
setelah drama adu mulut Hajun dan Hongjuan yang menggantikan adu mulut Munha dan Yangsi sebelumnya, mereka menyelesaikan pembahasan dengan kesepakatan bersama
bahwa urusan Munha dan Hajun kepada Yuhan biarkan mereka mau bagaimana
tapi urusan Hongjuan dan Yangsi kepada Yuhan jadi urusan mereka berdua
jadi tidak ada kaitan diantara keduanya lagi tentang urusan masing masingn dengan Yuhan
"yasudah, kami pulang hari ini, tapi aku mohon Yangsi, jangan persulit kami buat bertemu Yuhan" kata Munha
"hei, tidak ada yang mempersulit kamu, kamu mempersulit dirimu sendiri" jawab Yangsi
"mam, udah ya, udah" kata Hongjuan
"kenapa pakai marah begitu sih? biasa aja lah Yangsi, dari tadi kok nyolot" kata Hajun
"maaf, dia memang tengah emosi jadi begitu, harusnya kalian paham kan kalian yang teman Yangsi, bukan aku" kata Hongjuan
"kamu tidak lihat bagaimana Yuhan bersikap padamu bahkan juga padaku, karna kamu" kata Yangsi
"iya, okeh kami paham akan hal itu kok, maafkan kami mungkin membuatmu kurang enak hati" kata Hajun
"Yangsi tolong lah, jangan pakai emosi dulu, kamu seorang ibu kan, kamu saja takut aku balik sebenarnya, takut kalau kami mengambil kembali Yuhan kan" kata Munha
seketika mendengar itu, Yangsi terdiam karna ia membenarkan ucapan Munha
"sudah, aku pergi hari ini, makasih waktunya, sama tolong aku harap kalian benar benar serius tentang ucapan kalian yang membiarkan aku mencoba mendekati Yuhan lagi" kata Hajun
"karna kami akan berusaha sebisa mungkin membuat Yuhan sedikit saja menerima kami, tapi tenang, kami tidak akan membuat dia membuang kalian, bagaimana pun kalian yang merawat nya sejak lahir meskipun aku lah yang melahirkannya" kata Munha
Hajun pergi membawa Munha meninggalkan rumah itu
yap, ketakutan cukup besar itu kini dialami oleh Yangsi
ia takut Yuhan bisa menerima Munha dan Hajun tapi malah melupakannya,
ia takut Yuhan membencinya dan tidak membutuhkannya lagi sejak dekat dengan orang tua kandungnya.
yap, inilah kisah dimulai lagi dimana kembalinya Hajun dan Munha sebagai orang tua kandung Yuhan
disini dimana kedua belah pihak bahkan masing masing individu diantara keempat orang (Munha, Hajun, Hongjuan, Yangsi) berusaha mendekati Yuhan dan bahkan mengambil hati Yuhan
tinggallah Yangsi dan Hongjuan dirumah itu..
Hongjuan memeluk Yangsi yang tengah meneteskan air matanya
"aku takut semua ini terjadi dan kamu lihat kan, ini benar terjadi" kata Yangsi
"sudah, jangan berpikir yang berat, kesehatanmu tidak baik akhir akhir ini" kata Hongjuan
"aku takut kehilangan Yuhan pap, aku takut dia meninggalkanku"
"tidak, Yuhan bukan orang yang seperti itu, bahkan dia menerima mereka (Hajun Munha) pun aku yakin Yuhan tidak akan melupakan kita"
"tapi kamu lihat kan, mereka sudah kembali"
"lihat, aku sebenarnya sama denganmu bahkan lebih sakit darimu" kata Hongjuan
Hongjuan menjelaskan bagaimana ia begitu sayang kepada Yuhan bahkan lebih dari sayangnya kepada Boseo, anak kandungnya sendiri
bagaimana Hongjuan berubah sikapnya lebih baik sejak ia mengasuh Yuhan, ia menolak menjual bayi perempuan bahkan hingga sekarang
pekerjaan masih, tapi berkurang dan tidak separah saat Yuhan belum ia dapatkan, ia memang sengaja mengurangi semuanya dan berharap akan berhenti suatu saat nanti demi menjaga namanya depan Yuhan dan tidak mengecewakannya
