You Should Be Me

You Should Be Me
90



"ya, aku gak suka dalam hubungan seperti anak anak sekarang lagi hits, yang nge-prank, yang bercandaan, aku gak suka itu, sampek membuatku marah sedikit aku akan meninggalkan" jelas Yuhan


"kamu kok bilang gitu?" tanya Namjoon


"yaa tidak, aku hanya bilang kalau tidak suka diprank"


"iyaa iya sayang" kata Namjoon memeluk Yuhan lagi


semalaman Yuhan tidak bisa tidur, entah kenapa ia kepikiran tentang surat kemarin, surat terakhir ia dapatkan dari Hyohoon itu, ia merasa seperti itu ancaman serius, ia takut hubungannya sekarang akan hancur perkara Hyohoon


berpikir lagi, ia kenapa memutuskan Hyohoon dengan cepat waktu itu, kan bisa dengan perlahan, waktu berjalan terus kan


kalau waktu itu urusannya putus baik baik, pasti tidak akan sepanjang ini masalahnya


pagi nya..


"sudah terang, kamu jadi tidak tidur semalaman" kata Namjoon


"iya, tidak tau mengapa mataku terus melebar"


"apa ada yang kamu pikirkan Han?"


"tidak ada"


Namjoon melihat wajah Yuhan, ia merasa tidak bisa dibohongi dengan perasaan Yuhan, apalagi Namjoon tau banyak nya masalah di kehidupan Yuhan bahkan tentang orang tuanya


meskipun padahal bukan masalah keluarga itu dipikirkan Yuhan saat ini, karna ia sudah mulai bisa memaafkan Hongjuan dengan pekerjaannya itu


"apa kabar ayah ibumu? apa mereka baik?"


"iya mereka baik kok, aku sudah mulai berkomunikasi lagi"


"oh ya? bagaimana ceritanya"


Yuhan menceritakan bagaimana ia bisa mulai menerima Hongjuan dengan pekerjaan nya itu


"pap juga berjanji akan mengurangi dan menghentikan yang tidak wajar nya" kata Yuhan


"waah bagus itu, aku mendukungnya, aku beharap kedepannya membaik"


"makasih"


pagi itu Yuhan turun dari kasur untuk menyiapkan makan pagi mereka, dan Yuhan menyiapkan roti selai kacang coklat saja karna hanya ada itu di apartemen Namjoon


"kamu hanya ada ini stok nya di lemari pendingin, jadi aku hanya buatkan kamu makanan roti dengan selai kacang coklat" kata Yuhan


"iya memang, hanya itu, yang praktis itu"


"iya, ini ada susu, tapi susu kemasan, aku buatkan juga"


"oh iya, susu sereal sih"


"iya"


"kamu tidak buat susu?"


"susu nya aku baca mengandung protein hewani"


"ahhh"


Namjoon mengobrol disana tentang kebiasaan Yuhan yang tidak sama sekali menyentuh makanan berdaging dan berserat hewani sama sekali


Yuhan menjelaskan itu sudah terbiasa sejak lahir, bukan ayah ibunya yang memaksa agar tidak makan hewan, tapi Yuhan sendiri saat bayi selalu memuntahkan setiap makan daging


bahkan padahal ayah, ibu dan adik Yuhan semua biasa makan daging, cuma keluarga mereka memang tidak menggemar berat makan daging


"coba deh makan, sekali saja makan daging, Han" kata Namjoon


"sudah, aku mencobanya sudah kok, tapi tetap gak bisa"


"apa reaksinya?"


"muntah, gak bisa sama sekali, tolong jangan maksa aku makan daging ya, kamu ini"


"tidak lah sayang, gak maksa, aku hanya sarankan karna kan setidaknya ayah ibu dan adikmu bisa makan hewan kok"


"iya sih"


dipikiran Namjoon, yaa setidaknya ayah ibu Yuhan tetap makan daging, adik Yuhan pun sama hanya saja tidak begitu sering karna tidak begitu menyukai, hanya sesekali sementara Yuhan sama sekali tidak makan


tengah membahas itu, ada yang mengetuk kamar apartemen Namjoon, Yuhan menoleh pada Namjoon


"kamu janjian sama siapa?" tanya Yuhan


"tidak ada, aku tidak janji pada siapa siapa?" ucap Namjoon mengecek hapenya


Yuhan langsung masuk kekamar Namjoon dan dikuncinya dari luar, takut ada hal tidak diinginkan terjadi


tapi saat Namjoon membuka, ternyata hanya staff yang mengantarkan pesanan makanan dari kamar Namjoon


"ini hyung pesanannya" kata staffnya


"pesanan?"


