You Should Be Me

You Should Be Me
104



yang tau hanya memang Yuhan tengah dekat dengan pria itu


"waah bahaya Yuhan sekarang sudah gak main sama orang dewasa lagi" kata Jiwook


"haha betul itu" kata Hyuni


"sekarang sudah normal dan terbuka ya mau sama yang muda" kata Jiwook lagi


"sayang!" ucap Hyuni menyentuh lengan Jiwook


"ya kan bener dong aku?" tanya Jiwook


"iya bener kok, aku normal sekarang"


Yuhan Namjoon memang sengaja menutupi hubungan dari mereka berdua, meskipun keduanya


lsahabat Yuhan tapi Yuhan pikir mereka sedikit ada renggang saja dan Namjoon malah berpikir toh mereka berdua bukan keluarga Yuhan juga


jadi keduanya sepakat tidak menjelaskan apapun dan siapapun sosok pria bersama Yuhan dan mengenalkan sebatas nama Nam


"eh umur berapa sudah? padti gak jauh beda kalian kan?" tanya Hyuni


"sama ya? terlihatnya kurasa sama, aku saja merasanya itu sih" kata Jiwook


"emm, iya sama kok" jawab Yuhan yang sempat menoleh arah Namjoon


"aah Yuhan, normal kau rupanya sekarang, aku terlalu sibuk sampai tidak mengikuti mu pergi cukup jauh dari tipe lama mu" kata Hyuni


"kita sama sama dewasa dan sama sama memiliki kewajiban berbeda kan"


"iya bener, ahh longlasting ya" ucap Hyuni


"semoga sukses hubungannya" kata Jiwook


"ahh iya, aku bawain ini buat kalian, hadiah oleh oleh kemarin aku ke jepang"


"waah thankyou"


Yuhan memberikan kado itu saja, keduanya suka dengan kadonya yaitu baju couple dari jepang, mereka berdua suka, baru Yuhan pamit pulang setelah memberikan bingkisannya


sampai dalam mobil..


"ini ada lagi kah?" tanya Namjoon


"ada, kamu capek ya? kan aku sudah bilang jangan ikut juga"


"enggak sayang, aku masih belum capek kok temenin kamu, aku hanya tanya, itu siapa lagi?"


"sisa mam dan pap sih, itu hanya tinggal satu bungkusan buat mereka"


"yaudah ayo, kemana ini?"


"kerumah yang waktu itu kamu aku ajak juga"


"boleh, ayo"


"agak jauh ya"


"iyaaa"


Yuhan menjelaskan ada Namjoon ia tadinya memang niat pertama ke ayah ibu Yuhan tapi Yuhan pikir kalau kerumah ayah ibunya tidak bisa sebentar, pasti akan lama mengobrol


jadi memutuskan terakhir saja datang kerumah orang tuanya jadi kirim kirim milik yang lain dulu


tapi malah fakta baru didapatkan Yuhan sore itu ketika sampai dirumah Yangsi dan Hongjuan yang harusnya Yuhan tidak pernah tau dan tidak akan boleh tau cerita yang paling besar terungkap


lalu apa yang terjadi?


jadi ketika Yuhan sampai di depan rumahnya, tidak ada mobil atau motor lagi di depan rumah itu, tapi pintu utama terbuka, pastinya ada tamu kalau terbuka


"ada tamu deh sepertinya, tapi kok tidak ada motor atau mobilnya ya?" gerutu Yuhan


"kamu tau dari mana kalau ada tamunya terus?"


"lah itu, pintunya terbuka, mam gak biasa buka pintu, kecuali ada tamu gitu"


"yaudah masuk saja, aku tunggu diluar lagi ya"


"eh ya jangan lah, ikut saja masuk, kan sudah kenal ini kamu sama ayah ibuku"


"iya sih, tapi gak enak aku, malu"


"siap deh"


tadinya Namjoon tidak mau, ia mau menunggu diluar saja tapi kali ini Yuhan yang memaksanya untuk ikut jadi mau tidak mau Namjoon tau fakta besar kembali dari keluarga Yuhan


pasalnya, saat itu rumah Yangsi dan Hongjuan kedatangan Munha dan Hajun


masih ingat mereka?


