You Should Be Me

You Should Be Me
74



tidak ada hubungan lebih, mereka berteman, tapi Yuhan mengakui ia mulai ada rasa nyaman


bahkan tak ragu Yuhan mengatakan pada Boseo bahwa apa yang dirasakan oleh Naryu kepada Boseo itu sama dirasakan oleh Yuhan kepada Namjoon


tapi Yuhan tidak memastikan akan ada hubungan lebih atau tidaknya dari mereka karna Yuhan pun tidak mungkin mengatakannya lebih awal kan


"oh jadi kesimpulannya nunggu Nam kasih kepastian dong?" tanya Boseo


"emm begitulah, tapi kau jangan coba coba memengaruhi"


"tidak lah nuna"


"bagus, karna aku ingin Nam sendiri saja yang menyadari ku"


"bener itu nuna, kalau dia serius, dia akan cepat tanggap seharusnya" jawab Naryu


mereka membahas banyak hal tak terasa sudah tengah malam, Naryu tidak mungkin pulang tengah malam karna ayah ibunya pasti sudah mengunci rumahnya


"yaudah tidur disini saja dikamar Bo" kata Yuhan


"boleh kah nuna?" tanya Boseo


"ya lah boleh, daripada pulang gak dapat pintu, malah ganggu ayah ibu tidur"


"ahh iya juga" jawab Naryu


Naryu pergi tidur duluan, karna Boseo ada yang mau dibahas dengan Yuhan disana


semua sudah tidur malam itu...


"kamu duluan ya tidur, gak usah nunggu aku" kata Boseo pada Naryu


"mau kemana memang?" tanya Naryu


"bentar, ada hal mau kubahas soal mam dan pap pada nuna" kata Boseo


"oh okeh, bye eoni aku tinggal ya" sapa Naryu


"ehh kenapa memanggilku eoni? usia kita sama kan?" tanya Yuhan


"iya tapi kamu kakak dari Boseo"


"iya tetap, panggil Yuhan lah"


"jangan lah, biar eoni saja"


"ahh satu usia tapi aku dipanggil eoni, berasa begitu tuanya aku"


"memangnya kamu belum sadar kamu meman tua?" tanya Boseo


"memangnya kamu gak sadar pacarmu juga tua?" sambar Naryu pada Boseo


"haha iya ya, haha" jawab Boseo


"udah ih, aku ngantuk, byebye" kata Naryu


tersisa hanya ada Yuhan dan Boseo berdua


Jazlyn, Misilia, Nania bahkan Naryu sudah pada tidur, jadi waktu tepat mereka berdua membahas tentang ayah ibu mereka


dimana Boseo sudah tau tentang apa yang sempat terjadi pada Yuhan dan kedua orang tuanya


"tumbenan, mau bahas soal apa?" tanya Yuhan


"aku mau bahas kemarin"


"apa kamu sudah tau semua?"


"yaa, mam menceritakan semua padaku"


Yuhan menjelaskan kekecewaannya tentang pekerjaan Hongjuan yang selama ini ditutupi begitu besar


Boseo juga kecewa, tapi posisi nya Boseo dijelaskan terlebih dahulu oleh Yangsi dan Hongjuan agar tidak ada masalah seperti pada Yuhan yang terulang


"tapi kata pap, kamu tidak ada mengabari mereka sama sekali sejak hari itu, dimana bahkan kamu membawa semua sisa barangmu disana?" tanya Boseo


"iya aku bawa semua kesini, tapi soal tidak menghubungi mereka, itu salah, karna aku masih menghubungi mam sesekali saat tidak sibuk pekerjaanku, tapi memang tidak menghubungi pap" kata Yuhan


"oh hanya mengabari mam gitu"


"iya"


mereka bertukar cerita, sharing pendapat, masukan masukan, semua nya malam itu berdua dan keputusannya adalah dimana Yuhan memutuskan memaafkan Hongjuan atas bantuan penjelasan dari Boseo


"besok pagi aku akan menghubungi mereka" kata Yuhan


"beneran? makasih ya nuna"


"emm, ehh iya besok kalau mereka tanya kamu disini aku bilang sama Naryu gakpapa?"


"ahh serius? waah, yaudah deh"


"apa kamu belum memperkenalkan Nam?"


