
"iyaa makasih, kalian selamat juga atas pernikahan kalian, oh iya, aku gak bisa kasih apa apa nih"
"gakpapa lah Yuhan, kau datang saja ku bahagia" jawab Nania
"tapi aku kirim transferan kok ke rekening kamu Na"
"ah? untuk apa?"
"yaa bantu lah biaya bisa nanti buat apa apa keperluan setelah menikah"
"Yuhan makasih yaa, kamu baik bener"
"iya dong pasti dong, buat sahabat yang selalu mendukung ku dari lama, yaa meskipun kadang kadang kamu menyebalkan"
"bukan kadang kadang dia mah, sering" sambar Shindong
"sayaaang!" teriak Nania memukul gemas
Yuhan menikmati acara pernikahan itu, tak lama beberapa member datang bersama pasangan masing masing kecuali Heechul
Yuhan menggodai super junior
"waah kalian sudah pada ada pasangan masing masing yaa? ayo menyusul Na dan Shin oppa lah" ucap Yuhan
"lah kami sudah membagikan undangan kepada kamu bulan depan beberapa minggu lagi kan?" ucap Donghae
"oh iya, kalau Mi sama Dong oppa iya, aku dapat, lainnya? ini Lee oppa dan Jaz? mana?"
"yaa kami sudah persiapkan, menyusul kok nanti, tenang" jawab Donghae
"haha siap"
"bagaimana yang belum bertemu jodohnya? belum bisa memberikan target menikahnya dong Yuhan?" tanya Yesung
"yaa soal itu sabar" jawab Yuhan sedikit canggung jika bicara dengan Yesung
"aku sama Heechul belum ada jodoh, apa kamu mau mencarikan untuk kami?" tanya Yesung lagi
Yuhan melanjutkan makannya saja tapi Yesung kembali berkata..
"apa kamu bisa carikan gadis untuk aku dan Heechul yang sama dengan kriteria mu? yang sama denganmu, karna kami merasa inginnya tipe seperti itu" kata Yesung
"emm, tidak seperti itu kok, kurasa aku sudah tidak percaya pernikahan, bukankah kamu tau itu? aku tidak lagi mempercayai hubungan bersama seorang gadis" jawab Heechul
"jadi benar kamu seorang gay?" tanya Yesung
Yesung memang sengaja menghancurkan Heechul depan Yuhan agar terkesan lebih buruk
"aku tidak membenarkan begitu" jawab Heechul
"tapi tadi? kamu katakan apa? tidak mempercayai hubungan apapun dengan seorang gadis"
"emm, Jaz.. Mi.. aku pamit duluan ya, lanjut makan lalu cepat pulang" kata Yuhan
Yuhan malah berpamitan ditengah Yesung dan Heechul berdebat, karna ia pikir itu membuang waktu
Yuhan balik kerumahnya, kembali lagi rasa cemburunya, hal paling aneh didunia ketika seorang ibu cemburu pada anaknya sendiri hanya karna suaminya sibuk dengan anaknya bukan istrinya
Taemin memang delalu berkata, prioritas utama nya di atas segala hal penting didunia adalah Taeyin, semakin meradang Yuhan
ia berpikir bagaimana bisa membuat Taemin fokus lagi kepadanya
akhirnya Yuhan membayar orang untuk merawat Taeyin, tentu keputusan itu ditentang oleh Taemin
"pig, aku rasa kita perlu bantuan suster deh buat jaga anak" kata Yuhan
"suster? baby sitter gitu?"
"iyaa, kan jadi kita bisa sibuk lagi pekerjaan nya, stay fokus in work"
"gak ada, aku mau urus dia sendiri dengan tanganku, aku mau lihat perkembangan perkembangan pada anak aku"
mendengar itu Yuhan gagal merayu Taemin, ia mulai bersabar lagi dan mencari cara agar merayu lagi Taemin agar mau membayar suster jaga anaknya
sampai di beberapa kali kesempatan, Yuhan bicara berkali kali tapi tertolak terus, akhirnya Taemin luluh juga
"ya pig, bayar lah suster jaga anak, bisa kamu bebas pekerjaan, gak kepikiran anak" kata Yuhan lagi merayu untuk kesekian kalinya di setiap hari berbedanya
"iya udah, kalau gitu, sudah ada susternya?"
