
"gimana nuna?" tanya Boseo
"nuna baik"
"maafkan aku ya kemarin, mungkin kalian tengkar pas itu aku telfon ya"
"tidak masalah kok Bo"
"aku hanya ingin kamu kasih kabar saja padaku, tolong berikan aku kabar saja tentang nuna, aku kuatir keadaannya"
"kenapa kuatir?"
"kok kenapa? dia kakakku loh"
"kan bukan?"
"tapi aku menganggapnya masih kakakku Nam"
"emm"
"sama sekali Nam, aku tidak ada maksud apapun kepada kalian, kepada nuna apalagi kamu, aku hanya ingin tau kabar nuna"
"iyaa aku paham"
Yuhan mendengar itu langsung memeluk Namjoon, tapi baru beberapa detik memeluk, beljm satu menitpun, Yuhan mendengar permintaan Boseo kepada Namjoon agar Namjoon membantunya terus memberikan kabar kepada Boseo tentang Yuhan
Yuhan melirik kearah atas untuk melihat wajah Namjoon, karna ingin tau apa yang dijawab Namjoon dengan permintaan Boseo itu
"gimana? bisa? aku gak akan ganggu lainnya kok, aku hanya mau kabat saja" kata Boseo
"maaf Bo, tapi kurasa aku tidak bisa, Yuhan keberatan, aku tidak bisa memaksakan"
"diam diam saja"
"meskipun diam diam, aku tidak akan membantu apapun, aku terlalu banyak masuk ke urusan privasi Yuhan"
"bantu lah aku, aku mohon"
"maaf, terakhir aku bilang sama kamu Bo, aku lebih memilih kehilangan kepercayaan orang lain dibandingkan aku kehilangan Yuhan" kata Namjoon
"jadi kamu tidak bisa?"
"maaf"
"Yuhan akan marah padaku, beberapa hari diami aku, aku belum siap untuk itu, apalagi aku harus kehilangan dia karna terlalu masuk dalam urusannya
"memangnya kenapa sih? toh kamu ada hak kan, niat kamu dan aku gak buruk kok, baik kok" kata Boseo
"tapi aku tidak mau kehilangan Yuhan"
"hubungannya apa kamu kehilangan sama membantu ku?"
"karna Yuhan sudah mengatakan jika ia menerima kamu dan orang tua mu juga orang tua nya, artinya aku dan Yuhan selesai" jelas Namjoon
"nuna mengatakan begitu?" tanya Boseo
"iya, Yuhan sendiri"
"tidak, tidak mungkin, mungkin kamu yang mau menolak membantuku kan?"
"dia benar" sambar Yuhan
"nuna?" ucap Boseo kaget
"dia mengatakan itu, memang benar, tidak dia buat buat untuk alasan menolak membantumu tapi aku memang mengatakannya seperti itu" kata Yuhan
"kenapa kamu ada disini?" tanya Boseo
"kamu lupa aku dan Namjoon tunangan, jadi dimana ada Namjoon pastilah ada aku" kata Yuhan
"nuna.. kenapa masih keras sih? aku harus lakukan apa demi kamu, apapun deh aku mau" kata Boseo memohon
"kamu hanya perlu melakukan untuk tidak mengganggu ku dan Namjoon, jelas kan itu?"
"tapi hanya Namjoon yang bisa ku mintai bantuan"
"bukan, bukan Namjoon, sekarang hubungan aku dan Namjoon ada pada sikapmu, aku akan meninggalkan Namjoon, kalau kamu masih saja merayu nya untuk membantumu, apalagi sampai Namjoon benar benar membantumu" kata Yuhan
"tapi nuna.."
belum selesai bicara, Yuhan menutup telfonnya, lalu menatap kearah Namjoon
"cinta lah, buktinya aku diam" kata Namjoon
"hape ini aku pegang, kamu masih ada hape untuk kerja satunya kan"
"iya ada"
"pakai itu saja, kurasa kamu hanya butuh komunikasinya dengan kerjaan dan keluarga"
Namjoon menurutinya saja karna ia tidak mau masuk dalam masalah baru karna bertengkar dengan Yuhan
Namjoon merapikan meja kerjanya disana sembari berkata..