"kan belum ada hubungan Bo, gimana mau mengenalkan?"


"ya siapa tau"


"yaa sempat ketemu sih Nam sama mam dan pap tapi tidak berkenalan, pas itu memang aku bersama Nam yang tau bagaimana pekerjaan pap" kata Yuhan


"loh, jadi Nam tau?"


"tau, Nam tau semua nya tentang pekerjaan pap"


"waah bagaimana itu?"


"kenapa? tidak ada masalah, Nam berjanji tidak akan membahas sekecil apapun tentang itu didepan banyak atau sedikit orang"


"ahh, meskipun tidak berpacaran, tapi sejauh itu Nam sudah tau, kalah dong Nar sama dia"


"Nar belum tau?"


"belum tau, entahlah bagaimana aku menjelaskan, nikmati saja dulu hubunganku"


"kamu serius sama Nar sudah?"


"kalau serius, aku rasa Nar paling bisa buat ku serius, tapi entahlah bagaimana lagi selanjutnya kan tidak tau juga"


"iyaaa sih"


"membahas mam pap sudahi saja, aku penasaran bagaimana pendapatmu tentang Nar"


Yuhan menjelaskan, ia menyetujui saja soal hubungan mereka, tidak ada masalah soal usia, Yuhan selalu menerapkan prinsip itu


setelah membahas itu, hari akan pagi, mereka pergi tidur, Yuhan bangun hanya setelah satu jam tidur


paginya ia mengurus untuk keperluan ular ularnya, dirumah ia memang khusus mengurus semua ular karna belum ada pawangnya


sementara yang lain kan sudah ada pawang masing masing..


setelah mengurusnya, Yuhan duduk sambil membuat teh panas kesukaannya lalu menikmati pagi dengan ditemani Bobe yang duduk didepan pagar kandangnya bagian dalam seolah menemani pagi Yuhan


teringat janjinya pada Boseo semalam, Yuhan menelfon video calling Hongjuan, dan langsung diangkat padahal Hongjuan masih tidur tapi rela langsung mengangkatnya karna Yuhan


"sayang, Yuhan telfon sayang" ucap Hongjuan


"apa iya? waaah, angkat pa, akhirnya pa dia telfon kamu" jawab Yangsi


"halo nak, Yuhan?" sapa Hongjuan


"pap, baru bangun ya? waah Yuhan mengganggu tidurmu kah!"


"tidak nak, ada apa kamu telfon nak, kenapa tidak pernah kabari pap"


Yuhan meminta maaf disana atas sikapnya, ia tau jika ia salah bersikap, harusnya menghargai toh selama ini Hongjuan selalu menghargai keputusan Yuhan


Yuhan mengobrol dengan Hongjuan cukup lama bahkan rela Hongjuan tidak pergi kerja dan meng-cancel semua urusan kerjaan pagi itu diundurkan siangnya


"oh ya pap, ada Bo disini, semalam ia menginap"


"oh ya? ahh pasti dia bantu jelasin kepada mu ya" kata Yangsi


"iya mam"


"ahh Bo yang membantu menjelaskan?" tanya Hongjuan


"iya, mam minta itu" kata Yangsi


"iya pap, makanya aku pagi ini kepikiran buat telfon, karna sudah janji akan telfon pap"


"kemana dia sekarang?" tanya Yangsi


"tidur mam, dia datang sama pacarnya, bernama Nar, kalian sudah mengenalnya?"


"iya sudah, beberapa hari lalu sudah dia bawa kesini buat dijelaskan, baru setelah itu mam meminta agar dia membantu kami buat kamu tidak marah pada pap" kata Yangsi


"ahh yasudah kalau kenal, lalu bagaimana tanggapan kalian?" tanya Yuhan


"soal Nar? kalau Yuhan bagaimana?" tanya Yangsi


"Yuhan sudah banyak bahas sama Nar dan Bo juga, Yuhan sendiri ya tidak masalah, Nar asik anaknya"


"dia seumuran denganmu" kata Hongjuan


"karna itu makanya asik Yuhan bilang, kan Yuhan susah berteman cepat pap, tau sendiri Yuhan keras"


mereka membahas soal Naryu dan Boseo juga, Yuhan setuju saja kok karna Naryu asik dan baik