
bukan berarti meninggalkan korea untuk selamanya ya, mereka tetap pulang pergi amerika korea kok, karna usaha restoran nya di korea masih berjalan
setelah acara selesai..
mereka semua pulang dan Yuhan memutuskan akan menemani Munha dan Hajun diapartemen mereka
bukannya seharusnya baru menikah itu lah yang dibiarkan berduaan bukannya di temani?
itu prinsip banyakan orang, tapi tidak pada Yuhan
Yuhan memilih akan menemani orangtua kandungnya setelah pernikahan dan orangtua kandungnya juga tidak keberatan bahkan mereka senang Yuhan akhirnya menginap pertama kalinya di apartemen mereka
tapi Yuhan menginap hanya tiga hari karna setelah itu, Yuhan juga harus balik ke rumahnya dan bergantian mengurus persiapan pernikahan untuk Hongjuan dan Yangsi
setelah semua dipersiapkan, Yuhan tetap dilayani oleh pihak wedding organizer milik empat anak laki laki dari pernikahan orangtua kandung Yuhan terdahulu
karna Yuhan sudah membayar semua tagihan dengan lunas dan uangnya sudah terpakai yang lain
jadi tidak mungkin juga jika mereka berempat mau mengembalikan uang itu karna semua laporan sudah masuk berkas kantor, dicabut bisa saja tapi kepengurusannya masih lama juga, jadi mereka tetap melayani Yuhan
sampai akhirnya dekat dengan hari pernikahan itu, Yuhan mengundang kembali ke pernikahan itu pada owner setiap kepengurusan disana
"ini undangan untuk ceo kami atau kami nuna?" tanya staff Yungju, staff bagian pembuatan undangan
"ini untuk kalian, terserah mau ajak ceo atau keluarga kalian, datang saja, ceo kalian mau ya tidak masalah"
"ceo saya bilang tidak akan pernah datang masalahnya kalau undangan dari nuna, maaf nuna tapi itu memang dikatakan ceo saya" kata staff Jungji
"tidak masalah, saya juga tidak butuh ceo kalian, yang penting acara yang saya sudah bayarkan sudah di selesaikan pihak kalian"
"tadinya mau di batalkan nuna, untuk registrasi nuna melanjutkan acara persiapan pernikahan itu" jawab staff Deshin
"oh ya? kenapa?"
"tidak tau, mungkin itu terkait dengan masalah ceo kami dengan nuna" kata staff Deshin
"oh ya gakpapa yang penting kembali uang masuk saya full, dari persiapan pernikahan orangtua saya yang pertama"
"ya sepertinya kalau begitu tidak bisa deh nuna, mana ada kan uang masuk, dibatalkan ya hangus" kata staff Shinje
"loh saya tidak peduli, itu kan sudah jadi kesepakatan kita toh? jika pembatalan akan dikembalikan utuh, dan saya membayar dari awal utuh, bahkan lunas diawal"
"iyaa.. tapi aturannya biasanya kalau dibatalkan ya Hangus"
"ya saya tidak peduli, tapi terserah, intinya semua sudah terbayarkan kok, ini tinggal menghitung hari pernikahan orangtua saya lagi, setelah itu saya lepas dengan pihak kalian"
"emm, nuna, kalau boleh tau, maaf sekali mungkin lancang, tapi saya penasaran, tapi saya takut mau tanya ceo saya, kalau boleh tau, ada masalah apa ya nuna dengan mereka termasuk ceo saya" tanya staff Yungju
"kalian ingin tau?"
