You Should Be Me

You Should Be Me
184



bukan tentang secret work pekerjaan sasaeng nya yang lain


jadi pihak polisi juga tidak bisa bertindak lebih dari persyaratan pengajuan dari beberapa pihak terkait dengan agenci bangtan dan Yuhan


ditambah karna keempat orang tua Yuhan memang banyak uang, mereka sampai rela membayar untuk permintaan Yuhan dimana agar pihak polisi membebaskan Yuhan tanpa membuat Yuhan harus menghentikan secret work nya


lagi lagi Yuhan bebas bersyarat tapi secret work tetap berjalan


Yuhan lepas? apa dia bebas?


yaa, Yuhan bebas dari jeratan hukum dimana masalah ini ditutupi rapat oleh pihak kepolisian kepada pihak agenci yang penting kepolisian berhasil mendapatkan tanda tangan Yuhan untuk berhenti menyentuh sedikit saja tentang bangtan


Yuhan balik ke rumahnya diantarkan oleh pihak polisi, dan mau tidak mau membuat Hajun, Munha, Yangsi, Hongjuan jadi tau alamat rumah Yuhan yang tidak pernah mereka ketahui


setelah sampai, polisi pun pergi, dan tinggallah keempat orang tua Yuhan disana


"Yuhaaaan" ucap Misilia


"Yuhan, bagaimana keadaanmu? aku kuatir" kata Nania


"aku sudah kembali, jangan kuatir lagi yaa"


"bagaimana masalahmu? ceritakanlah" kata Jazlyn


"nanti saja ya Jaz, aku butuh istirahat"


"jadi disini kamu tinggal nak? kenapa tidak pernah mengatakan kepada kami?" tanya Yangsi


"kamu tiba tiba meninggalkan rumah lama kamu dan juga Bowni dan Beckly disana, kamu tidak kasihan pada kami?" tanya Munha


Yuhan hanya diam, ia tidak lagi mengandalkan emosi nya, kemarahannya kepada mereka betempat, Yuhan diam, karna disisi sekarang, ia merasa berterimakasih kepada keempat orang tuanya itu karna membantunya


tapi gengsi Yuhan masih sangat tinggi untuk mengatakan terimakasih itu apalagi kata maaf


sejak hari itu, hubungan Yuhan dengan keempat orang tua nya lebih baik lagi meskipun sikap Yuhan masih dingin kepada keempatnya karna canggung


tapi tanpa seizin Yuhan lagi lagi Munha dan Hajun membawa dua peliharaan


Misilia, Nania dan Jazlyn tidak tau mau bagaimana, mereka hanya diam membiarkan Munha dan Hajun memasukkan kedua harimau peliharaan mereka di kandang kosong milik Yuhan dirumah baru Yuhan itu


suatu hari ketika Yuhan tengah duduk di depan teras rumah nya, Yuhan melihat ada dua peliharaan hewan milik Munha dan Hajun lagi berada di kandang kosong yang ada dirumah itu


"itu peliharaan siapa Mi?" tanya Yuhan


"ahh, itu peliharaan nya paman Hajun dan bibi Munha, Yuhan" jelas Misilia


"ohh"


"bagaimana? apa aku mau mengeluarkannya saja dan nanti kukembalikan kepada mereka?" tanya Jazlyn


"biarkan saja, tidak masalah kok"


Yuhan membiarkan orang tua kandung nya memakai kandang yang kosong untuk peliharaan mereka


itu Munha dan Hajun, lalu bagaimana Yangsi dan Hongjuan?


mereka tidak mau kalah, dimana mereka juga datang ketika Yuhan ada dirumah tapi bedanya, mereka tidak menitipkan hewan peliharaannya malah meminta agar diboleh kan menginap dirumah Yuhan itu, sebagai usaha mendekati Yuhan lagi


"Yuhan.." sapa Yangsi


Yuhan tanpa ekspresi berdiri dna menyapa Yangsi yang datang bersama Hongjuan


"kami datang mau minta izin menginap boleh tidak?" tanya Yangsi


"oh, boleh" jawab Yuhan


"serius boleh? waaah terimakasih ya, kami takut tidak boleh, jadi kami tidak membawa baju"


"emm" jawab Yuhan


"yasudah, nanti malam biar aku ambilkan kerumah sebentar" kata Hongjuan


Yuhan hanya diam, dan duduk kembali..