"aku hanya takut" kata Yangsi
"sama, ketakutan itu ada padaku juga kok Yangsi, sudah lah, kta harus mulai bisa merelakan, karna bagaimana pun Hajun ayah kandungnya dan Munha ibu kandungnya"
"aku tau soal itu, tapi kita berhak juga kan, kita yang mengurusinya sejak lahir didunia" kata Yangsi
"iyaaa bener"
Hongjuan lah yang berubah lebih banyak dibandingkan Yangsi memang, mestinya ya Hongjuan lebih jatuh dibandingkan Yangsi, tapi mau bagaimana lagi, ini jalannya untuk mereka masing masing baik Hongjuan, Yangsi, Hajun, Munha bahkan untuk Yuhan sendiri
"tapi sudah lah, biarkan semua berjalan seperti bagaimana Yuhan kehendaki" kata hongjuan
"tapi kita berusaha yaa bagaimana membuat Yuhan tidak meninggalkan kita apalagi membenci kita"
"pasti itu, aku titip pesan juga buat kamu, jangan menjelekkan apapun, tidak perlu mengusik siapapun, kamu urusanmu ya mereka urusan mereka"
mulai lebih tenang lagi, laku bagaimana Munha dan Hajun?
Munha dan Hajun balik kerumah mereka, rumah yang sudah mereka tinggalin sejak sebulan lalu
membahas awal mereka kembali dulu, dimana diawali dari Munha yang memutuskan keluar dari rumahnya dan menceraikan suaminya karna sikap dan perlakuan dia dapat membuatnya sakit hati
balik kerumah orang tua, Munha memutuskan meninggalkan suami dan kedua anaknya karna merasa anak anak nya adalah tanggung jawab seorang ayah
sementara Hajun juga meninggalkan keluarganya karna pertengkaran yang dialami nya dengan sang istri selalu setiap harinya
apalagi anak anak nya juga selalu membela, memihak, kepada ibunya karna memang lebih dekat dengan ibunya
untuk itu Hajun meninggalkan anak istrinya juga lalu pulang kerumah ayah ibunya
dari sini, keduanya mencoba menghubungi satu sama lain dan terhubung kembali atas bantuan teman teman lama di komunitas yang dulu juga di ketuai oleh Yangsi, tapi sayangnya Yangsi tidak tau rencana kembali nya mereka, kalau tau, Yangsi akan mencegahnya mungkin
hingga mereka kontak lagi, berhubungan telfon lagi, janjian ketemu lagi setelah 25 tahun lebih berpisah
pertemuan pertama membahas pekerjaan dan hewan hewan peliharaan mereka hingga pada keluarga masing masing
merasa sama sama dalam kondisi broken, keduanya memutuskan mulai menjalani hubungan yang sempat terhenti itu, mereka membangun kembali hati untuk masing masing
disini lah setelah sebulan mereka dekat dan kembali, mereka memutuskan membeli rumah untuk tinggali bersama tanpa ada siapapun yang tau hingga sampai mereka berpikir untuk balik mencari Yangsi dan Hongjuan untuk mendapatkan Yuhan kembali
sejak awal mereka memang tidak ada niatan apapun untuk menghancurkan siapapun tapi setidaknya mereka bisa kembali hidup bersama Yuhan
"aku datang bukan untuk menghancurkan mereka kok" kata Munha
"iya aku paham, aku tau" jawab Hajun menenangkan Munha
"tapi kenapa mereka seperti ini? aku baik baik juga bicara, aku datang dengan baik baik"
"ini konsekuensi kita memang, kan dari awal aku bilang, kita harus siap soal ini" kata Hajun
"aku takut.."
"apa yang kamu takutkan?"
"aku takut Yuhan tidak pernah sama sekali bisa menerima kita lagi"
"aku juga takut soal itu, ketakutan terbesar mengingat kesalahan kita sangat lah besar tapi kita harus berjuang lagi"
"aku harus bisa mengambil hati Yuhan dan membuatnya menerimaku, ayo berusaha ambil hak kita, Yuhan juga hak kita kan?"