You Should Be Me

You Should Be Me
101



disiapkan makan pagi oleh Yuhan, lalu membangunkan Namjoon agar makan pagi dulu


"Nam, ayo bangun, ini makan pagimu" kata Yuhan


"yaa"


Namjoon tidak susah dibangunkan, berbeda denga kebanyakan member bangtan yang cukup susah, Namjoon pun bangun dan turun dari kasurnya lalu mencuci mukanya, lalu balik ke kamarnya dan makan roti sandwich buatan Yuhan


"Han, kamu jadi kerumah paman dan bibi?" tanya Namjoon


"iya, siang ini, kemarin sebenarnya tapi aku kasihan lihat kamu kecapekan"


"tinggal saja gakpapa lah aku"


"yaa jangan lah, aku harus mengurusimu dulu"


"hem" ucap Namjoon tersenyum pada Yuhan


selesai makan, siap siap, dari pagi karna Yuhan akan balik dulu kerumahnya untuk mengirim baju kotornya dan ganti baju juga, sekaligus memberikan kado oleh oleh dari jepang pada ketiga temannya


"kamu ikut?" tanya Yuhan


"iya, kan aku bilang mau antar"


"kamu gak capek lagi?"


"sudah selesai semalaman tidur lah, ayo aku antar, tapi kamu yang menyetir, pakai mobilku, tinggal motormu"


Yuhan pergi ditemani Namjoon, Namjoon yakin ia tidak lagi capek setelah tour konsernya di jepang yang cukup lama itu


mereka sampai dirumah Yuhan..


"aku turun?" tanya Namjoon


"oh gak usah deh, kamu disini saja kalau capek"


"yaudah, tunggu yaa" ucap Yuhan


"kiss sayang"


"kan bentar ini turun"


"kiss aja susah"


"iyaa, emm sini"


Namjoon meminta paksa cium padahal Yuhan hanya turun sebentar karna akan pergi lagi ketempat lainnya


"eh iya, jangan lupa bawa baju ganti" kata Namjoon


"buat apa?"


"buat di apartemen lah"


"iyaa"


"bawa beberapa baju untuk stay di apartemen"


"iyaa Nam"


"yasudah"


Yuhan turun, membawa kopernya, lalu masuk, dan ganti baju tapi akan pergi lagi, tapi sebelumnya ia menemui dulu ketiga temannya


"eh Yuhan, kamu datang?" sapa Nania


"iya nih, eh iya ini aku bawain beberapa bingkisan, oleh oleh"


"waaah buat kami? bertiga?" tanya Nania


"iya, masing masing satu bingkisan deh, ada baju dan beberapa snack"


"gimana jepang?" tanya Jazlyn


"baik, Yashimi baik"


"kok Yash? aku tanya jepang"


"Yash kan orang jepang"


"aku gak tanya orang jepang, aku tamya jepang, yaudah kerjaannya saja aku tanya, gimana kerjaan dijepang?"


"Yashimi lancar"


"Yuhaaan, ih"


"haha Yuhan" ucap Misilia yang tertawa lepas bersama Nania


"eh ini aku bagi buat kalian, aku pergi lagi ya"


"Yuhan, kamu datang cuma kasih ini?" tanya Misilia


"iya Mi, aku mau antar ke Naryu dan Boseo juga ke mam dan pap juga"


"ahh, tapi membawa baju? berarti gak balik?"


"balik lah, buat di dorm" jawab Yuhan lanjut pergi


Yuhan berpamitan dan pergi ke mobilnya lagi


"itu mobil siapa?" tanya Jazlyn


"iya ya, Yuhan membawa motor kan terakhir terus dia tinggal di dorm katanya, tapi kok kesini bawa mobil?" gerutu Nania


"mungkin mobil staff sana" kata Misilia


Yuhan masuk dan Namjoon langsung menarik pipi Yuhan


"ih kenapa loh" kata Yuhan


"hehe, gemes, kamu makai make up beda dari yang tadi"


"iya hehe, okeh kita lanjut?"