"ahh kamu mau?"
"mau, mana susternya? ini susternya ada tidam?"
"ada ada, aku akan panggil ya"
suster pun datang, Yuhan Taemin mulai menginterview nya, dan merasa cocok baru bisa mulai kerja
tapi keributan terjadi lagi diantara Yuhan Taemin
"ya sudah suster, besok bisa mulai bekerja" kata Yuhan
"ohh suster.. minggu depan saja mulai kerjanya" kata Taemin
"kenapa minggu depan? besok dong? lama sekali minggu depan itu" jawab Yuhan
"tidak lama lah, itu biar hitungannya enak mulai kerja dan perhitungan gaji" kata Taemin
"ya lebih cepat lebih baik, kan bisa juga mulai besok, dihitung gimana gajiannya"
"ya minggu depan saja, seminggu kedepan kan aku masih kosong kerjaan pig, aku dirumah saja"
"gak ada, mulai besok masuk bi, ikuti kata saya saja" jawab Yuhan
keputusan berakhir besok mulai suster bekerja
esoknya dan beberapa hari kedepan, awalnya biasa saja, Yuhan merasa lega karna ia bisa bersama lebih lama dengan Taemin tanpa anak
tapi itu hanya berlalu beberapa hari saja dimana ketika Yuhan akan persiapan pagi untuk acara malam ke pernikahan Misilia dan Donghae
"pig, ayo kok masih jaga Taeyin? persiapan, kita salon dulu, perawatan, beli baju, buat nanti malam"
"nanti malam apa?"
"lah pernikahannya Mi"
"oh nanti ya? lupa"
"iya ayo"
"sudah sendirian saja kamu, aku jaga anak"
"kok anak lagi pig?" tanya Yuhan kesal
"ya kan memang jaga anak disini"
"anak ada suster kan, ditinggal saja lah"
"gak tega ninggalinnya"
"kok bisa gak tega gitu, ya percuma dong aku bayar suster nya?"
"ya bisa lah suster kerjain yang lain, beres beres kamarnya Taeyin, cuci baju Taeyin dan lainnya"
"gak bisa lah, suster kerja buat mengurus anak, pekerjaan beres beres itu asisten rumah tangga saja"
"iya gakpapa sih, kan aku nayar susternya, gak masalah suster gak kerja, aku yang mau, kamu pergi sendirian gakpapa, ambil uang berapa butuh, kayak kemarin loh dinikahannya Na, jangan ribut dong, ini Taeyin mau tidur"
"Taeyiiin terus saja" gerutu Yuhan kesal
"loh ya lah, anak aku, nanti aku gak pentingkan dia, aku dianggap ayah tidak peduli anak dong? gimana loh kamu?"
"iya udah udah"
Yuhan jadi pergi sendirian saja tanpa Taemin
sesampainya disana..
Yuhan menyapa Donghae dan Misilia, dan mengatakan bahwa ia kuga memberikan kiriman pada Misilia
Yuhan menikmati acara..
saat Yuhan mau mengambil mini... salah satu kue sungguhan disana tapi karna kue itu tinggal satu, Yuhan jadi bersamaan dengan Heechul
Heechul dan Yuhan saling melirik dan bertatapan satu sama lain cukup lama, yang mereka rasakan ketika saat bertatapan adalah sebuah kerinduan
merekapun saling melepaskan garpu mereka untuk mengambil kue itu dan tidak jadi ambil
saat Yuhan akan pergi, Heechul tidak jadi pergi, ia membalikkan badan dan memberanikan diri menyapa Yuhan
"Yuhan.." sapanya
Yuhan seketika terdiam tidak lanjut pergi
"kau memanggilku?" tanya Yuhan
"apakah disatu acara ini ada yang memiliki nama sama?"
"ada apa?"
"cuma mau mengatakan, selamat, atas pernikahan dan kehamilan"
"sudah lahiran"
"iya itu juga termasuk"
"iyaa terimakasih oppa" jawab Yuhan
"sudah itu saja mau kukatakan"