You Should Be Me

You Should Be Me
117



"iya paman, bibi, sudah kami bicarakan tapi memang saya minta untuk melamar kan didepan keluarga" jawab Yuhan


"lah, tapi kan keluarga kamu tidak ada sekarang" tanya ayah Namjoon


"bisa di atur ulang kalau keluarga saya paman"


"jadi pa, ma, bibi, gimana semua?" tanya Namjoon


"kami kalau Yuhan mau, ya kami merestui kok"


dapat rambu hijau dari keluarga, Namjoon memakaikan cincin pertunangan nya yang ia beli bersama Yuhan, Yuhan memakainya di jari manis kiri nya


sebenarnya keluarga Namjoon menyetujui saja hubungan mereka, cuma mereka malah jadi kepikiran takut Yuhan tidak enak menolak didepan mereka jadi terpaksa menerima itu saja, selebihnya malah keluarga Namjoon sangat merestui hubungan anaknya itu


lanjutkan mereka makan malam bersama disana


setelah selesai, berpamitan pulang satu persatu hingga tersisa Yuhan dan Namjoon


"sudah, kita pulang?" tamya Yuhan


"tunggu sayang, ada yang mau kukasih tau"


"apa?"


Namjoon meminta Yuhan menutup kedua matanya dan Namjoon menutupnya dengan kain khusus dan menuntun Yuhan keluar


"tutup tapi ya mata nya" kata Namjoon


"sureprize apa lagi kan udah sayang?" tanya Yuhan


"ada lagi, ayo tutup dulu"


"iyaa"


Yuhan dituntun oleh Namjoon berjalan kearah luar restoran itu dan menuju parkiran


"ini kemana?" tanya Yuhan


"udah, sampai, aku bantu buka ya"


Namjoon membukakan penutup mata Yuhan, Yuhan kaget ada sebuah mobil mewah dan bagus didepannya


"sayang, apa ini?" tanya Yuhan


"buatmu, aku belikan"


"sayang serius ih"


"iya loh ini serius, ini buatmu sayang"


"sayaaang" ucap Yuhan memeluk Namjoon


Namjoon menjelaskan jika ia tau jika Yuhan menyukai mobil itu saat mereka jalan waktu cari cincin di mall waktu itu makanya sengaja Namjoon beli dan sebagai kado juga


"ini kado buat kamu yang sudah menerima aku dan resmi jadi tunanganku" kata Namjoon


"makasih sayaaaang, aku bahagia banget"


"bahagia sama aku?"


"bahagia banget dong"


malam gelap, tidak ada bintang, tapi kisah nya sangat menyenangkan


tapi sayangnya malam itu juga, Namjoon harus persiapan untuk balik ke dorm dan bersiap pergi subuh nya ke tempat untuk mereka konser di luar kota lagi


Yuhan mengantarkan Namjoon ke dorm, dan tidak turun, tapi lagi lagi kejadian terulang kembali dimana Seokjin menyadari kedatangan Namjoon dengan sebuah mobil yang asing baginya


saat Namjoon turun, lalu melambaikan tangannya, Yuhan pergi dengan mobilnya dan Namjoon masuk dorm nya


"siapa dia" tanya Seokjin


"hyung? kenapa kamu disini?"


"aku melihatmu datang, aku duduk diruang tamu, aku asing dengan mobil itu, itu pacar barumu kah?" tanya Seokjin


"ahh, tidak hyung, bukan lah"


"aku tau didalam pasti perempuan kan itu"


"hyung apa sih, udah lah"


"Namjoon ih gak ngaku, siapa Namjoon? bukan Yuhan kan? aku yakin bukan sih, itu pasti beda" gerutu Seokjin


Namjoon tidak mau memperpanjang obrolan itu malah jadi pertengkaran


Yuhan balik ke apartemen dan mulai tidur untuk besok ia persiapan membantu Jijun


karna esok Yuhan bertugas turun tangan untuk mengurus staff baru untuk pengenalan kantor


"Yuhan.. ayo" kata Jijun


"loh kamu selesai sama satu nya?"