"okeh, kemana lagi ini bos?" tanya Namjoon bersemangat


"lanjut ke kantor ya, ke Boseo, nanti dari Boseo baru kerumah Naryu, pacarnya Boseo, karna aku belum tau pasti dimana alamatnya"


"oh gitu, yaudah, siap, lets go"


mereka sampai di depan kantor milik Yuhan yang dibawa kendali Boseo


"mau turun kiss lagi Han" kata Namjoon


"Nam, apa sih, tadi sudah juga kiss"


"yaa masak setiap turun mau kiss"


"ya gakpapa lah, ayolah"


"eh kamu baru sampai disini kan ya? baru datang ini diperusahaanku"


"iyaa, terus?"


"ayo ikut turun, biar kukenalkan pada Unji, kamu sempat tanya Unji kan?"


"oh ada dia disini?"


"iya, dia memang kerjaan nya disini utama malah"


"yaudah"


Yuhan turun bersama Namjoon, tapi menjaga privasi, Namjoon tetap memakai pakaian komplit serba tertutup


saat mereka berjalan akan masuk, Namjoon menarik tangan Yuhan dan menggenggamnya untuk bergandengan tangan


"kenapa?" tanya Yuhan


"gak apa, aku kan masih asing"


"oh yaudah"


Yuhan pun masuk dan menyapa Woohae


"pak" sapa Yuhan


"selamat pagi nona" sapa Woohae


"pagi juga pak, pagi yang cerah, selamat bekerja, semoga harimu juga cerah" kata Yuhan


Woohae melirik kearah Yuhan dan merasa heran, karna Yuhan tidak seperti biasanya


Yuhan tipe yang cuek, bahkan sikapnya hampir dingin, tapi sekarang seperti terasa hangat, senyum dan menyapa Woohae dengan wajah berbinar


tapi berpikir lagi, siapa pria bersama Yuhan, apa itu pacar Yuhan, apa pria itu penyebab Yuhan sang es batu yang meleleh


Yuhan masuk ke lift dan menyapa beberapa staff disana yang masuk di lift yang sama, dan turun bersamaan juga


saat ini juga para staff Yuhan membicarakan Yuhan dengan seorang pria itu


sementara Yuhan berjalan dari lift kearah ruangan kerja Boseo


"kemana ini?" tanya Namjoon


"kesana, bentar lagi sampai"


"oh ini ruangan Bo?"


"iya"


"ruangan kamu?"


"aku gak ada ruangan disini, pakai ruangan yang sama dengan Bo, karna Bo kan yang mengurusi semuanya"


"ahh"


setelah sampai di ruangan kerja Boseo, Yuhan masuk, dan menyapa Boseo tengah mengerjakan pekerjaan kantor


"Bo.." sapa Yuhan


"nuna? kamu datang?"


"iya, ini sama Nam"


"hai Nam, waah datang berdua ini?"


"iya dong"


Yuhan memberikan bingkisan untuk Boseo dan Naryu, tadinya mau titipkan saja pada Boseo tapi Boseo mengajak mereka berdua kerumah Naryu sekalian


tak lama Unji datang..


"eh ada nona?" sapa Unji


"hai Unji, bagaimana kerjaan?"


"baik dong, waaah yang dari jepang?"


"haha iyaa, ketemu loh aku sama Yash" kata Yuhan


"oh ya kah nuna?" tanya Boseo


"yaa, tapi tidak bisa kerumahnya"


"loh kenapa?"


"emm" ucap Yuhan melirik Namjoon


"ahh, i know" jawab Boseo paham


Boseo langsung paham jika Namjoon jelas tidak membolehkan Yuhan menemui Yashimi karna cemburu


"kerjaan saja, kan dia ke jepang buat kerjaan nya Bo, aku larang buat bisa fokus pekerjaan bukan lainnya" kata Namjoon


"ahh iyaa aku paham" jawab Boseo tersenyum


tapi Namjoon menjelaskan, tetap saja Boseo yakin betul Namjoon cemburu, alasan itu hanya alibi saja menutupi gengsi ke-cemburu-an nya


"oh iya, Unji, aku ada sih buat kamu, tapi di mobil ya bentar lagi ikut turun ke mobil" kata Yuhan


"serius nona?"


"hampir lupa, kenalin Unji, ini Namjoon" kata Yuhan


"Namjoon" sapa Namjoon


"bangtan kan?" tanya Unji


"iya saya bangtan"


"saya kenal kamu karna terbiasa dulu nona menyukai bangtan" kata Unji


"ahh apa iya?" tanya Namjoon


"iya, dari tidak kenal malah jadi kenal"


"dulu siapa dia (Yuhan) sukai?" tanya Namjoon