yap, Munha dan Hajun adalah orang tua biologis dari Yuhan, mereka lah yang kandung sebenarnya sebagai ayah dan ibu Yuhan, bukan Yangsi dan Hongjuan


semua terdengar oleh Yuhan tentang pembahasan ternyata dirinya bukanlah anak kandung dari Yangsi dan Hongjuan


Yuhan mendengar betul bagaimana Yangsi yang menceritakan detail pertimbuhan Yuhan pada Hajun dan Munha,


Yuhan mendengar juga bagaimana Munha dan Hajun selalu ia tidak diharapkan dimasa lahirnya dia bahkan oleh orang tua kandungnya sendiri


itu adalah hal tersakit bagi seorang anak yang mengetahui semuanya, ini alasan kenapa Yangsi tidak sama sekali mau menjelaskan sebenarnya


mendengar semua fakta itu Yuhan lemas kedua kalinya masuk rumah orang tuanya itu, dimana ini sudah kali keduanya ia merasakan kekecewaan


yang dulu kecewa kepada Hongjuan tapi akhirnya mulai menerima perlahan, dan sekarang malah pada Yangsi


"Yuhan?" ucap Hongjuan dari dapur yang membawakan minuman suguhan pada Munha dan Hajun


"astaga, Yuhan, kamu sejak kapan nak disitu?" tanya Yangsi kaget


"aku mendengar semuanya mam" kata Yuhan


"Yuhan, nak, bisa dijelaskan ya, ayo sini duduk"


Yuhan menurutinya saja, ia masuk dan Namjoon ikut masuk, Namjoon hanya duduk dan mendengarkan apa percakapan mereka disana dengan jelas didepan kedua matanya langsung


Yangsi baru menjelaskan semuanya secara rinci bagaimana tentang Yuhan dengan kedua orang didepannya itu


mendengar semuanya, Yuhan sesak, seperti di bohongi oleh orang yang paling Yuhan percayai


"bagaimana masalah sebesar ini bahkan aku baru tau" kata Yuhan


"kami jelaskan ya nak, kami tidak ada pilihan lain saat itu" kata Munha


"pilihan lain? antara meninggalkan ku atau membunuhku maksud anda?" tanya Yuhan


"Yuhan, kami datang untuk menebus semua kesalahan kami, kami mohon, terima kami" kata Hajun


"terima? bagaimana mungkin?"


Yuhan mendengar dengan jelas semua bagaimana hidupnya dimasa kecilnya sangat lah miris


mulai dari dalam kandungan yang berkali kali berencana digugurkan,


lalu tentang bagaimana Hajun dan Munha tidak menginginkan anak itu,


tidak diharapkan kehidupannya malah dibuang kepada orang asing,


bahkan sakitnya lagi, orang paling dipercayai sebagai ayah dan ibu kandungnya malah mengkhianatinya


untuk menerima bukanlah hal yang mudah dilakukan tentunya, proses memaafkan saja pasti akan lama apalagi sampai meminta menerima kehadiran mereka lagi


"kenapa mam mempertahankan aku hidup saat itu? kenapa tidak kamu biarkan mereka menggugurkan kandungan itu?" tanya Yuhan pada Yangsi


"Yuhan, mam tidak rela mereka lakukan itu" kata Yangsi


Yangsi menjelaskan bagaimana ia merasa sakit hati jika tau Munha dan Hajun menggugurkan kandungan yang tidak bersalah, mengingat juga Yangsi saat itu tidak bisa memiliki anak


dan sejak iklas mengurus Yuhan membuat Yangsi akhirnya hamil anak pertamanya yaitu Boseo


"aku baru kemarin mulai memaafkan atas perbuatan pap, pekerjaan pap, tapi sekarang perbuatan mam, aku kecewa sungguh kali ini mam" kata Yuhan


"Yuhan, bisa lah bicarakan baik baik nak" kata Hongjuan


"harusnya, kalian (Yangsi dan Hongjuan) biarkan saja mereka (Munha dan Hajun) menggurkan aku"


"tapi ini soal hidup kamu nak" kata Yangsi


"kali ini aku tidak butuh hidup ku yang sekarang" kata Yuhan


"kamu tidak akan sampai disini kalau tidak kami perjuangkan kan?" ucap Hongjuan dengan tegas