You Should Be Me

You Should Be Me
122



Yuhan kembali terdiam, membahas kantor agencinya, ia ragu dan tidak mau membahas ini pada Namjoon, soal kedatangan Hyohoon


ia tidak mau Namjoon tau masa lalu nya bersama Hyohoon, padahal harusnya cerita saja, biar Namjoon tau dan mungkin bisa membantu Yuhan untuk solusinya tapi Yuhan belum siap menjelaskannya


sampai 30menit malah mereka berpelukan sambil mengobrol


"sudah ayo, ini masuk makan siang Nam, kamu belum makan pagi" kata Yuhan


"iya sayang, aku pergi ke toilet dulu"


"yaa, aku siapkan makan nya"


Yuhan menyiapkan makan lagi, cukup banyak agar Namjoon bisa makan banyak, mereka makan bersama tapi tidak di meja makan


karna mereka membawa makanan mereka ke meja depan televisi disana dan makan sambil menonton televisi


setelah makan, mereka tidak beranjak dari sana dan hanya duduk berdua di kursi sofa depan televisi


Namjoon tidur di paha Yuhan sambil menonton televisi disana


"sayang kalau mau tidur, tidur lagi saja kalau capek" kata Yuhan


"iya sayang"


Yuhan hanya mengusap usap rambut Namjoon dengan penuh perhatian, Namjoon menghadap ke arah perut Yuhan dan hanya diam sambil memeluk perut Yuhan tapi tidak lanjut tidur


tanpa membersihkan bekas makanan mereka karna keduanya tengah menikmati ke-malas-an berdua


mereka bercerita panjang lebar, membahas semua pekerjaan masing masing, apa saja dialami, banyak pengalaman apa yang terjadi


maklum, sejak menjadi tunangan, mereka tidak lagi ada waktu berdua jadi mereka memanfaatkan waktu berdua kali ini selama Namjoon tidak ada kesibukan


setelah seharian bersama, malamnya Yuhan baru selesai mandi dan duduk disamping Namjoon yang mengurus kerjaan lewat laptopnya


Yuhan memeluk Namjoon dari belakang yang duduk dilantai


"Han, kamu baru selesai mandi?" tanya Namjoon


"iya Nam, kenapa?"


"gak sih gakpapa kok, cuma seger aja aroma nya"


Yuhan memeluk Namjoon yang masih sibuk kerja disana


"sayang, aku masih kerjain ini loh" kata Namjoon melepaskan dulu tangan Yuhan


"iya, aku kangen masih loh" kata Yuhan sambil memeluk lagi


"sayang ih, mana bisa aku konsen loh kerjaan ini"


"iya kan aku gak ganggu sayang, cuma meluk begini"


"yaudah, bener jangan gerak gerak ya, bentar lagi selesai ini"


"siap"


Yuhan memeluk lagi Namjoon dan menemani nya sampai selesai urusan Namjoon di laptopnya, baru Namjoon membalikkan badannya dan memeluk balik Yuhan


"kamu kalau sama mantan mu memang manja gini ya?" tanya Namjoon


"kenapa sih membahas nya yang udah lalu sayang?" tanya Yuhan


"aku hanya tanya, ingin tau saja"


"aku jujur saja ya, begini ini cuma sama kamu"


"dulu kan pacar pacar kamu juga lebih tua dari mu jauh Han, kan manja pastinya kalau usianya jauh"


'aku manja gini malah sama pacar yang usianya dibawahku" kata Yuhan


"kenapa sih membawa usia?" balik tanya Namjoon


"lah kamu duluan bawa mantan mantan aku yang usianya diatas, mantan mantan aku diatas ku tapi kamu tanya saja sama mereka apa aku manja, gak ada ya"


"iya deh percaya sayang"


"kamu kan kenal semua mantan aku, namanya, alamatnya, kerjanya, semuanya, tanya deh sama mereka aku bagaimana" kata Yuhan


"iyaa iya sayang, buat apa tanya mereka, biar tanya ke kamu saja lah"


mereka mengobrol sampai malam nya, bahkan sampai mereka pergi tidur juga, setelah semalaman tidur, bangun paginya, Yuhan bangun duluan


karna sudah lama ia tidak makan salad sayur, ia pun memutuskan keluar ke market dekat apartemen itu untuk membeli sayur sayuran dan buah buahan


saat baru keluar, seperti biasa, ia disapa oleh staff yang biasa menyapanya


"selamat pagi nuna" sapa Moonjang


"pagi juga Moonjang" sapa Yuhan


"wooh, nuna, maaf, kamu tau namaku?"


