You Should Be Me

You Should Be Me
7



"bagaimana? kenapa kamu diam?" tanya Munha


"tunggu sayang, aku juga berpikir"


"apa yang buat kamu susah susah harus berpikir? tidak ada, kamu tinggal bertanggung jawab"


"loh iya aku bertanggung jawab sekali, aku benar akan bertanggung jawab tapi tidak dengan menikahi"


"kenapa? bukankah bentuk tanggung jawab itu ya menikahi?" tanya Munha


kembali lagi diam, ia benar benar tidak mungkin untuk menikahi Munha, ia tidak mau menduakan Sungwan dalam pernikahan


sebenarnya Munha juga tidak mau seandainya sampai pernikahan karna ia tidak mungkin menikah dengan dua pria berbeda, tapi kondisinya sekarang tengah hamil, jalan terbaik mana ya itu akan ia ambil


"tidak mau? kamu waktu melakukan itu, mengatakan akan bertanggung jawab, sekarang kamu diam? gak habis pikir aku" kata Munha


Hajun masih diam, ia bingung kemana ia ambil keputusan


"gak paham aku sama kamu sekarang Hajun, aku akan mengambil keputusan sendiri, kamu hanya diam, itu tidak menyelesaikan masalah kehamilanku" kata Munha


"keputusan sendiri apa yang kamu akan ambil?" tanya Hajun


"aku akan menggugurkan kandungan ku" kata Munha


"aaaargh hei, jangan, itu terlalu berbahaya Munha, bahaya pada dirimu juga akan berdampak"


"ya lalu apa? apa keputusan darimu? kamu tidak bisa menjawab juga kan?" tanya Munha kesal


"aku hanya bingung"


"bingung?" bentak Munha lagi


"tunggu, sabar lah dulu, jangan cepat marah dan emosi"


Munha mulai menurunkan panas dikepalanya karna sikap Hajun didepannya sekarang yang tadinya yakin malah sekarang menjadi canggung dan ragu


"Munha.. ada yang harus aku jelaskan soal aku, dan ini mungkin akan berdampak pada hubungan kita bahkan bayi ini" kata Hajun


"apa?" tanya Munha yang mulai sedikit lebih baik


Hajun menjelaskan perlahan ada Munha bahwa dirinya sebenarnya sudah menikah dan memiliki dua anak


ia mengatakan tidak mungkin jika ia harus menikah lagi diam diam apalagi didepan mereka


"dan itu akan sangat menyakitkan bagi istriku" kata Hajun


"kamu..." ucap Munha


Munha yang mulai sedikit lebih baik, mulai mengatur napas dan mulai bersabar, malah jadi kembali dibuat kecewa


"maafkan aku" kata Hajun menunduk


Munha berpikir lagi, untuk apa ia marah? bukankah sudah sama? Munha juga dibelakang Hajun telah menikah jauh sebelum perkenalan mereka


Munha mulai menarik napas, dan jauh lebih tenang, ia pun menjelaskan siapa dirinya didepan Hajun juga


tentang pernikahannya, tentang anaknya dan tentang kehidupan pribadinya


"ini alasan kenapa aku tidak keberatan kita harus menutupi hubungan dari luar" kata Munha


"kamu..?"


"jangan marah, aku sudah memaafkan mu karna aku tau aku pun melakukannya"


"jadi selama ini"


"yaa.. bagaimana kelanjutannya aku terserah padamu, aku tengah hamil, aku tidak tau mau ambil keputusan apa, keputusan aku akan ambil jika kamu sendiri tidak tau ya menggugurkannya" kata Munha


"biarkan aku berpikir dan diam lah sebentar" kata Hajun


Hajun malah kembali terdiam, Munha malah jadi ikut diam, keduanya sama sama berpikir jalan keluar


"kita disituasi salah, seharusnya kita saling terbuka sejak awal" kata Munha


"apa kamu menyesal?"


