You Should Be Me

You Should Be Me
100



waaah.. guys.. gakerasa udah eps 100 aja..


makasih buat yang stay for this story


sehat sehat terus ya buat kalian


maafkan beberapa typo yang mungkin susah dimengerti


masih kuat kan baca?


yuk lanjuuuut..


.


.


Yuhan memisahkan juga sembari menjelaskan yang mana untuk Jazlyn, Nania, Misilia, bahkan Yuhan membelikan dua pasang baju couple dan topi dan kacamata semua couple untuk Boseo Naryu dan Hyuni Jiwook


tentu membawakan ayah ibunya oleh oleh lebih banyak dari yang lainnya, baju couple, topi, sepatu, kacamata, dan snack semua lengkap


Yuhan menjelaskan ini semua ia beli tanpa menyentuh anggaran dari pihak agenci


pihak agenci memberikan anggaran untuk Yuhan, Yuhan tetap pakai untuk membeli keperluannya seadanya saja


"untukmu apa?" tanya Seokjin


"untukku ini, snack, untuk dijalan kita balik"


"waaah bagi lah nanti nuna" sambar Jungkook


"gampang, tapi nanti loh"


"siap hehe"


mereka persiapan pulang, masuk dalam pesawat, sayangnya Yashimi terlambat akan mengantarkan Yuhan ke bandara jadi tidak bisa mengantarkannya


Yuhan pergi balik ke korea dan sampailah di korea, tapi ia harus menunggu di dorm


karna mereka sampai di dorm jam satu malam jadi harus menunggu sampai paginya baru bisa pulang


saat Yuhan sudah bersiap siap untuk tidur, akan masuk kekamar nya bersama Haneul dan Sunmi, Namjoon menahan nya


"Han" sapa Namjoon


"ahh? kenapa?"


"besok ku apartemen ku saja ya"


"oh, tapi aku mau kasih bawaan ku kan, mau kubagikan besoknya"


"ahh ayolah"


"iya udah, tapi siangnya aku akan pergi mengantarkan semua nya besok nya"


"iyaa iya, penting kamu kr apartemen besok"


"iya udah lah, gampang deh, itu besok, kamu tidur gih"


"iyaa"


Yuhan menyuruh Namjoon pergi tidur karna perjalanan mereka tempuh tadi sangat lama dan menguras banyak tenaga, Yuhan juga pergi tidur


paginya..


Yuhan persiapan akan pergi..


"aku pergi duluan ya nuna" sapa Sunmi pada Haneul dan Yuhan


"iya, hati hati Sun" jawab Yuhan


"eh ya Yuhan, kamu balik ke daerah rumah mu? aku arah kesana, ayo bareng" kata Haneul


"ahh, oh kamu kearah sana? tapi aku ke.. rumah ayah ibuku sih"


"dimana? arah kesana juga kah?"


"beda sih arahnya" jawab Yuhan


"bahh, kupikir enak bareng kita"


jadilah Haneul pergi duluan, lalu disusul beberapa member lainnya juga mulai pergi masing masing


Namjoon menyapa Yuhan saat Yuhan ke dapur untuk makan dulu sebelum pergi


"Han, aku pergi duluan deh ya" kata Namjoon


"oh iya Nam"


"aku tunggu beneran di apartemen, kamu bawa kan kuncinya?"


"iya bawa kok, selalu, gampang lah, sana deh duluan, biarkan aku makan dulu"


"ya sudah"


Yuhan makan dulu saat Namjoon sudah balik, setelah makan, ia bersiap siap pulang tapi Kwan baru datang


"Yuhan, mau balik?" tanya Kwan


"eh iya oppa, ini mau balik"


"lahh, aku antar dulu yuk"


"ahh buat apa?"


"loh kok buat apa, ya aku antar, kamu pasti capek kan"


"emm tapi"


"ayo, gakpapa, aku baru datang tadinya mau mengurusi kerjaan, tapi gak masalah"


"tapi aku mau kerumah ayah ibuku"


"ahh, dimana? kearah sama?"


"kenapa balik kesana?"


"oh ini mau antarkan buat ini, buat oleh oleh dari aku belikan dari jepang"


"ahh sayang nya, alu antar deh, kamu pasti capek"


"ahh tidak oppa, tidak masalah aku sendirian"


"benar nih?"


