You Should Be Me

You Should Be Me
33



Yuhan membawa masuk Namjoon, ia bingung simpan mana dulu, jadilah ia masukkan dalam kamarnya karna jika di ruang lainnya kemungkinan akan diketahui oleh teman temannya


"disini saja ya, bentar kok, kunci saja dari dalam, atau aku juga akan kunci dari luar deh, ada apa apa chat saja"


"yaaa"


Yuhan pergi, Namjoon melihat sekeliling ruangan itu dan melihat ternyata itu kamar Yuhan yang kira kira itu utama rumah ini


disana tidak ada barang barang yang mengaitkan dengan Yuhan yang sebagai army tapi Namjoon melihat sebuah foto dekat dengan kasur tidur itu


sebuah foto kebersamaan Yuhan dengan seseorang teman perempuannya


"mungkin yang datang itu dia" gerutu Namjoon


Yuhan menemui Jazlyn dengan teman temannya yang datang itu


"Jazlyn?" sapa Yuhan


"hi Yuhan, aku baru mau menelfonmu, kamu ada tamu?"


"ahh tidak"


"tumben itu pagar terbuka, biasanya ada tamu kalau terbuka"


"ahh bentar tadi temanku datang, kamu kapan datang dari amerika?"


"aku semingguan"


"loh kemarin kesana liburan doang?"


"yaa, gak berminat tinggal sana aku"


"kenapa?"


"terlanjur banyak pertemanan disini"


"Yuhan.. aku pinjam toilet" kata Nania, salah satu teman Jazlyn disana


"yaa, hapal kan letak toiletku? sana dah pergi"


"ah kamu bercanda aja" kata Nania


"habisan, cuma ketoilet minta izin, ya tinggal masuk aja orang kamu tinggal dirumah ini"


Nania pun masuk dan menuju toilet, tapi saat balik, ia melihat seperti ada yang mengintip dari sedikit celah dari kamar Yuhan


"astaga.. hantu" teriak Nania


Namjoon yang mengintip disana karna ia melihat kondisi disana malah jadi kaget juga dengan teriakan Nania yang mengatakan ada hantu


Namjoon pikir memang ada hantu disana padahal yang dimaksud Nania hantu itu ya dirinya karna mengintip dari sedikit celah pintu dari kamar Yuhan


"Yuhaaan, kamar mu ada hantu?" tanya Nania


"hei, bicara apa kamu itu?" tanya Yuhan


"beneran, masak tadi ada yang mengintip?"


"tidak ada kok, salah lihat itu"


Yuhan tau siapa dimaksud oleh Nania, tapi karna dasarnya Nania memang penakut, jadi Yuhan seolah mengiyakan saja itu adalah penampakan hantu biasa saja


"soal hantu pasti kan ada dimana mana, jangan pikirin ah, sudah lah lupakan" kata Yuhan


Yuhan berusaha membuat keduanya lupa dengan menutupi masalah ucapa Nania dengan membahas hewan hewannya


setelah selesai urusan Jazlyn, Nania dan beberapa teman lainnya, kebetulan pas itu memang kedatangan teman yang lainnya


dengan cepat karna kuatir juga Yuhan pergi kekamarnya lalu melihat Namjoon tidak ada dikamar itu


ia mencari tapi ternyata ada di lemari gantung baru dikamar Yuhan dengan ketakutan seperti bersembunyi


"Namjoon, kau kenapa?" tanya Yuhan


mendengar Yuhan, Namjoon langsung berdiri, memeluk, dan merengek ketakutan


"tadi ada teman mu bilang ada hantu" kata Namjoon


"astagaa, itu dimaksud dia adalah kamu, kamu mengintip kan dari celah jendela"


"oh aku? iya aku mengintip, kamu bilang mengunci, tapi ternyata bisa kubuka"


"iya aku lupa"


"makanya ih, kenapa mengintip?"


"penasaran"


Yuhan mengusap kepala Namjoon dan menenangkannya, Namjoon langsung tersadar dan melepaskannya


"maafkan aku" kata Namjoon


"iyaa gak masalah, kupikir ada apa, kau istirahat lah saja dulu"


"tidak kok, aku sudah lebih berani"


"yaudah ayo keluar, teman temanku sudah pamitan semua pergi"


"emm"


mereka jadi pergi keluar lagi dan duduk di teras depan rumah Yuhan..


