
mereka tidak menjawab, karna memang tidak ada yang tau masalah nya apa, jelas masalahnya itu ya didepan keduanya sekarang kenapa Yuhan berhenti
karna tidak ada yang tau, Hyohoon menghampiri lagi ruang kerja Chunsuk untuk menanyakan
"pak.." sapa Hyohoon masuk ruang kerja itu
"yaa Hyo, masuk, kenapa?" sapa Chunsuk
"tadi Yuhan nuna perpanjangan atau pemberhentian?"
"dia yang mengundurkan diri, saya sudah siapkan kontrak lagi tapi menolaknya"
"jadi berhenti? apa pak alasannya?"
"tidak ada alasan, saya juga bingung ada apa dengan dia, masalah apa dia alami sampai keluar"
mendengar itu seketika Hyohoon langsung paham apa masalah Yuhan sampai berhenti mendadak, pasti karna dirinya
"kamu bisa keluar? pekerjaan saya masih menumpuk, kalau ada perlu lagi bisa nanti atau besok"
"ya pak, maaf pak mengganggu, permisi"
Hyohoon keluar dan kembali kepekerjaannya..
sementara Yuhan pergi dari kantor itu menuju rumahnya, ia juga mematikan hapenya agar tidak ada yang meminta penjelasan darinya tentang berhentinya ia dari pekerjaannya
ternyata dirumahnya ada orangtua angkat Yuhan, Yangsi yang melihat Yuhan, menyapanya
"Yuhan, kamu datang sendiri?" sapa Yangsi
"yaa mam, mana pap?" tanya Yuhan
"emm pap, lagi di..."
baru akan bicara, Hongjuan malah keluar dari salah satu ruangan kamar tamu
"Yuhan.. kamu datang mendadak sekali?" sapa Hongjuan
"iya pap, aku baru selesaikan kerjaan di kantorku"
"kenapa diselesaikan? ada masalah?"
"iyaa pap"
"terus apa ada kerjaan baru?" tanya Hongjuan
"belum"
"loh kenapa berhenti gak cari dulu? ada masalah dikantormu ya?" tanya Hongjuan lagi
"ada sedikit tapi lupakan saja lah"
"kenapa? cerita sama mam" kata Yangsi
"kalau sedikit gak sampai berhenti lah, diselesaikan"
"malas pap, biarin saja sudah, biar tuntas lepas semua"
"ada masalah sama pacarmu kah?" tanya Yangsi
"kok pacar?" tanya Hongjuan
"iya itu kan pacarmu juga bekerja di tempat kamu kerja kan?" tanya Yangsi
"iyaa tapi dia idol, bukan staff di agenci mam" jawab Yuhan
"ahh, tapi gak ada masalah kan sama dia sampai kamu memutuskan berhenti?"
"gak ada mam"
"terus karna apa?"
"yaudah jangan dibahas mam" kata Yuhan
"iya iya"
"kenapa gak kerja ikut di Bonaseo? disana pasti dapat kerjaan tinggi jabatan deh kamu" kata Hongjuan
"tidak pap, aku belum kepikiran langsung kerja lagi"
"yasudah lah, istirahat saja dirumah, bebaskan waktumu buat peliharaanmu, bantu ketiga temanmu itu kan kamu lama gak mengurus langsung peliharaan mu semua" kata Yangsi
Yuhan seharian itu tanpa menyalakan hapenya, sampai esok paginya di waktu yang sama, Yuhan yang baru bangun teringat pacarnya, ia lupa belum memberikan kabar kepada pacarnya itu
Yuhan menyalakan hapenya dan melihat memang cukup banyak yang menelfoninya kemarin, mulai dari teman teman dikantor agenci bahkan Yanglee dan Pakte juga sempat menelfoninya
tapi Yuhan tidak pedulikan itu, ia hanya menghubungi nomor pacarnya
masuk.. tapi tidak diangkat padahal Heechul melihat ada panggilan masuk dihapenya, ia tidak mau mengangkatnya sengaja agar menghindari apapun yang nanti malah membuatnya menyesal akan keputusan mana
jika mengangkat dan menerima telfonnya yang ada Heechul malah semakin sulit meninggalkan Yuhan karna dengar suaranya
karna ternyata keputusan Heechul sebenarnya sudah ia tetap kan untuk memilih mengorbankan hubungannya dengan Yuhan dan memilih membela pihak sang bibi
