
"ahh staff baru lagi di ruangan kerjaan sama Hyun, kamu cek saja" kata Tanwoo
"oh kamu sudah simpan nama?" tanya Kwan
"belum, belum ada yang kasih tau"
"namanya Yuhan"
"Yuhan?" ucap staff itu kaget
"iya, dia diruangan sana, sama Namjoon dan Hyun juga" kata Kwan
staff itu malah diam tanpa bergerak sama sekali mendengar nama staff baru itu ternyata Yuhan
"malah diam, ada apa kau diam?" tanya Tanwoo
"tidak.. ahh aku tidak apa"
"sana"
"iya bentar ih, tunggu dulu" kata staff itu
dan siapa staff itu? kenapa ia sangat kaget mendengar nama itu? apa ada hubungannya atau ia mungkin kenal pada Yuhan?
staff itu adalah Aekyo, sahabat lama Yuhan sebelum Yuhan dekat dengan Hyuni, ia bekerja disana sebagai staff utama kepengurusan dorm bangtan
jadi semua apapun terkait bangtan dan dorm itu jadi tanggung jawab pekerjaan Aekyo
Aekyo berjalan keruangan kerja dorm dan menyapa Hyunsoon
"Hyun, mana staff baru masuk dorm katamu?" tanya Aekyo
"ahh ini nuna" kata Hyunsoon
Hyunsoon menunjuk Yuhan, Yuhan menoleh dengan membalikkan badan dan juga kaget itu adalah Aekyo
tapi Yuhan masih diam, ia berlagak tidak mengenali Aekyo disana, apalagi ia takut salah itu Aekyo atau bukan karna Aekyo sekarang dan Aekyo yang dulu jauh berbeda
sekarang Aekyo sangat cantik dan berani berpakaian mini sepertinya
"Yuhan, staff yang akan tinggal di dorm" sapa Yuhan mengenalkan dirinya
"Aekyo.. staff utama bangtan kepengurusan dorm dan lainnya" jawab Aekyo
"ahh salam kenal.. Aekyo.." ucap Yuhan
Aekyo meminta identitas Yuhan untuk pendataan dan mereka menyelesaikannya hari itu
Namjoon sejak tadi ternyata memerhatikan Yuhan dengan Aekyo, tapi Namjoon tidak curiga soal siapa dulu nya mereka
cueknya Yuhan karna memang Yuhan tipikal seperti itu dan Aekyo tipikal yang susah dekat dengan orang lain, tidak ada pikiran apapun lainnya
setelah Aekyo pergi, Yuhan bersama Namjoon disana, Aekyo melihat kearah mereka berdua, dan dalam hatinya ini adalah sebuah ancaman baru dan ancaman besar bagi Aekyo keberadaan Yuhan di dorm
Aekyo pun membuat surat untuk ceo dan beberapa staff kepengurusan bangtan termasuk pada Haneul tentang tidak setujunya ia akan keputusan Yuhan tinggal di dorm
hari berganti..
ketika Yuhan di ruangan latihan bangtan, Kwan memanggil Yuhan
"Yuhan.." sapa Kwan
"yaa?"
"bisa ikut saya?"
"bisa" jawab Yuhan
"ahh ada hyung? bukankah Yuhan ada pemotretan untuk latihan hari ini?" tanya Namjoon
"ahh iyaa, pak ceo mau bicara beberapa urusan" kata Kwan
"soal apa?" tanya Namjoon lagi
"tidak tau, tapi terkait dorm" kata Kwan lagi
"ohh, dengan kamu juga atau..?" tanya Namjoon
"hanya dengan ceo dan Yuhan, saya masih ada pekerjaan lainnya juga"
"boleh saya ikut?" tanya Namjoon
"untuk apa? kamu belum selesai kan latihan?"
"iya tapi kan istirahat masih, lanjut beberapa menit lagi, yang lain kecapek.an"
"oh yaudah, terserah"
Namjoon jadi ikut Yuhan dan Kwan keruangan ceo, member lain dan beberapa staff disana juga jadi bingung ada apa dengan mereka
sesampainya..