"emm, seumuran, kita semua gak pernah satu sekolah tapi selalu satu komunitas"


"komunitas?"


"emm, penyuka hewan buas"


"emm, ohh iya tau, seumuran tapi?"


"iyaa seumuran, kan sudah kubilang, kenapa memang?"


"kamu terlihat jauh lebih muda dari mereka kurasa"


"ahh perasaan mu saja itu, kita sama kok usianya"


"iya sih, emm lahiran 1990 semua berarti ya?"


"yaa, aku kan juga 1990, kok kamu tau?"


"ya kan pernah lihat kartu identitasmu di kartu itu"


"oh ya, lupa, memangnya kamu umur berapa? kamu dibawa Jin bukan?"


"iyaa aku dibawa nya dua tahun"


"iya aku sama Jin saja juga selisih setahunan lebih dua tahun malah kalau dihitung pertahun"


"iya umur kan gak masalah" ucap Namjoon tiba tiba


"ya dong, dalam pertemanan ku juga gak masalah itu, masih ada juga teman ku dibawaku, dibawahmu bahkan, yang seumuran sama Jimin dan Taehyung ada"


tapi bukan arah sana yang dimaksud Namjoon tentang soal usia itu tidak jadi masalah


"emm, kalau kamu gak masalah pacaran beda usia?"


"gak dong, aku malah selalu berpacaran beda jauh"


"oh ya? siapa yang lebih tua?"


"cowoknya lah, selalu 10 atau 15 tahun diatasku"


"oh ya? gak suka berarti sama seumuran?"


"kalau seumuran sih masih diperhitungkan lah, asik jadi teman ketika pacaran"


tapi dalam hatinya masih tidak kepikiran untuk berpacaran dengan usia yang berdekatan dengannya


"kalau dibawa usiamu?" tanya Namjoon


"ahh tidak deh, makasih saja, kupikir bisa jadi adikku dan aku kakaknya saja, karna aku teringat pada adikku, adikku juga dibawaku empat tahun usianya jadi sampai aku dekat sama pria dibawaku ya sama dengan aku bersama adikku"


"emm"


dalam hati Namjoon berpikir, apa itu artinya tidak akan ada kesempatan?


"adikmu?"


"yaa, adikku"


"aku tidak pernah melihatnya"


"ahh masak? bukannya adikku yang waktu kamu mengembalikan identitasku yang menyapamu?"


"ahh itu"


"lah itu adikku, kamu tidak tau?"


"tidak, baru tau"


"lalu kamu pikir siapa"


"emm, pacar.."


"ahh ada saja, dia nama nya Boseo, adikku lahir ditahun 1994, sama kan ma kamu ya?"


"iya sama"


"eh iya baru tau aku, maksudnya baru sadar"


Namjoon baru tau disini ternyata adik Yuhan pria yang menyapa nya dulu itu


"tapi kalau misalkan ada yang.." ucap Namjoon terpotong karna melihat singa milik Yuhan keluar dari kandangnya


"kenapa?" tanya Yuhan bingung karna Namjoon jadi seperti patung


"itu, singa mu.. aku takut Yuhan, tolong" ucap Namjoon dengan nada pelan


Yuhan menoleh dan benar, tapi terburu singa nya hampir menerkam Namjoon dan beruntung Yuhan dengan sigap menahan tidak sampai kena Namjoon


"baby, ayo Woly, jangan sayang.. ayo kamu nanti sakit, ayo masuk sama mama, ahh kamu" gerutu Yuhan


Yuhan bingung bagaimana bisa singa nya keluar dari kandangnya dan ketika melihat memang pintunya terbuka


"astaga, kelakuan Nania ini pasti, dia selalu tidak pernah bisa menutup pintu apapun setelah membukanya" gerutu Yuhan


Yuhan yakin betul itu kelakuan Nania, karna kebiasaan Nania memang tidak pernah menutup pintu apapun pintunya setelah ia membukanya


apalagi hanya Nania yang mengurus peliharaan singa nya tidak ada teman membantu nya karna Jazlyn tidak memiliki pawang selain harimau