"iya, tadi ada kakak perempuan menelfon dari kamar unit ini memesan makanan ini"


"ahh, berapa?"


"17.000 won"


"iya sudah semua"


"terimakasih"


"sama sama"


Namjoon masuk dan menunjukkan kepada Yuhan


"kamu pesan ini?" tanya Namjoon


"oh iya, pas aku menyiapkan makanan kamu tadi, kamu di toilet"


"dengan cara apa menelfonnya?"


"pakai telfon apartemen lah"


"pakai nama bilangnya siapa?"


"adikmu"


"haha dasar, mereka tau siapa aku, siapa keluargaku, pasti curiga"


"yaaah, anggap saja ini dari sepuph jauh"


"iya udah, ini"


Yuhan memesan makanan ciki ciki dan mie cup, semua ia habiskan dalam waktu cepat karna Namjoon memberikan kepada Yuhan itu saat akan berganti pakaian, dan setelah selesai ganti lalu keluar dari kamarnya, makanan semua habis bahkan dengan mie cup yang ada tiga bungkus


"kamu habisin semua Han?"


"iya, loh, kamu gak bilang minta"


"gak memang, tapi astaga Han, masak langsung habis?"


"iyaa memang, aku makan cepat"


"ahh pantas tidak berat bagaimana" gerutu Namjoon


"apa? gimana?"


"tidak ada haha"


"tau aku maksud kamu"


"apa?"


"berat badanku yaa?"


"haha iyaa, tapi aku kan tetap mencintai kamu Han"


"haha alasan mu saja kah itu"


"tidak lah, kan aku benar benar serius mencintaimu"


"iyaa udah deeh"


mereka duduk di depan televisi, Yuhan melihat sekeliling apartemen itu, cukup besar, bahkan terkesan elegant namun mewah


"ini pasti mahal" kata Yuhan


"apanya Han?"


"apartemenmu, ini ukuran paling lebar dan besar kan?"


"ahh, iya, aku memang sengaja ambil yang ini, karna elegan, sebenarnya sama sih, tapi view nya berbeda"


membahas soal apartemen, soal beberapa barang yang ada di apartemen itu juga, secara tidak langsung malah Yuhan memancing topik untuk Namjoon membahas tentang kecurigaannya kepada Yuhan tentang apartemen super privat itu


Namjoon pikir sekarang Yuhan pacarnya jadi tidak masalah ia menanyakan itu


"oh iya, aku sempat tau kamu masuk apartemen privat juga mahal itu pasti" kata Namjoon


"wooh, apa kamu bicarakan?" tanya Yuhan kaget


"iya apartemen lah ku bicarakan, kita kan lagi bahas apartemen Han"


"iya maksudnya apa tadi?"


Namjoon menjelaskan ia pernah melihat Yuhan masuk salah satu apartemen, cukup terkenal di korea karna cukup privat, semua dijelaskan Namjoon tentang apa yang ia lihat waktu itu dengan Hyunsoon


"dengan Hyun?" tanya Yuhan


"iya"


"lalu?"


"hanya dia, aku pas hanya dengannya saja, cuma aku bingung satu hal bukan soal apartemen privat itu, kalau apartemen privat dan mahal yaa aku percaya kamu bisa memilikinya"


"apa?" tanya Yuhan


Namjoon kembali menjelaskan tentang apa yang tidak bisa ia cerna bagaimana Yuhan pergi dari rumahnya lalu pergi ke apartemen itu dengan pakaian serba tertutup dan seperti gadis tomboy


tapi setelah keluar lagi dari apartemen itu, Yuhan kembali memakai baju dengan gaya Yuhan biasanya


"bagaimana kamu mengikuti ku diam diam?" tanya Yuhan kesal


"ya aku pas mau kerumah mu, aku minta antar Hyun, aku baru sampai, kamu masuk mobil langsung pergi"