"pak, ini Yuhan" kata Kwan
"iya, masum Yuhan, duduklah, lah Namjoon, kamu ada apa?" tanya ceo
"ahh saya hanya kuatir pak, ada apa tiba tiba memanggil"
"loh latihanmu?"
"anak anak istirahat kok, mulai lagi beberapa menit"
"ahh gitu, yasudah"
Kwan pergi, Yuhan dan Namjoon duduk dan ceo mulai membahas apa yang butuh ia bahas tapi berbasa basi lah dulu
"emm, Yuhan, apa kamu betah selama di dorm?" tanya ceo
"betah pak"
"apa tidak ada kendala, masalah, atau beberapa hal kamu mungkin tidak srek atau tidak enak?"
"ahh, hemm apa ya pak? tidak kok, kenapa pak?"
"ini, saya putuskan kamu lebih baik pulang kerumah, tanpa tinggal dorm, biar kamu bisa bebas saja kan, kamu masih bisa pergi untuk main ke dorm" kata ceo
"loh, kenapa ya pak, kok tiba tiba begitu?" tanya Namjoon
"iyaa saya pikir urusan Yuhan sudah selesai kan tertangani soal kasus kemarin, secepatnya sudah disidang karna kan sudah beberapa hari saja" kata ceo
Yuhan mendengar ucapan ceo langsung mengaitkan ini dengan Aekyo, ia langsung paham apa dimaksud Aekyo
Yuhan menerima saja kalau tidak harus tinggal di dorm, toh persyaratan untuk Yuhan tinggal di sana bukan atas keinginan Yuhan, Yuhan juga agak berat mengingat ia memiliki peliharaan yang harus ia perhatikan juga
"iya gak masalah kok pak" kata Yuhan
"loh masalahnya apa pak, kalau cuma masalah Baori sudah dalam penanganan, tapi tetap saja Yuhan belum aman kan" kata Namjoon
"iya, tapi akan saya suruh staff barengin dia pulang dan berangkat nanti" jawab ceo
"tapi ini kan kasus nya belum selesai, Yuhan juga baru berapa hari, belum seminggu ini di dorm"
"Namjoon, tidak masalah lah, aku malah lebih enak begitu, karna bisa memerhatikan peliharaanku kan"
"iya tapi.." ucap Namjoon terhenti
"sudah ih, gakpapa, tapi beneran pak nanti ada staff kan untuk temani setiap saya pulang pergi?" tanya Yuhan
"oh ada, Kwan, searah toh sama kamu"
"ahh iya, searah"
"nah, gampang soal staff itu mah"
setelah selesai membahas, Yuhan Namjoon pergi, dan berjalan ke ruangan bangtan lagi
"bagaimana kamu mengiyakan saja, itu kesepakatan sudah sejak awal dan ceo yang membuat kan" kata Namjoon
"yasudah lah, gak apa aku memang"
"tapi kamu tau apa masalahnya?"
"tau"
"tau bagaimana tadi tidak ada bahas itu kok ceo nya"
"tapi tau kok aku"
Yuhan hanya diam dan paham siapa dibalik semua ini, ia tersenyum smirk dan tanpa rasa takut sama sekali atas ancaman itu
ia tidak takut pada ancaman dari seorang mantan sahabat yang berusaha menghancurkannya secara diam diam
"aku tidak akan pergi sampai aku tau apa masalahnya, aku yakin kamu pasti tau masalahnya kan, makanya kamu diam dengan peraturan yang terkesan mempermainkan ini" kata Namjoon
"Namjoon, tidak ada apa apa kok"
"tidak, cerita lah Yuhan, aku tau kamu tidak baik baim saja"
"tidak ada"
Yuhan takutnya jika cerita apa yang ia ketahui soal Aekyo, itu akan dianggap menjelekkan staff tetap mereka sementara Aekyo jauh bekerja lebih lama daripada Yuhan disana bersama mereka
Yuhan masuk jadi staff mereka saja sudah susah setengah mati apalagi mau menjelaskan hal tentang Aekyo yang malah akan jadi dampak pencemaran nama baik
Yuhan sadar nama nya sendiri saja belum begitu baik disemua staff