"iyaa"


Yuhan jadi pergi sendirian, sampai parkiran motor di apartemen sana, salah satu staff menyapa Yuhan


"nuna, biarkan ku bantu" kata satpam


"ahh, tidak pak, biarin saya"


"oh saya disuruh oleh Namjoon hyung"


"oh, disuruh Namjoon"


satpam itu menjelaskan bahwa Namjoon menyuruhnya membantu Yuhan, sampailah dikamar..


dalam lift, sesekali staff itu melirik arah Yuhan, ia mengingat, gadis itu memang pernah ia lihat tidur di sofa depan televisi apartemen Namjoon


yaa, ia ingat betul saat itu gadis yang sama dengan gadis disampingnya itu saat tidur, ia tau karna ia saat itu staff yang mengurus toilet Namjoon yang macet


ia menjadi yakin mungkin ini adalah pacar Namjoon karna terasa sangat beda aura nya jika itu adalah keluarga atau hanya teman biasa


setelah sampai depan kamar..


"sudahlah tinggalkan disini saja" kata Yuhan


"baik nuna"


"eh apa kamu dibayar?"


"sudah nuna, ini sudah masuk kantong untuk uang saya bantu nuna hehe"


"oh yaudah"


Yuhan membuka pintu dan memasukkan barang...


beberapa kali tidak ada sahutan, tumbenan, biasanya Namjoon sekali dipanggil langsung menjawab dan membantunya


"Nam?" panggil Yuhan beberapa kali


merasa heran juga masih kenapa Namjoon menyuruh satpam itu membantu Yuhan biasanya Namjoon yang membantu Yuhan membawakan barangnya nanti masuk


melihat sekeliling dan dikamar ternyata Namjoon sudah tidur


"astaga, dia tidur, pasti kelelahan" kata Yuhan


Yuhan menyentuh leher dan mengecek suhu tubuh Namjoon, takutnya terjadi sesuatu tidak diinginkan tapi normal meskipun sedikit hangat


"kamu datang?" tanya Namjoon


"iyaa, kamu kok bangun, tidur sana, aku hanya mengecek saja kok suhu tubuhmu, takutnya kamu demam"


"enggak kok, alu hanya capek Han"


"yaudah sana tidur, aku siapkan buah buat kamu"


Yuhan mengurus makanan buah buahan untuk Namjoon, lalu membangunkannya, menyuapinya, dan mengurus Namjoon karna ia takutnya malah Namjoon jadi sakit karna badannya barusaja ia sentuh agak hangat


"ayo jangan tidur dulu Nam" kata Yuhan


"apa lagi?"


"ini, aku bersihkan badanmu, kamu tidak mandi kan?"


"mandi tadi pagi kan di dorm"


"iya di dorm, ini sudah sore loh, sini aku bersihkan"


Yuhan dengan sabar mengurus Namjoon, menyeka badan Namjoon, lalu menyisirkan rambut Namjoon, tadi juga sudah menyuapi makan buah, baru membetulkan posisi tidur Namjoon agar lebih nyaman


"naah enak kan?" tanya Yuhan


"emm" jawab Namjoon tersenyum


"udah, tidur lagi dah"


saat Yuhan akan pergi, Namjoon menahan tangannya


"Han" panggil Namjoon


"mau apa lagi?" tanya Yuhan dengan perhatian


"tidak, aku hanya mau bilang, makasih ya mau jadi pacarku"


"berapa kali kamu mengatakan itu?"


"iya aku bahagia lah kamu mau jadi pacarku kan kebanggaan, apalagi kmu mengurusiku seperti ini"


"hehe iya sudah, sana tidur"


"jangan marah karna cemburu nya aku ya" kata Namjoon


"iya iyaa aku paham kamu"


"iyaa udah"


"sana tidur, selamat tidur"


"iyaa"


malamnya, Yuhan juga tidur disamping Namjoon, ini hal pertama untuk Yuhan tidur satu ranjang yang sama karna sebelumnya ia meskipun tidur satu apartemen atau satu ruangan tapi tidak pernah satu ranjang yaa meskipun gak ngapa-ngapain


pagi berikutnya, Yuhan bangun dan mengurus makan paginya baru membuatkam roti untuk Namjoon