"ya tau dong, kamu kan bekerja disini, aku sering kesini, masak gak tau"


"haha, jadi malu, salam kenal ya nuna, nuna siapa?"


"saya Yuhan, salam kenal juga"


"iya"


"ahh, terus ini mau kemana nuna?"


"mau pergi ke market"


"oh saya bisa bantu nuna"


"oh iya, lain kali saja deh, pengen pergi sendiri soalnya"


"okeh siap"


Yuhan jawab dengan yakin karna kata Namjoon juga sosok Moonjang baik kok dan juga safety menjaga privasi


Yuhan pergi, Namjoon malah bangun, ia pikir Yuhan di luar, sedang mandi, atau makan pagi jadi ia tenang saja


"sayang? kamu di kamar mandi?" tanya Namjoon


ia memanggil Yuhan beberapa kali tapi tidak ada sahutan jadi Namjoon turun dan membuka pintu kamar mandi tapi tidak ada, ia pun keluar dari kamarnya mencari Yuhan


"apa diluar, Haaan?" panggil nya lagi


tapi tidak ada disekeliling kamar itu, bahkan sampai membuka pintu nya dan melihat di sekeliling lorong sana tapi tidak ada


"paak Namjoon" sapa Moonjang


"hai, iya Moonjang, dari mana?"


"ini baru dapat room servis"


"ahh"


"dari luar pak?"


"oh tidak, ini saya cari orang saja"


"ahh, tadi pacarnya keluar deh, saya lihat, apa cari pacarnya?" tanya Moonjang


"oh iya? kemana ya?"


"tadi bilang ke market"


"ahh, iya saya cari dia, tadi saya tidur tapi bangun tidak ada"


"ahh, iya sengaja tidak bangunkan kali pak, karna tidak enak kamu tidur"


"iya kali, ada ada aja, kuatir soalnya saya"


"ahh, haha iya pak, Yuhan nuna pak namanya ya"


"iya, sudah kenal ya?"


"iya, juga tadi tau nama saya, saya kaget, katanya dari pak Namjoon"


"iya, kemarin tanya kepada saya soal kamu sering menyapa"


"haha iya pak, saya kan memang begitu"


"iya juga"


"ehmm iya memang masih sekolah kelas berapa Yuhan nuna pak?" tanya Moonjang


"ahh, maksudnya gimana?" tanya Namjoon bingung


"itu pacarnya tadi, Yuhan nuna, sekolah kan?"


"dia lebih tua dariku Moonjang"


"wooh?" ucap Moonjang menutup mulutnya kaget


"iya beneran, kelahirannya 1990"


"astaga, iya kah? waah kupikir sekolah pak sungguh, maafkan saya pak"


"terus tadi panggil siapa? adek pasti"


"gak sih pak, panggil nuna, karna kan harus sopan"


"oh ya bener, kebanyakan yang tidak kenal selalu memanggilnya adek kecil, dikira masih sekolah"


"pak maafkan saya ya, tapi memang seperti anak sekolah SMP"


"haha iya memang, santai saja"


Moonjang kaget mengetahui umur Yuhan ternyata diatasnya, karna Moonjang kelahiran 1995, dibawah Namjoon setahun, hanya saja memanggil Namjoon sebutan pak karna lebih sopan saja


"yasudah saya balik saja berarti, makasih ya, saya kuatir soalnya" kata Namjoon


"siap pak"


Namjoon balik kekamarnya, ia duduk didepan televisi dan mengambil makanan disana, tapi ia bosan melihat televisi


melihat situasi apartemennya tengah sepi karna tidak ada orang sama sekali termasuk Yuhan