
"iya, bantu aku, aku mau ke agenci mu tapi depan rumahku ada Baori, bos ku di kantor berita ilegal itu" jelas Yuhan
"oh, lalu aku harus apa"
"apa gitu, bilang kamu dari staff bangtan, alasan saja apa"
Hyunsoon akan pergi, tapi ia berpikir berpamitan saja kepada Namjoon
melihat bangtan masih sibuk latihan, tapi Namjoon langsung menghampiri Hyunsoon
"Hyun.. gimana Yuhan? datang ya?" tanya Namjoon langsung seolah tau
"belum"
"terus ada apa mengintip kami latihan? kupikir mau bilang Yuhan datang"
"dia tidak bisa keluar karna didepan rumahnya ada Baori katanya"
"Baori? kau tau dari siapa?"
"tau, Yuhan menjelaskannya tadi, tapi sebenarnya Yuhan menelfonmu, katanya menelfonmu tidak diangkat angkat"
"ahh apa iya?"
"makanya aku melihat mu ternyata sibuk, aku sekalian pamit ke kamu hyung"
"ehh tunggu, biar aku ikut saja menjemputnya"
"tapi urusanmu?"
"aku kan gak terlalu sibuk hari ini"
Namjoon jadi ikut dengan Hyunsoon, mereka membahas apa yang akan dikatakan nanti kepada Baori agar pergi dari rumah Yuhan
setelah tau apa yang akan dipakai alasan agar bisa mengusir Baori dengan halus, Namjoon turun masih dengan pakaian lengkapnya serba tertutup
"saya mau cari Yuhan?" sapa Namjoon pada Jazlyn dan Nania
"oohh dari siapa ya? dan ada keperluan apa? Yuhan ada didalam tapi tidak bisa diganggu" kata Nania
"saya yang datang dulu, saya pikir pertemukan dulu saya dengan Yuhan, keperluan saya penting loh" kata Baori
"kalau masalah penting saya juga penting, tolong panggilkan Yuhan untuk saya" jawab Namjoon
"tunggu, kamu siapa?" tanya Jazlyn
barulah Namjoon melepaskan kacamatanya, lalu melepaskan topi dan menatap kearah Jazlyn dan Nania disana
"astaga" ucap keduanya kaget
"saya Namjoon bangtan mau datang mencari Yuhan, saya ada urusan penting terkait pekerjaan Yuhan"
mendengar itu Jazlyn dan Nania kaget, bagaimana bisa Yuhan terlibat dalam pekerjaan itu, pekerjaan yang terkait dengan Namjoon
keduanya tau nya Yuhan memiliki perusahaan dari keluarganya tapi mendengar cerita Namjoon, mereka jadi kaget dan bingung
sedangkan Baori diam diam pun pergi dari sana dengan mengendap endap, Namjoon membiarkan itu
setelah dirasa aman baru Namjoon menelfon Yuhan kembali
"halo, sudah aman, kamu lihat?" tanya Namjoon
"iya aku melihatnya, tunggu aku ambil tas, tunggu situ" jawab Yuhan
Jazlyn dan Nania hanya diam, mereka canggung, mereka mau mengatakan apa lagi, mereka mencoba menjelaskan apa tapi tidak tau apa apa
"Namjoon, kita bisa ya bicara baik baik biar kujelaskan semuanya dulu ya" kata Jazlyn
"iya Namjoon kita bicara baik baik, aku akan bantu menemui Yuhan" jawab Nania
"Namjoon, ayo cepat" ucap Yuhan berburu menarik tangan Namjoon
"ahh Yuhan?" panggil Jazlyn
"aku pergi ya, ini kunci mobilku kalau perlu apa apa" ucap Yuhan melemparkan kunci mobil berburu pergi lagi
Yuhan masuk ke mobil Namjoon dan bisa menarik napas lega..
"memangnya kenapa sampai harus bersembunyi dari bos mu?" tanya Namjoon
"aku malas bertemu"
"jangan jangan kamu memiliki hubungan diam diam ya?" tanya Hyunsoon
Hyunsoon berniat bercanda tapi candaannya membuat Yuhan kaget karna dari mana Hyunsoon bisa tau?
"ooh kamu dari mana tau?" tanya Yuhan
"ahh beneran?" tanya Hyunsoon
"emm.."