"entahlah, aku juga tidak paham pada diriku"


diam dalam beberapa menit lagi.. ketika bersamaan, mereka memiliki pikiran yang sama, bagaimana jika mereka menemui Yangsi saja


"ahhh Yangsi" jawab keduanya bersamaan dan saling tatap


"bagaimana kamu berpikir itu?" tanya Munha


"aku kepikiran dia saja, kita pertama bertemu di acara dia" jawab Hajun


"kita tidak membawa dia dalam hubungan kita loh, bahkan dia tidak tau, jangan bilang kalau kamu datang untuk meminta tanggung jawab" kata Munha


"aku berpikir saja menemuinya untuk meminta masukan jalan keluar Munha"


mereka tidak menghubungi lagi Yangsi jika akan kerumahnya, dan mereka langsung datang bersama


"aku bawa baby Bowni ya" kata Munha


"oh iya sudah bawa saja, aku juga akan bawa Beckly


mereka membawa anak harimau masing masing, lalu menuju ke arah parkiran mobil


"memakai mobil siapa pergi?" tanya Munha


"mobilku saja, gak masalah"


"yasudah, aku akan memanggil montir untuk membetulkan mobilku"


"kenapa mobilmu?"


"rem nya rusak, aku takut dijalan berbahaya"


mereka jalan menuju mobil Hajun, tapi setelah sama sama masuk, mobilnya tidak menyala, Hajun melihat ke takaran bensin ternyata ia lupa belum mengisi


"astaga, aku lupa" kata Hajun


"ada apa?"


"bensinku kosong, tadi aku mau beli sebelum aku kesini tapi aku kepikiran kamu menunggu"


"lalu bagaimana?"


"pergi naik taksi saja, ayo"


"yasudah lah ayo"


mereka malah jadi naik taksi, dan menuju rumah Yangsi, sesampainya..


mereka membawa hewan peliharaan keduanya untuk masuk kekandang yang ada pas disamping rumah Yangsi


karna mereka berdua sudah biasa setiap membawa hewan peliharaan mereka, mereka akan langsung memasukkan ke kandang khusus milik Yangsi yang sengaja Yangsi sediakan


"Munha.. Hajun.." sapa Yangsi keluar dari pintu belakang


"Yangsi, aku ada perlu, tunggu, biarkan Bowni dan Beckly masuk" kata Hajun


"tumbenan kalian datang berdua, ada apa ya?"


Munha mendekati Yangsi dan masuk bersama disusul oleh Hajun, mereka berbasa basi dulu, karna tidak mungkin kan membahas langsung atas kehamilan Munha


"kami main main, sekalian lewat, ada perlu" kata Munha


"tumbenan bareng, aku tidak dengar suara mobil didepan"


"iya kami membawa taksi" jawab Hajun


"ehh tunggu, aku buatkan minuman buat kalian, tunggu yaa, tahan"


"okeh"


membuatkan suguhan kepada kedua temannya, di dapur, Yangsi melihat ada yang aneh dengan badan Bowni, peliharaan Munha


jadilah ia meninggalkan dulu minuman buatan nya untuk Munha dan Hajun untuk ia pergi melihat Bowni


Yangsi adalah seorang dokter hewan, ia tau semua hal tentang medis hewan apalagi harimau, mengingat Yangsi sangat menyukai harimau dibandingkan hewan buas lainnya


ketika memeriksa dan menyentuh perutnya, Yangsi tau itu sedang hamil, ia kaget mengetahui itu kenapa tidak Munha memberitahunya


Yangsi langsung menuju kearah Munha dan Hajun yang duduk diruang tengah rumahnya


"hamil ya? kenapa gak bilang?" tanya Yangsi


"wooah" ucap keduanya kaget


"tunggu, biar dijelaskan bentar lagi"


Yangsi kembali ke dapurnya dan mengambil minumannya


Munha menoleh kearah Hajun, seolah penuh pertanyaan, Hajun menggelengkan kepalanya tanda tidak tau


"kamu kali yang mungkin mengatakan lebih dulu kan?" tanya Hajun berbisik


"enggak ada ya, sama sekali aku gak ada bilang apapun" jawab Munha lagi dengan berbisik juga


"ini, minuman kalian, minumlah, aku sampai lupa kalau membuatkan kalian muinuman kan" kata Yangsi


Yangsi berjalan lagi kearah Munha dan Hajun, keduanya langsung diam dan tidak membahas apapun tapi mereka mencoba tenang


ternyata Yangsi membahas soal hamil itu yang dimaksudnya adalah kehamilan Bowni bukan Munha