You Should Be Me

You Should Be Me
223



keduanya teman mereka tidak ikut karna Jazlyn tidak suka ke toko buku tapi tidak mungkin kan ikut dengan Heechul


sama dengan Leeteuk yang lebih menyukai buku buku tapi jelas semakin tidak mungkin ikut dengan Yuhan meskipun ditawari oleh Yuhan untuk ikut apalagi tidak ada Heechul


jadilah mereka duduk berdua dibangku pinggiran toko, Yuhan dan Heechul pergi masing masing


Yuhan masuk ke toko buku, tidak seperti toko buku kebanyakan, yang cukup luas, ini sedikit lebih sempit


ia masuk pertama dan dua pria masuk juga setelahnya tapi Yuhan tidak peduli dua pria itu siapa yang masuk padahal satu dari dua pria itu adalah Namjoon


Yuhan naik ke atas bangku kayu yang sengaja dipakai untuk pijakan kaki bagi costumer yang tinggi nya kurang, jadi bisa dipakai untuk ambil yang atas


tiba tiba dari luar ada yang memanggil sebutan "bro"


ya jelas dua pria itu yang menoleh, Yuhan tidak karna merasa panggil itu untuk ditujukan pada pria


tapi Namjoon yang ikut menoleh ke kanan karna yang memanggil dari kanan, langsung menoleh lagi kekiri untuk memastikan ternyata bukan memanggilnya


tapi ketika menoleh ke kiri, ia melihat buku yang sangat ia cari cari tepat di rak paling atas didepan Yuhan tapi Namjoon belum tau itu Yuhan


"nuna, bisa minta tolong ambilkan buku sampul orens diatas mu itu?" tanya Namjoon


"mana? ini?" tanya Yuhan menunjuk tapi tidak menoleh


"iyaa, bisa?"


"iya bisa, ini"


Yuhan saat akan memberikan buku itu dan baru menoleh, ia kaget ternyata itu adalah Namjoon, Namjoon juga kaget ternyata gadis itu Yuhan


ketika Yuhan memberikan buku itu dan akan turun dari pijakan kakinya malah hampir terjatuh, beruntung ia jatuh pada pelukan Namjoon dan mereka pun saling bertatapan dengan sangat dekat


disini dimana keduanya saling bertatapan tapi hanya diam dan tidak bisa berkata kata padahal keduanya sama sama ada yang mau mereka katakan


"aduh, ayo bicara dong Yuhan, kamu kan mau minta kartu akses dan kunci apartemen pribadi mu yang ada pada dia, kenapa malah diam?" gerutu Yuhan dalam hati


"aku padahal ingin sekali mengatakan, kalau aku sudah bisa mengangkatmu dan menggendongmu, Han" gerutu Namjoon dalam hati


dimana keduanya masih dalam pelukan dan masih saling menatap satu sama lainnya


tapi sadar ketika ada seseorang dari luar yang memanggil pacarnya sedikit keras sampai terdengar dari dalam


Yuhan kesusahan mau turun dibantu oleh Namjoon turun dengan mengangkat tubuh Yuhan agar turun lebih aman tidak terjatuh


Yuhan pun pergi dan meninggalkan tempat tersebut tanpa berpikir panjang lagi


Yuhan balik ketempat Leeteuk dan Jazlyn menunggunya, ia duduk dan diam disamping Jazlyn


"loh, sudah? kamu dapat apa ke toko buku?" tanya Jazlyn


"ahh, tidak ada buku yang kucari sih"


"oh"


