
ia kembali lagi dengan status baru yang bahkan semua staff dalam dorm itu tau dirinya adalah bagian dari mereka juga
setelah Yuhan masuk dari halaman kearah pintu utama, semua terasa beda memang, entah apa membuat berbeda, tapi yang pasti semua terasa lega ketika membedakan Yuhan masuk ke dorm bangtan dulunya dan sekarang
tapi ketika Yuhan berdiri di latar depan dorm itu dan menoleh kearah pagar dorm, ia kaget karna melihat ada seseorang memerhatikannya dari sana dan ketika Yuhan menoleh, seseorang itu langsung pergi
"eh siapa dah" ucap Yuhan
"kenapa kamu?" tanya Tanwoo
"tadi ada seseorang disana, siapa dah"
"ahh biasa itu, palingan temanmu"
"temanku? apa nya?"
"sasaeng, kan biasa sasaeng begitu"
"enak aja temanku"
"lah kamu kan juga sasaeng"
"tapi bukan temanku itu"
"yaaa ya okeh lah, eh memang kemana satpam?"
"tidak ada didepan"
"waah gimana sih, kebiasaan ini" kata Tanwoo
"yaudah biar aku duduk disini saja, nunggu satpamnya, mungkin dia ke toilet"
"ya sudah, aku ke agenci dulu ya, hati hati loh, awas disini banyak cctv, jangan mencurigakan"
"iya, apa sih ih"
Yuhan duduk didepan sana sembari berjalan kearah pagar depan sesekali mencari siapa orang tadi yang mencurigakan itu tapi tak lama satpan datang
"kenapa nuna?" tanya satpam
"ada orang mencurigakan tadi, dari mana kamu?"
"toilet, iya aku lupa, tapi sebentar kok, sudah tinggalkan saja, sudah ada aku, aku selesai"
"iyaa"
baru juga duduk lagi di ruang tamu, Yuhan disambut oleh seekor anjing yang tidak asing baginya, anjing bernama Holy itu adalah peliharaan milik Yoongi
Holy sebelumnya tidak ada di dorm tapi dirumah orang tua Yoongi tapi dikembalikan kepada Yoongi karna sempat sakit dan Yoongi tidak bisa fokus merawatnya
Yuhan langsung didekati oleh peliharaan Yoongi itu, karna anjing bernama Holy memiliki insting untuk tau jika Yuhan adalah pecinta hewan
"hai baby, waah akhirnya aku bertemu kamu baby" ucap Yuhan
Yuhan malah terlena bermain main dengan anjing itu, Taehyung yang baru keluar dari kamarnya akan ke ruang tamu untuk sekedar duduk santai tapi malah tidak sengaja melihat Yuhan bersama Holy bermain sangat dekat seperti sudah kenal lama
pemandangan itu akan menjadi hal aneh bagi Taehyung dan member lain selain Namjoon karna Namjoon tau siapa Yuhan sedangkan yang lain tau hanya sedikit hal tentangnya
"baby? siapa kamu panggil?" tanya Yoongi yang juga datang ternyata melihat Yuhan bersama peliharaannya
"dia, anjing ini" kata Yuhan
"kenapa memanggilnya baby?"
"ahh, aku terbiasa memanggil banyak hewan sebutan itu"
"banyak hewan?"
"iyaa, aku penyuka hewan juga kok, aku banyak hewan peliharaan dirumah"
"ohh ya? berapa?"