"kemana kami bisa tidur beristirahat?" tanya Yangsi


Yuhan mengantarkan mereka kekamar tamu yang memang disediakan oleh Yuhan di rumah itu, Yuhan membukakan pintu kamar tamu


"disini? terimakasih nak" kata Yangsi


Yuhan hanya diam..


disini Yangsi dan Hongjuan harus ekstra sabar karna ini masih permulaan mereka mendekati Yuhan


malamnya, Dajin mengirimkan baju laundry milik Yuhan, kebetulan bertemu Yuhan


"eoni" sapa Dajin


"eh Dajin"


"ini eoni, aku antar, sekalian balik, jadi mampir, tumben eoni ada dirumah?"


"iya lagi gak ada kerjaan saja"


jadilah mengobrol mereka disana sedikit tentang hewan peliharaan Yuhan yang membuat Dajin penasaran


Dajin pun berpamitan setelah mengobrol hampir 10menit


"sama siapa kamu?" tanya Yuhan


"aku sama eoni ku, dia nunggu didepan"


"waaah, iya kah? kok gak kamu ajak masuk loh"


"gak mau dia, setiap balik dan nganterin barang selalu aku yang turun"


"oh apa boleh aku kenalan?"


"ya dong"


Dajin diantarkan Yuhan keluar sekalian mau menyapa kakak Dajin, tapi Haejin yang ada didalam mobil pun jadi turun karna kaget keberadaan Yuhan bersama adiknya


"Dajin, ngapain kamu?" tanya Haejin


"oh, dia kakakmu?" tanya Yuhan


"iya dia kakak ku, kenalin"


"sudah kenal" kata Yuhan


"ahh apa iya?" tanya Dajin melirik kakaknya


"iya, dia temanku sekolah yang sering membully ku" kata Haejin


"Hejin, maafkan aku" kata Yuhan


"ada apa kamu tiba tiba mengatakan maaf?"


"karna aku tau aku salah"


Yuhan menjelaskan jika ia juga sudah meminta maaf kepada Aekyo, Yuhan menjelaskan bagaimana bisa meminta maaf pada Aekyo


Haejin pun akhirnya luluh, sekeras apapun perempuan, akan ada sisi lembutnya juga, pasti akan menjadi luluhnya juga apalagi melihat Yuhan memang terlihat sangat serius, apalagi Haejin tau Yuhan dulunya baik kok aslinya


dan akhirnya kini Yuhan dan Haejin berbaikan...


"tapi kamu bertunangan kan dengan Namjoon?" tanya Haejin


"Namjoon? maksudnya siapa eoni?" tanya Dajin


"Namjoon bangtan, ahh Dajin mengidolakan Namjoon, Yuhan"


"oh ya? waaah"


"kamu bertunangan dengan Namjoon?" tanya Dajin pada Yuhan


"itu.." ucap Yuhan menoleh Haejin


"jangan berbohong dan menutupi, aku tau, kamu kan membeli cincin nya di tempat lama ku bekerja" kata Haejin


"itu.. iya, memang aku beli ditempatmu, kan kita pernah berpapasan disana"


"iya kan? bertunangan?"


"sudah tidak"


"loh kenapa?" tanya Haejin kaget


"tidak ada kecocokan" kata Yuhan dengan santai


"masak, itu cincinnya masih dipakai kok" ucap Haejin menunjuk jari Yuhan


Yuhan baru ingat juga tentang cincin pertunangannya dengan Namjoon belum ia lepas dan ia kembalikan


"aku klarifikasi saja, aku sudah putua dengan Namjoon dan tidak ada kaitannya dengan dia lagi" jelas Yuhan


Yuhan mulai menjelaskan bagaimana hubungannya dengan Namjoon berakhir, dan mendengar itu, kakak beradik Haejin dan Dajin merasa kasihan pada Yuhan


"serius Yuhan?" tanya Haejin


"iya, memang begitu ceritanya"


"memang berat ada pada posisi Namjoon eoni, apalagi dia kan pemimpin disana" kata Dajin


"tapi tenang saja jadi nyaka kamu ada kesempatan dekati Namjoon" kata Yuhan


"apasih eoni" kata Dajin


"serius aku, beneran gakpapa, yang penting sih kalian bahagia"


"aku hanya fans dia, aku suka sama Unji" jawab Dajin keceplosan


"waah serius ini?" tanya Yuhan kaget