You Should Be Me

You Should Be Me
3



jadi bisa dikatakan keadaan mereka ditengah kesalahan situasi tapi keduanya memutuskan diam satu dan yang lain dan memutuskan tidak saling terbuka alias menutupi status sebenarnya


balik kepada hubungan keduanya yang semakin hari semakin intens dan dekat, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi keluar dan jalan


setelah mengatur janji, semua nya sudah deal mereka akan pergi pertama kali kemana


"halo, kamu dimana, aku sudah ditempat ini" kata Munha


"oh iya tunggu, aku dijalan"


"kok dijalan padahal bukan dari tadi sudah bilang dijalan?"


"iyaa bentar, dah sampai kok, aku parkir dulu mobil ku"


"okeh"


Hajun turun, lalu melihat dirinya dari kaca mobilnya dan menarik napasnya karna ia terlalu sesak karna bahagia akhirnya bisa dekat dan bahkan jalan dengan Munha, ia pun mencari keberadaan Munha di taman itu, dan akhirnya bertemu..


"hai, maafkan aku lama" kata Hajun


"iya lama, tapi tidak masalah kok, kamu datang malah lebih cepat dari perkiraanku"


"oh ya? haha, hemm ayo dah, jalan kemana kita?"


"dekat dari sini kan ada mall"


"boleh, ayo"


mereka jalan, menikmati kedekatan keduanya, mengobrol banyak hal, dan itu tidak terjadi sehari itu saja tapi beberapa kali dalam minggu minggu berikutnya


mereka sering pergi jalan berdua, dan terbilang masih sering datang ke acara Yangsi, tapi selalu tidak bersamaan dan berlagak seperti tidak ada hubungan apa apa


mengapa?


ya karna mereka tau jika Yangsi juga tau atas hubungan dan pernikahan mereka masing masing jadi Yangsi adalah satu dari sekian banyak orang yang harus ditutupi tentang rahasia hubungannya


suatu hari, ketika Hajun sampai dirumahnya, ia melihat istrinya berdiri di ruang tamu tepat ketika ia buka pintu


"appa? kamu kenapa disinu? berdiri begitu saja membuatku kaget" kata Hajun


"ini semalam ini pulang, tadi aku kekantormu sore, bahkan kau sudah keluar kantor"


Hajun mencoba menjelaskan jika ia ada pertemuan penting dengan beberapa klien tapi Sungwan masih tidak percaya


"kenapa alasanmu itu? selalu itu, sepertinya sangat sibuk sampai menemui klien rutin di mingguan?" tanya Sungwan


"yaa memang kenyataannya begitu" jawab Hajun


"aku tidak suka dibohongi ya pa"


"loh siapa yang membohongimu? tidak ada kok, aku tidak ada membohongi, aku memang melakukannya, kenapa sih baru sekarang mempermasalahkannya?"


"yaa karna kamu terlalu sering begini di akhir akhir ini"


"aaash kau terlalu sering menonton drama, sudahlah, aku capek"


Hajun masuk, ia beberes, lalu bersiap tidur, disusul pula oleh Sungwan


hari berlalu..


dan hari dimana masih saja mereka sering melakukan aktifitas berdua bersama antara Hajun dan Munha


tak terasa sudah hampir dua bulan mereka dekat, mereka menjalin kedekatan sejak sebulan lebih lalu, bagi Hajun mungkin ini saatnya untuknya menjelaskan perasaannya, ia merasa yakin atas kebersamaannya dengan Munha, Munha juga menyukainya


"Munha" ucap Hajun


"yaa.. kenapa Hajun?"


"emm, ada hal yang mau kubahas"


"bahas? apa ya?"


"aku suka sama kamu, kamu mau kah jadi pacarku?"


