begitu lebar


ibu Heechul membalas sapaan Yuhan juga tapi merasa aneh karna baru melihat Yuhan ketika terbangun, seperti anak masih kecil, ibu Heechul berpikir anaknya bahaya sampai memacari gadis dibawah umur


"eh, ini yang..." kata ibunya kearah Heechul


"iya ma, ini teman yang semalam Heechul bawa"


"masak sih, kok beda?"


"beda apa ma, sama lah ma, amma ih gak ada beda, ini Yuhan"


"iya bi, saya Yuhan, semalam pingsan kedinginan jadi dibawa kesini karna Heechul oppa tidak tau alamat saya, maafkan saya ya bi jadi merepotkan semua" kata Yuhan


"eh tidak nak, bukan itu, cuma bibi kaget saja baru lihat kamu"


"kenapa ma?" tanya Heechul


ibu Heechul menarik Heechul sedikit menjauh dari Yuhan


"gadis itu dibawa umur ya?" tanya ibunya dengan nada pelan


"bukaaan ma, amma jangan sembarangan ih, masak aku mau bawa anak dibawa umur?"


"umur berapa dia?"


"dibawah ku dia masih, sekarang usia dia saja 20an masih kok, 26 apa 27, sekitar itu"


"serius, kok terlihat masih sekolah"


"sekolah apa amma ih"


"iya beneran, masih sekolah, SMP gitu, kaya anak SMP"


"gak lah, badannya emang kecil"


"wajahnya juga"


"wajahnya juga tapi apa amma tidak lihat itu make up nya tebal?"


"iya juga sih"


"sudah lah ma, amma ada ada saja, di meja makan sudah siap makan?"


"sudah, sudah sana"


"amma, appa, nuna gak makan?"


"sudah, appa mu mau berangkat, nuna mu masih tidur, biarin dia siang kok bangunnya"


"ahh"


Heechul pergi mengajak Yuhan makan dulu, tadinya menolak karna tidak enak terlalu banyak membuat kerepotan tapi ibu Heechul memaksa agar makan saja


Yuhan pun makan, di meja makan bersama Heechul berdua, disana Yuhan masih menjaga sikapnya karna malu meskipun hanya berdua dengan Heechul tapi dia dirumah itu ada orang tua Heechul, canggung jadinya mau bersikap bagaimana


saat tengah makan, ayah Heechul akan pergi tapi ingin melihat Heechul dan gadis semalam dibawanya karna kata istrinya mereka berdua tengah makan


saat melihat, ekspresi ayahnya sama dengan ekspresi ibunya tadi, kaget, melihat Yuhan seperti anak kecil, yaa.. malah ayahnya mengira Yuhan masih sekolah dasar


"Heechul.." sapa ayahnya


"appa?" sapa Heechul kaget


Yuhan pun ikut berhenti makan, dan berdiri untuk menyapa ayah Heechul


tapi beda nya ayah dan ibu Heechul, jika ibunya tadi menanyakan soal usia Yuhan hanya pada Heechul dan sedikit menjauh dari Yuhan tapi ayah Heechul malah bertanya nya di depan Yuhan


"dia yang teman kamu semalam?" tanya ayahnya


"iya pa, kenapa pa?" tanya balik Heechul


"ahhh" jawab ayahnya bingung juga aneh


"iya pa, ini Yuhan pa" kata Hechul


"salam kenal paman, saya Yuhan" sapa Yuhan


"salam kenal Yuhan, saya appa nya Heechul"