"belum, makanya aku tanya, kenapa kamu masih disini"


"kata pak Doyu nunggu kabar dari nya"


"oh yaudah, kupikir enak enakan kamu"


"gak lah, aku niat bantu kamu kok Jun"


"haha thanks banget loh Yuhan"


"iyaa"


Doyu menelfon meja kerja Yuhan..


"halo nuna?" sapa Doyu


"ya pak, sudah datang kah?"


"baru, ini sudah kusuruh dia ke ruangan tunggu lobi ya, ditempat mu dulu waktu awal masuk dan menunggu"


"okeh siap, aku kesana, tapi masih ambil berkasnya di ruangan anak penerimaan staff"


"siap"


Yuhan meminta berkas milik staff baru yang akan ia bantu perkenalan untuk wilayah kerja


"Jijun" sapa Yuhan


"ya Yuhan?"


"ini dimana berkasnya?"


"tidak usah berkas deh, aku lupa dimana, sepertinya bawa semua sama staff lainnya"


"siapa namanya?"


"aku lupa pula siapa, tapi sisa satu dia saja kok nunggu di ruang tunggu dalam lobi"


"ah gimana dah kamu, yaudah deh aku kesana"


"memangnya sudah ada kabar dari pak Doyu?"


"ada, pak Doyu menelfon meja kerjaku"


"oh yaudah, ada berarti anaknya disana"


"okeh deh langsung kesana saja, tinggal dia kan?"


"iyaa, yang lain sudah kan sama anak anak lain"


"memang nya berapa anak baru?"


"lima sih, kamu tadi sudah berapa ketemu?"


"dua sih, cewek semua"


"oh ini cowok"


"oh okeh deh, kesana aku ya"


Yuhan berjalan kearah ruang tunggu, sampainya disana, ia melihat tidak ada orang sama sekali disana


Yuhan mencari di sekeliling lobi tapi tidak ketemu, bahkan ia tidak menemukan Doyu


jadilah Yuhan balik ke ruangan staff penerimaan tamu


"Jun? kok gak ada?" tanya Yuhan


"gak ada gimana?"


"gak ada pelamarnya kok"


"lah masak iya? di ruang tunggu loh"


"iya, bahkan satu lobi aku cari itu"


"ayo kesana, kerjaan ku mumpung selesai"


mereka jadilah jalan berdua kearah ruangan tunggu lobi, mencari disana tidak ada, lanjut cari ke seluruh lobi lagi tapi tidak dapat menemukan siapapun staff baru


bahkan tidak mendapatkan keberadaan Doyu...


"kemana sih pak Doyu loh, apa dia udah ganti shift? tapi kan non shift" gerutu Jijun


"kamu loh, ayo ingat siapa orangnya, atau bagaimana, dan cari dulu berkasnya"


"aaah, apa sama staff penerimaan karyawan lain kali ya?"


"oh ya bisa jadi kali"


"yaudah lah biarin deh, aku pikir dia tidak akan terlambat, mungkin sudah dengan staff"


kesulitan ini dua kali dialami Jijun, dimana ia kebingungan mencari keberadaan staff baru, pertama Yuhan dan keduanya, staff baru kali ini


tapi Yuhan baru merasakan bagaimana dibuat bingung oleh staff baru


jadilah mereka berdua pergi, padahal yang sebenarnya terjadi adalah dimana calon staff baru di tempat itu adalah pacar lama Yuhan yaitu HyoHoon


sang mantan pacar Yuhan yang paling muda dalam sejarah percintaan Yuhan sebelum mengenal Namjooon meskipun Hyohoon lebih tua dari Namjoon, ia seorang fanboy dari bangtan


bahkan menjadi pacar sebelum akhirnya menghilang tapi kini dia mampu dipertemukan lagi


lalu kemana Hyohoon bersembunyi? kenapa tidak ada dicari?


ia bersembunyi di salah satu balik gorden diruang tunggu itu dan memaksimalkan agar tidak terlihat


Hyohoon yang mengetahui Yuhan akan menemuinya pun sengaja bersembunyi di balik tirai jendela ruang tamu itu agar tidak bertemu dengan Yuhan


lalu bagaimana bisa Hyohoon tau jika Yuhan yang menjadi pengantar untuk pengenalan wilayah bagi staff baru?