
"Yuhaaan" sapa Nania
"hai Na"
Yuhan mengobrol dengan Nania soal hewan hewannya, lalu berjalan kearah latar rumah Yuhan, tapi disalah satu kandang yang kosong di jejeran kandang paling belakang, Yuhan melihat terisi hewan asing
"eh Na, itu dikandang ada isi nya?" tanya Yuhan
"ahh itu.." jawab Nania bingung mau menjawab
Yuhan bersama Namjoon kearah kandang paling belakang dan melihat disana sudah ada dua pasang hewan baru yaitu harimau
"waah harimau" kata Yuhan
Yuhan pun masuk, tapi Namjoon belum terlalu berani masuk, ia menunggu dilua
Yuhan masuk dan mengusap badan harimau yang tengah duduk santai itu dan ternyata bulunya begitu rontok
"waah banyak kali rambutnya rontok, waah ini juga, pasangan harimau ini sudah sangat tua pasti" kata Yuhan pelan
Nania yang bingung mau mengikuti Yuhan tapi ia takut ia malah jadi keceplosan karna ia tau kekurangannya itu jadi Nania memanggil Jazlyn dan Misilia
Nania menjelaskan kedatangan Yuhan dan menuju kearah kandang harimau paling belakang
Jazlyn dan Misilia akan keluar melihat Yuhan, tapi Yuhan dan Namjoon sudah akan masuk ke rumahnya
"Yuhan.." sapa Misilia
"hai Mi, eh mi, itu peliharaan siapa ya? kandang belakang kan kosong kok ada harimau? Jaz?"
mereka bertiga saling bertatapan dan bingung mau jelasinnya bagaimana tapi mereka tetap harus mengatakan nya kepada Yuhan karna mereka dirumah itu kan untuk Yuhan
jadilah Misilia, Nania dan Jazlyn menjelaskan bergantian hewan siapa dan kenapa disini
ternyata hewan itu masing masing bernama Bowni dan Beckly
masih ingat? siapa Bowni dan Beckly?
dua hewan peliharaan itu adalah hewan, khususnya harimau, milik orang tua kandung Yuhan
Bowni milik Munha
Beckly milik Hajun
lalu bagaimana bisa disana?
jadi balik lagi ke cerita dari Nania, Jazlyn dan Misilia, dimana ketika itu Munha dan Hajun datang dan mengenalkan diri kepada ketiga teman Yuhan sebagai ayah ibu Yuhan
sejak hari itu lah mereka berdua sering datang tapi hanya untuk membantu ketiga teman Yuhan mengurus hewan peliharaan Yuhan
balik kepada hari dimana Munha dan Hajun mendapatkan rumah Yuhan
mereka mendapatkannya dari Boseo, bukan menanyakan pada Boseo tapi mereka mengikuti Boseo
"itu anak Yangsi yang laki laki kan?" tanya Hajun
"wooh, apa iya?"
"iya, kamu lihat saja itu mirip dengan Yangsi"
"kita ikuti dia saja, kita diam disini buat melihat juga Yangsi dan Juan, siapa tau kita bisa temukan rumah Yuhan"
mereka mengikuti Boseo sejak Boseo datang kerumah Yangsi dan Hongjuan
kedatangan Boseo waktu itu untuk menanyakan masalah Yuhan sebenarnya karna pas waktu itu Boseo benar benar baru tau
"maaam?" sapa Boseo baru datang
"Bo, kamu datang? dengan siapa?" tanya Yangsi
"sendiri mam, pap mana mam?"
"pap diatas, baru dari luar sih"
"paaaap" teriak Boseo
"hei, kenapa? kok panggil pap? ada apa?"
"aku datang ada yang mau kutanya"
Hongjuan pun turun, karna mendengar suara Boseo
"yaa pap"
"sama siapa?"
"sendirian, kenapa selalu tanya sama siapa? pap tanya, tadi mam juga"
"yaa kan siapa tau sama pacarmu, atau sama kakak mu" ucap Yangsi
"kakak gak akan pernah mau kesini lagi, bahkan dia sudah memutuskan hubungan adik kakaknya dengan ku mam" kata Boseo
"loh kenapa?" tanya Hongjuan
"kok tanya kenapa kepadaku? ya pada kalian, justru Bo datang buat tanya itu, bagaimana bisa semua terjadi?"