Yuhan duduk dan terdiam, lalu berpikir ulang kenapa terasa ada yang ganjil dengan pertemuan tadi


dan Yuhan langsung sadar yang ganjil tadi ketika Namjoon bisa mengangkat tubuhnya dengan mudah padahal dulunya kan Namjoon tidak bisa mengangkatnya


sedangkan Namjoon, mendapatkan buku dicari nya, lalu membayar, keluar, dan duduk dibangku yang ada diluar toko buku itu sembil memikirkan tatapan Yuhan


entah perasaan datang dari mana, Namjoon seketika merasa ia seperti masih ada kesempatan memiliki Yuhan kembali


tapi tak hanya itu, Namjoon langsung jadi teringat jika ia masih memegang kartu akses bahkan kunci kamar apartemen milik Yuhan


setelah dari myeongdong, baliknya Namjoon ke dorm lagi, ia langsung mencari ia menyimpan kartu akses dan kunci kamar itu tapi tidak ada di agenci


tapi kemana, ia lupa menaruhnya, dan saat mengingat, ia mengingat ada di apartemennya, tapi apa masih ada di apartemen itu? apartemen nya kan sudah ia jual dan sudah ada yang menempati malah


tapi Namjoon tetap memutuskan balik saja ke apartemen, menanyakan pada staff disana tentang kamar lamanya dan yang ia cari tapi tidak ada yang tau


"Moonjang?"


"iya pak, saya kesini kebetulan pas hari ini saya ambil tanda tangan keterangan untuk pengalaman bekerja"


"loh, kamu sudah gak bekerja disini?" tanya Namjoon


"kan sudah lama pak, ada hampir sebulan, ini masih cari cari lagi"


"oh iya? waah baru tau, kenapa masalahnya kamu?"


"banyak pak, kurang cocok sistem gajinya, gak pasti, saya kan butuh uangnya pasti"


"iya sih, sayang sekali ya"


"pak Namjoon ada apa pak kok kesini, saya dapat kabar kata teman saya, pak Namjoon menjual apartemen disini kan?"


"oh sebelum saya pergi berarti ya?"


"iya, pak Namjoon pergi dapat dua bulan baru saya berhenti bekerja"


"terus pak, ada urusan balik lagi ada apa?" tanya Moonjang


"iya, cuma ada barang yang mau saya cari, tapi saya lupa"


Namjoon menjelaskan ia lupa membawa semacam kartu sim card dan kunci kamar apartemen juga, terakhir dia ingat dikamar


seketika itu Moonjang ingat, ia yang membersihkan kamar Namjoon pas ketika Namjoon telah meninggalkan apartemennya itu dan menjualnya


Moonjang yang membersihkan kamar itu memang mendapatkan yang dicari Namjoon


"serius? terus dimana?" tanya Namjoon


"di rumah ibu saya pak, saya gak bawa"


"bisa tidak saya ikut kamu mau ambil itu?"


"bisa pak, tunggu ya"


Moonjang dan Namjoon pergi ke rumah orang tua Moonjang, sesampainya, Moonjang benar mengambilkan barang itu dan memberikannya kepada Namjoon


Namjoon akhirnya mendapatkan kunci itu dan sebagai gantinya, Namjoon membantu agar Moonjang dapat pekerjaan baru


Namjoon menawari pekerjaan di kantor agencinya apalagi kantornya kan butuh beberapa lagi staff baru sejak banyak nya kasus selepas Yuhan berhenti


Namjoon pun menyimpan kunci itu dan kembali ke dorm nya dengan aman, sesampainya di dorm, ia mendapati kabar jika Jijun juga mengakhiri kontrak kerjanya di agenci bangtan


"memangnya iya hyung?" tanya Namjoon pada Tanwoo


"iyaa, memang berhenti sudah semingguan kan" kata Tanwoo


"Jijun? Jijun kan sudah pulih, kenapa gak lanjut kerjaannya dikantor malah berhenti? kan kerjaan susah diluar"


"tidak tau lah, alasannya karna tidak enak sudah terlalu lama tidak masuk kerja sejak ia kecelakaan"


"padahal kan tidak masalah, dapat keringanan soal itu karna kecelakaan kan bukan karna malas atau lainnya"


"iya itu tidak tau lah"


Namjoon mengingat lagi dimana ia ingat pernah tau alamat Jijun dari Yuhan, ia pun memutuskan pergi kesana besok


besoknya..


saat Namjoon sudah sampai di rumah Jijun, ia pun turun dari taksi dan mulai masuk ke rumah itu, mengetuk sekali tak lama Sangja yang keluar menyapa kedatangan Namjoon


"iya, cari siapa?" tanya Sangja