"banyak"
"ahh, iya aku ingat, iya aku tau kamu pasti suka sama hewan, aku tau dari Hyun" jawab Taehyung
"emm, memang aku begitu menyukai hewan"
"apa saja peliharaanmu?" tanya Taehyung
"singa, serigala, harimau dan ular"
"wooh"
"Yuhan? ahhh lama nya kau, ada kah titipan ku?" tanya Hyunsoon
"ahh astaga maafkan aku, ini" kata Yuhan
"ayo"
Yuhan malah jadi lupa kan atas tugasnya mengantarkan file, Yuhan pergi ke ruangan Hyunsoon, tapi Holy malah tidak berhenti mengikutinya kemana mana ia pergi bahkan sampai membuat Yoongi jadi cemburu karna tidak biasanya Holy begitu kepada orang asing
setelah urusan selesai, Yuhan akan pergi berpamitan, Holy melompat dan meminta dalam pelukan Yuhan, Yuhan menurutinya sampai akhirnya Yuhan benar harus pergi tapi terlihat sayup mata Holy melihat kepergian Yuhan
bahkan sehari bertemu itu, mampu membuat Holy kehilangan ketika Yuhan berpamitan
"ada yang salah" kata Yoongi
"apa?" tanya Hyunsoon
"aku harus menyembunyikan Holy setiap kali Yuhan nuna kemari, aku akan mengurungnya"
"memang kenapa?" tanya Taehyung
"yaa lah, kau lihat bagaimana Holy sehari ini ada Yuhan nuna, apalagi sampai sering bertemu"
"jiwa penyayang hewan dia itu sangat tinggi memang" kata Hyunsoon
"ehh memang benar dia memelihara apa tadi disebutin, ada singa, harimau, serigala?" tanya Taehyung pada Hyunsoon
"ahh iya memang, ada lagi dan ular paling banyak sih peliharaannya"
"memang benar itu semua?" tanya Yoongi lagi
"emang benar, sungguh itu, dirumahnya benar benar ada"
"ularnya berapa ukuran?"
"ahh, setengah badan manusia, itu spesies paling besar, panjang, bisa saja memangsa manusia"
rasa penasaran Yoongi curahkan disana menanyakan kebenaran kepada Hyunsoon mengingat yang pertama kenal Yuhan itu Hyunsoon dan Namjoon
dari sini Yoongi malah menjadi takut untuk melepas Holy ketika Yuhan datang, ia takut pamor nya sebagai pemilik Holy akan kalah dari jiwa ke-hewan-an dari seorang Yuhan
"waah bahaya, Holy baru datang ke dorm barengan sama nuna datang pula" kata Yoongi menggerutu
"ahh iya juga, tapi gak masalah lah hyung, kan Yuhan juga masih staff kita, staff mu juga" jawab Hyunsoon
"tapi bener kuatir yaa jadinya" sambar Taehyung
"ahh bukannya sejak awal kamu setuju pada nuna itu? kamu sudah mempercayainya kan?" tanya Yoongi
"iya gak gini juga kan, was was aku hyung" jawab Taehyung
"sudahlah tak apa, Yuhan akan sering dan diam di dorm kedepannya, mau menyembunyikan bagaimana kan" jawab Hyunsoon
tapi tidak dengan Taehyung sebenarnya, ia malah jadi penasaran, ia berpikir sejak tadi dalam hatinya bagaimana jika ia akan sengaja melepas Yeontan (anjing peliharaan Taehyung itu) untuk melihat bagaimana reaksi Yuhan dan Yeontan
hari berganti..
Yuhan dan semua staff agenci, sibuk urusan masing masing, sementara bangtan sibuk urusan sendirinya juga untuk comeback nya
saat Yuhan selesaikan tugasnya lalu pergi ke ruangan Kwan untuk urusan pekerjaannya, sekembalinya ia di meja kerjanya, ia sudah mendapati setangkai bunga merah tanpa ucapan apapun dan tanpa petunjuk apapun
Yuhan menoleh kanan kiri nya tapi tidak ada yang membuatnya curiga
lalu menanyakan ia kepada Haneul yang duduk disampingnya kanannya dan juga staff lain disebelah kirinya
"eoni, siapa menaruh bunga ini?" tanya Yuhan
"bunga? wooh tidak tau" jawab Haneul
"kau juga tidak tau?" tanya Yuhan pada staff sampingnya yang lain
"tidak tau, aku baru duduk disini eoni" kata staff itu
"memangnya ada bunga? dimana kok aku gak tau?" tanya Haneul
"dikursi dudukku"
Haneul seperti tidak asing dengan bunga itu tapi ia lupa benar benar tidak mampu mengingat apapun
Yuhan meletakkannya dimeja kerjanya karna berburu untuk laporan lanjutan, tidak terlalu mau memikirkan tentang siapa yang mengirim bunga itu karna membuang waktu