"kalau boleh sih, kalau tidak, tidak masalah" jawab staff Jungji
Yuhan menjelaskan kepada mereka apa masalah Yuhan dengan ceo mereka, Yuhan menjelaskan bahwa..
ceo Shinje dan ceo Deshin adalah anak laki laki dari ayah kandung Yuhan
ceo Jungji dan ceo Yungju adalah anak laki laki dari ibu kandung Yuhan
dimana keduanya anak dari pernikahan terdahulu sebelum orangtua Yuhan menghasilkan Yuhan
"ohhh" jawab keempat staff disana
"jadi paham dengan panggilan saya pada mereka waktu awal kita bertemu?" tanya Yuhan
"iya paham sudah nuna" jawab staff Yungju
"yaa, kakak laki laki ku, itu yang kusebutkan, tapi mereka tidak mau mengakuiku akan hal itu"
"apa kamu sedih?" tanya staff Jungji
"oh aku tidak masalah, seperti yang kukatakan tadi, aku tidak begitu membutuhkan ceo kalian"
"siapa mereka nuna? kok sepertinya penting?" tanya Boseo
"oh, mereka dari prepare wedding organizer, membahas untuk persiapan pernikahan mam dan pap" kata Yuhan
"mam dan pap? oh iya kemarin sudah ya pernikahan amma dan appa nya?" tanya Boseo
"iya lancar kok"
"jadi eoni beneran sudah mengurus semua perceraian dari paman Hajun dan bibi Munha?" tanya Naryu
"iyaa, lancar juga, sampai pernikahan"
"berarti eoni bertemu sudah dengan anak anak dari bibi Munha dan paman Hajun kan?" tanya Naryu lagi
"yaa, aku sudah berlapang dada mengatakan bahwa mereka adalah kakak laki lakiku"
"waaah..."
Yuhan melirik kearah Ryungbo yang sudah lama tidak bertemu..
"Ryuuung.." ucap Yuhan menggendong Ryungbo
Ryungbo benar benar anteng dipangkuan Yuhan, dan mereka pun mulai membahas banyak hal disana terkait banyak hal
bahkan membahas juga terkait hubungan Yuhan dengan Heechul
"emm nuna, boleh tanya soal hubungan mu dengan Heechul lalu bagaimana?" tanya Boseo
"berakhir lah, dia yang mengakhiri"
"ahh, Heechul oppa mengakhiri?" tanya Naryu
"yaa, aku akhir akhir ini memang tidak pernah mengakhiri lebih dulu hubungan kami, mungkin karna karma yang kulakukan dimasa dulu yang mengakhiri lebih dulu hubungan ku dengan pacarku" kata Yuhan
"bicara apa sih eoni, jangan lah gitu?" tanya Naryu
"loh bener, aku serius, sekarang kurasa aku tidak pernah mau lagi berhubungan yang terlalu serius, aku lebih nyaman jadi aku yang dulu, jadi yuhan yang dulu" kata Yuhan
"nuna maafkan aku ya" kata Boseo
"loh kok kamu yang minta maaf?"
"aku tidak bisa membantumu disaat kamu sulit, padahal kamu selalu membantuku ketika aku sulit"
"ohh gak masalah kok"
"terus kerjaan nuna di kantornya Heechul? apa masih kerja disana nuna? tentu tidak kan? aku tau nuna kok bagaimana" tanya Boseo
"ya apa hubungannya, kan kerjaan di kantor, bukan kepengurusan suju" jawab Naryu pada Boseo
"ya masuk lah, sebelumnya gitu kan nuna, berhenti dari kerjaan kalau bermasalah sedikit saja, dan itu dari awal nuna bekerja, sebelum dengan Namjoon bahkan kan?" ucap Boseo
"oh iya?" tanya Naryu melirik Yuhan
"nuna saja nomor dan hape langsung ganti, mobil ganti, style nuga ganti kalau setiap habis putus kan?"
"iya itu benar juga semua dikatakan Boseo kok, Naryu.." jawab Yuhan
"ahh, memang seperti itu ya setiap selesaikan hubungan?" tanya Naryu
"begitu memang harus, biar tidak flashback apapun terkait hubungan kemarinnya" jawab Yuhan
"aku sih gak pernah merasakan begitu eoni, jadi kurang paham" jawab Naryu
"aku sih pernah, sering juga sih, tapi memang aku sama nuna beda prinsip, aku nomor, barang, apapun ya tetap satu itu, cuma lost contact saja" jawab Boseo
"iya kita kan beda orang, beda kebiasaan juga" kata Yuhan
"maka dari itu, kubilang juga" jawab Boseo