"dia hanya menggodaimu Yuhan, kamu kenapa kaget?" tanya Namjoon
"ahh aku tidak kaget"
"nada mu tadi terasa begitu"
"ahh masak sih, biasa kok itu"
Namjoon jadi malah ikut curiga dengan jawaban Yuhan yang sedikit ngegas
"ahh aku hanya menjawab saja, bukan berarti benar" jawab Yuhan
Yuhan turun lebih dulu hingga masuk keruang tunggu, Namjoon baru turun dan langsung memberitahu admin agar menghubungi meja kerja staff yang bertugas untuk penerimaan staff baru dikantor
setelah semua diatur, Hyunsoon dan Namjoon menunggu bersama Yuhan, tak lama enam member bangtan lainnya dan juga dua staff utama bangtan pun menyapa
mereka menuju keruangan ceo dan membahas disana banyak hal tentang tawaran Yuhan
semua dibahas total oleh Yuhan dan mereka menyetujui, apalagi mendengar bagaimana kesepakatan yang sebelumnya sudah dibuat bangtan kepada Yuhan
"okeh kalau begitu silahkan untuk kontraknya" kata Yuhan
"baik pak"
"okeh, sudah urusan kontrak ya, bisa mulai kerjanya tertera disitu"
"siap"
langsung sigap pembuatan kontrak perjanjian dan Yuhan membacanya tapi Yuhan menambahkan lagi satu syarat utama untuknya yaitu perlindungan
melihat syarat itu adalah hal begitu kecil, agenci pun menerima Yuhan dan mulai bekerja minggu depannya
"okeh deal, selamat datang di kantor dan rumah baru mu" sapa ceo
"terimakasih" jawab Yuhan dengan penuh senyum ramah
"yaa sudah selesai semua boleh balik pekerjaan, tapi saya ada perlu bicara privat dengan kamu (Yuhan)" kata pak ceo
"oh masalah apa ya pak?" tanya Yuhan
"pekerjaam kok"
"bangtan keluar pak?" tanya Namjoon
"Namjoon boleh pak disini, karna dia leader, setidaknya tau apa saja obrolan kita, kita berada di jam kerja kan" kata Yuhan
Yuhan trauma dengan sikap yang hanya meminta mengobrol berdua saja
"kau saja disini tidak masalah Namjoon" jawab ceo
"baik pak"
semua sudah pergi tersisa Yuhan, Namjoon dam ceo saja
"sebelum mengakhiri semuanya, saya masih penasaran beberapa hal" kata ceo
"apa ya pak?"
"kenapa kamu menjadi sasaeng?"
"karna saya menyukai bangtan pak"
"suka? apa menyebarkan privasi itu disebut suka?"
"yaa saya tau kesalahan pak"
"kenapa harus pekerjaan paparazi?" tanya ceo lagi
"karna tidak ada pekerjaan lain saat itu pak ditawarannya"
"okeh, kenapa perusahaan itu, kamu sebelumnya tau apa tidak soal perusahaan berita itu" tanya ceo lagi
"tau pak, tapi pekerjaan kan memang ambil segala resiko kalau dibutuhkan"
"iya bener sih, tapi sayang sekali, kamu terlibat disana sejak awal, boleh saya jujur?" tanya ceo
"iya pak, apa?"
"belum ada yang percaya kepada kamu, belum ya, bukan saya bilang tidak ada yang percaya, tapi belum percaya"
"yaa pak saya tau"
"termasuk saya, jadi saya tidak mau ada apa apa dengan perusahaan atau idol saya"
"ya pak"
"okeh, jaga kepercayaan saya yang hanya sedikit ini dan buktikan" kata ceo
"baik pak"
"Namjoon ah?"
"ya pak?" jawab Namjoon
"kamu diam saja? ada yang mau dibahas sebelum dimulai semua pekerjaan?"
"tidak pak"
"okeh baik, sudah paham ya Yuhan"
"iya pak"
"sayang sekali, kamu itu cantik tapi sasaeng" ucap ceo dengan nada pelan
"maksudnya pak?" tanya Yuhan
"ahh tidak tidak"
"baik pak kami permisi" kata Namjoon
setelah selesai, Yuhan pun keluar bersama Namjoon dan diluar masih ada bangtan, Namjoon menjelaskan apa yang mereka kerjakan bertiga didalam tadi
Yuha berterimakasih kepada mereka karna memberinya kesempatan