"harusnya kamu lihat Boseo, yang nyatanya bukan siapa siapa kamu, kurasa dia akan menerima kamu dalam segala hal melebihiku kan" kata Namjoon
"gak mesti begitu kok" kata Yuhan
"aku merasakan kok kalau dia begitu tulus kepadamu, benar benar peduli padamu"
"lupakan" kata Yuhan singkat
Namjoon menarik napasnya, mencoba lebih sabar dan lebih bisa menerima keputusan Yuhan dalam bersikap, Namjoon mulai mengikuti arah pikiran Yuhan tentang Boseo tidak perlu ia bantu, toh Boseo bukan siapa siapa Yuhan, Yuhan juga keberatan Namjoon ikut campur urusannya
jadi tidak ada salah Namjoon jika Namjoon bersikap untuk tidak mau tau lagi tentang keluarga Yuhan siapapun itu
disini Namjoon menarik napasnya lalu melepaskannya perlahan dan mendekati Yuhan lalu memeluknya lagi
"i love you" ucap Namjoon
"love you too, Nam" jawab Yuhan mencium bibir Namjoon
"wooh? kenapa?" tanya Namjoon menyentuh bibirnya yang barusaja dicium Yuhan
"karna mencintaiku dan menurutiku"
"ahh, selalu aku akan melakukan itu selagi buat kamu bahagia sayang"
mereka lanjutkan mengobrol
hari berlalu..
mereka berdua harus kembali kepada kesibukan mereka, Namjoon berangkat lebih awal sedangkan Yuhan agak siangan karna ia akan pergi ke laundry dekat rumah barunya
"hai eoni" sapa Dajin
"hai, emm, Dajin kan?"
"haha iya, masih ingat"
"iya dong, eh itu sudah saya kasih yang kotornya ke staff mu, nanti kirim ya"
"okeh"
Yuhan langganan di laundry itu, seperti langganannya di laundry dekat rumah lama nya tapi bedanya kali ini ia selalu memberikan nama Unji untuk pembayaran laundry, yaa tetap pakai uang Yuhan tapi atas nama Unji saja
setelah selesai laundry.an milik Yuhan, Dajin sengaja mengantarkannya sendiri, Dajin mengantarkan kiriman cuci laundry milik Yuhan yang sudah selesai
Dajin sengaja mengantarkannya sendiri setiap kali Yuhan mengirimkan laundry nya, ia sengaja karna ia menyukai Unji, ia dan Unji sering mengobrol setiap ia mengirimkan laundry bersihnya
dianggaplah mereka tengah pendekatan karna Unji juga cukup sering menghampiri Dajin di tempat kerjanya bahkan pernah mengajaknya makan diluar bersama
itu sudah tanda jika keduanya (Unji dan Dajin) sama sama memiliki perasaan satu sama yang lain hanya saja mereka belum memastikan hubungannya untuk lebih serius misalkan berpacaran atau lainnya, masih menikmati hubungan pertemanan (friendzone) yang nyaman (semacam TTM)
setelah selesai, seperti biasa, Yuhan balik kerumahnya lalu bersiap siap untuk pergi bekerja
hari dimulai dimana kesibukan bangtan semakin menjadi jadi, jarang ada waktu bersama Namjoon dan Yuhan sibuk pekerjaan masing masing
memang jadi resiko berpacaran dengan pria yang berprofesi idol, selain ia harus bisa mengalah soal waktu karna akan jarang bertemu
tapi juga harus rela tidak di akui sama sekali di hadapan publik bahkan hanya orang tertentu yang boleh tau hubungan mereka
itu membuat Yuhan merasa dirinya cukup bebas, ia seperti gadis single ketika waktu jatah libur berbeda dengan bangtan jadi tidak bisa jalan bersama Namjoon jadi berasa single
dan itu juga jadi alasan Yuhan sering bertemu diam diam dengan Heechul
Heechul? yaa, dia..
Yuhan sering sekali jalan berdua dengan Heechul akhir akhir ini, entah kenapa tiba tiba saya Yuhan terasa lebih nyaman bersama Heechul
Heechul cukup banyak waktu untuk Yuhan, perhatian, dan sering mengajaknya jalan bahkan Heechul memperlakukan Yuhan sangat spesial dibandingkan Namjoon memperlakukan Yuhan