tapi sampai diangkatnya telfon itu mungkin bisa saja membuat dia malah jadi ragu dan berat lagi, jadi ia diamkan saja
Yuhan terus menelfonnya sampai panggilan ke delapan bahkan tidak juga diangkatnya
Yuhan berpikir, mungkin sedang ada job, tapi Yuhan ingat betul, Heechul tidak ada jadwal pagi, dari dulu acaranya selalu siang hingga malam
tapi Yuhan mengingat lagi ketika Heechul terakhir ketemu dia, Heechul bilang banyak sekali pekerjaan, apa mungkin Heechul juga mengambil job pagi
akhirnya dipanggilan ke sembilan, panggilan terakhir Yuhan dan tidak lagi Yuhan telfon, karna berpikiran itu pasti pacarnya sibuk pekerjaan
sedangkan Heechul padahal hanya diam tidak tau mau bagaimana dan benar saja, hatinya yang sudah kuat tadi memilih Sungwan jadi berat lagi pertimbangan karna ditelfon Yuhan
dipanggilan terakhir Yuhan atau panggilan ke sembilan itu, Heechul benar benar tidak kuat menahan mengangkat telfonnya karna sudah sangat rindu mendengarkan suara Yuhan tapi beraat, itu tidak bisa terjadi
dan akhirnya panggilan berakhir, tapi Heechul tetap saja diam tanpa menyentuh hapenya dan tanpa melakukan pekerjaan apapun
tak lama ibunya masuk
"kamu tidak jadi pergi?" tanya ibu Heechul
"jadi" jawab Heechul berdiri dan bersiap siap
ibu Heechul melihat anaknya baru saja melamun, ia yakin pasti kepikiran lagi soal Yuhan dan Sungwan
tapi ibunya tidak sengaja melihat hape Heechul yang menyala dan melihat ada panggilan masuk sebanyak sembilan kali dari Yuhan
"kan, kubilang juga apa" gerutu ibunya
ibunya pun pergi keluar sembari memberikan makan pagi anaknya, tak lama anaknya pun pergi, dan ibunya menceritakan kepada ayah Heechul disana
tak lama kakak perempuan Heechul datang
kemana selama ini kakak perempuan Heechul? mulai dari awal masalah dihadapi Heechul dia sudah tidak pernah terlihat
jadi kakak perempuan Heechul tersebut tengah mendapatkan kiriman atau pertukaran guru ke kota lain dan harus tinggal cukup lama di luar kota karna pekerjaannya itu
sebagai guru pengajar di sekolah dasar, kakak Heechul memiliki predikat guru paling paling di sekolahnya sehingga dikirim kan lah dia ke sekolah international diluar kota
lalu apa dia tau selama ini apa yang terjadi?
ayah ibu Heechul sudah mengabari kakak Heechul diluar kota tentang masalah adiknya itu
mendengar semua penjelasan itu, jadi bimbang juga dia kepada pilihan mana, serba salah kalau sampai tidak ia menuruti atau memilih Sungwan, mengingat karier nya sebagai guru seperti sekarang juga atas bantuan Sungwan
tapi memilih Yuhan, tentu tidak mungkin dibandingkan memilih bibi nya sendiri yang banyak jasa membantunya dalam pekerjaannya
tapi tidak mempertahankan Yuhan, bagaimana dengan adiknya? ia rasa hanya Yuhan gadis yang tepat untuk adiknya
"terus ma, apa Heechul sudah tau keputusan apa terbaik buatnya?"
"itu masalahnya, adikmu banyak sekali job diambil, dia forsirkan diri dengan padatnya pekerjaannya, amma kuatir dengan kesehatannya" kata ibunya
"soal memilih, appa rasa adikmu kesulitan memilih, dia berat kedua sisi" jawab ayahnya
"tapi menurut kalian, apa nanti keputusan Heechul pa, ma?"
"kami ditanyai juga begitu mana tau nak" kata ibunya
"susah memang ma"
"kalau kamu disuruh milih, kamu jadi Heechul pilihnya siapa?"
"susah lah ma"
"jangan suruh dia mikir kalau jadi Heechul dong ma, ya menurutmu kakak saja, siapa dipilih Heechul kira kira" tanya ayahnya
"susah juga lah pa"