"aah, Hajun, apa kau serius dengan ini?" tanya Munha


"yaa, tentu aku serius"


semua dijelaskan Hajun sebagai tanda meyakinkan Munha atas perasaannya, Munha tidak butuh waktu lagi untuk mengenal siapa Hajun, ia sudah mengenal siapa Hajun, jadi Munha memberikan jawaban seperti yang diharapkan oleh Hajun sendiri


"yaa, aku mau" jawab singkat Munha


"yaa mau"


sejak itu, mereka menjalin hubungan gelap dan sembunyi sembunyi dari pasangan masing masing, dari banyak teman temannya dan bahkan dari dunia luar mengingat memang hubungan mereka bukan hubungan baik


tapi mereka saling menutupi dengan alasan mereka tidak butuh untuk konfirmasi kebanyak orang akan hubungan mereka karna mereka sudah bukanlah usia muda dalam berpacaran


setelah menjalin hubungan berpacaran, dua bulan berikutnya, tak butuh waktu lama dimana keduanya memutuskan membeli satu unit


sebuah apartemen untuk pertemuan privat mereka berdua agar lebih berkualitas tanpa gangguan dan tanpa bersembunyi dari luar nya dunia


"kamu suka kan apartemen ini? kalau tidak, aku bisa carikan apartemen lain" kata Hajun


"tidak lah, ini saja"


"ini saja ya? okeh, ayo lihat sekitar sini"


memutuskan membeli apartemen, keduanya sama sama sepakat untuk menjalin hubungan itu disana


"tapi aku tidak bisa tinggal dan menetap sangat lama disini" kata Munha


"kenapa? kan aku sudah tanya, apa kamu mau cari apartemen lain, kamu cari gakpapa" ucap Hajun


"tidak, bukan karna itu, tapi aku memang tidak bisa berlama lama, kamu tau kan aku pekerja"


"aah soal itu ya aku paham kok, aku paham, aku pekerja juga, kurasa aku juga tidak akan bisa berlama disini, hanya beberapa waktu tertentu tapi setidaknya kita bisa bebas melakukan segala hal berdua"


"iya bener"


"jadi gakpapa ini kan?"


"iya lah, tadi aku lihat pemandangan sangat bagus kok view dari sini"


"okeh deh, tapi aku juga andil untuk bayar ya, aku bayar buat setengah nya" kata Munha


"siap, terserah sayang saja" jawab Hajun dengan tersenyum lebar dan memeluk Munha


tak terasa tiga bulan berlalu...


mereka yang memutuskan untuk tinggal dalam satu apartemen meskipun hanya sebagai tempat persinggahan, dan artinya sebulan setelah memutuskan berpacaran lalu mereka membeli apartemen, lalu tiga bulan berikutnya mereka menjalin dengan adanya apartemen


bulan keempat, dimana ketika Munha memutuskan pulang kerumah setelah larut malam


"sayang? mau pergi kemana?" tanya Hajun


"aku pulang saja hari ini" kata Munha


"ahh mendadak sekali"


"iya, gakpapa, aku banyak hal perlu dikerjakan"


"iya udah aku juga akan pergi pulang saja kerumahku"


mereka memutuskan tidak menginap tapi pulang saja toh selama ini mereka sudah beberapa kali menginap


setelah Munha sampai rumah, apa yang dialami oleh Hajun beberapa bulan lalu menjadi dialami oleh Munha


yap, sang suami ternyata sudah menunggunya di ruang tamu


"appa?" sapa Munha


"kamu kenapa balik semalam ini?" tanya Sangja


"iya aku pikir tidak perlu menginap, kamu kok disini, anak anak kenapa disini?"


"kamu tau tidak, anak anak ini menunggu ibunya, bahkan sampai tertidur disini"


"ahh, ayo pindahkan saja dulu"


setelah memindahkan dua anaknya tidur kekamar masing masing, lalu Munha balik kekamarnya, pergi mandi, keluar dari kamar mandi sudah di interogasi banyak pertanyaan


dari mana, kenapa susah dihubungi, selalu pulang malam, dan sering menginap ditempat lain, itu dirasakan terlalu sering bagi Sangja


"aku capek, baru datang, baru mandi, jangan dibikin makin stres setelah banyak kerjaan" kata Munha


"kamu banyak kerjaan akhir akhir ini tapi aku melihat jadwalmu masih sama, tidak ada kepadatan begitu signifikan"


"sudah ya, aku tidak mau ribut tengah malam"