"kamu sudah tau?" tanya Yangsi
"yaa, nuna mengatakan semuanya"
Yangsi menjelaskan lagi dari versinya dan juga versi Hongjuan, mereka menceritakan bagaimana kehidupan Yuhan sebelum lahirnya Boseo
jadi keduanya membenarkan masalah Yuhan dan Boseo bukan adik dan kakak
"aku tidak tau mam mau bagaimana, aku di tempat serba salah, aku belain nuna tapi kalian orang tuaku"
"kamu harus netral, boleh masih mendengarkan Yuhan tapi kami adalah keluarga kandungmu" kata Hongjuan
"iya nak, jangan benci sama kami masalah ini, kamu jangan ikut campur sementara ya" kata Yangsi
"emm, iya mam"
"sama satu lagi Bo, pap minta kamu tetap dekat dengan kakakmu ya, ikuti apapun kemauan dia, jangan kecewakan dia ya" kata Hongjuan
"kenapa gak kalian berusaha buat mendekati hati nuna lagi?"
"itu sudah sangat sulit, bahkan dia tidak hanya kepadamu memutuskan hubungan adik kakaknya tapi kepada kami" jelas Hongjuan
"maksudnya memutuskan hubungan dengan kalian?"
"iya, dia sudah mengatakan untuk tidak akan ada apa apa lagi diantara kami" kata Hongjuan lagi
"disini nih, aku bingung, sisi lain nuna benar loh pap"
"pap tau, makanya pap minta kamu yang jaga kakakmu" kata Hongjuan
semua obrolan dibahas habis disana, untuk itu kenapa Boseo selalu menuruti lebih lagi apapun dikatakan Yuhan termasuk tentang pembalikan nama perusahaan itu
Boseo bergantian menjelaskan semuanya tentang apa yang terjadi diantaranya dengan Yuhan, tentang Yuhan memberikan kantor perusahaan itu sampai membalikkan nama kepada Boseo
"lalu kamu terima?" tanya Hongjuan
"tidak, tapi aku akan pikirkan lagi, karna nuna mengatakan memberikannya padaku agar aku ada pekerjaan tetap saja"
"ya terserah kamu saja kalau begitu" kata Hongjuan
"nuna juga berjanji padaku untuk masih anggap aku adiknya, masih mau menjawab telfonku dan membalas pesan ku"
"ya sudah, yang penting itu, dia mau berhubungan denganmu saja Bo" kata Hongjuan
"ya mam"
"pesan mam juga ini buatmu, mengalah lah saja apapun dikatakan Yuhan ya, Yuhan itu orangnya mudah membenci, dan juga mudah melupakan" kata Yangsi
Yangsi menjelaskan bagaimana sosok Yuhan yang sangat mudah membenci orang mengingat masalah Yuhan dengan Aekyo dulu jadi Yangsi takut Yuhan tak hanya membenci mereka juga tapi juga membenci Boseo
Yuhan juga mudah melupakan, mengingat ia selalu dengan cepat melupakan hubungan lama dengan mantannya dan mudah mendapatkan pria lain yang baru untuk itu kenapa Yangsi dan Hongjuan juga takut jika Yuhan akan melupakan mereka dengan sangat mudah nya juga
setelah semua dibahas, Boseo pamitan pulang, ia akan pergi kerumah Yuhan karna dapat telfon dari Jazlyn untuk membantu nya mengurus ular ular
selama ini memang Boseo selalu membantu Jazlyn mengurus ular milik Yashimi yang dirumah Yuhan karna ular disana sangat banyak jadi tidak mungkin bisa Jazlyn mengurus sendirian
setelah Boseo keluar dari rumah ayah ibunya dan berjalan pergi dari sana dengan mobilnya, Boseo tidak sadar ada yang mengikutinya
sampailah dirumah Yuhan..
Boseo masuk halaman rumahnya yang pagarnya sudah terbuka lebar, Munha dan Hajun melihat dan memerhatikan itu rumah siapa
tapi karna mereka tidak mendapatkan bukti hari itu, Munha dan Hajun mencari tau dengan mengintai setiap harinya rumah itu