You Should Be Me

You Should Be Me
188



Heechul mengintip, Yuhan bikin cukup banyak jadi bingung mau buat siapa sisanya


"chagiya, kok ada enam? banyak sekali?" tanya Heechul


"iya biarin deh, itu saja satu porsinya sudah sangat banyak, kan kamu suruh pakai semua semangka dan apelnya"


"tapi siapa makan?"


"biarin deh, siapa saja"


"astaga pas sekali" kata Heechul tiba tiba


"kenapa?"


"nuna suka buah di salad"


"oh ya? pantas saja ada mayo, ada keju, ada beberapa bahan memang untuk salad buah gitu"


"iya suka, tapi salad sayur dia gak suka"


"oh cuma suka salad buah nya saja ya"


"iya gitu deh, lupa juga aku bilang kamu tadi, kalau gini mah gak akan kebuang sih buatanmu, pasti suka dan habis mau berapa porsi itu"


"haha biarin deh, gakpapa"


"ini kenapa bawa cuma satu porsi saja? kan ada enam saja, kamu satu aku satu"


"gak lah, aku sudah mencicipi pas bikin tadi kan"


"dikit itu, yaudah gakpapa, makan bareng seporsi ini ya"


"iya aku barengin kamu makan saja ya"


"ya makan bareng juga"


"okeh siap"


tak lama ayah datang bersama ibu dan menyapa Yuhan


"ehhh ada calon menantu" kata ibunya


"amma.. apa sih ma" ucap Heechul malu


"loh, buat apa malu, kan kalian berpacaran, wajar bilang gitu, nanti niatnya sampai menikah kan?" tanya ibunya


"iya tapi gak kepikiran cepat ma, baru juga menjalaninya" kata Heechul


"hehe maaf kan kami ya Yuhan" kata ayahnya


"ahh paman tidak apa apa, malah senang bisa ditengah keluarga yang bahagia ini, hihi"


"haha bisa saja kamu, oh itu apa?" tanya ibunya


"salad buah bibi, Yuhan buatkan juga buat bibi dan paman, ada buat eoni juga" jelas Yuhan


"waah beneran? kamu buat itu? kesukaan kakaknya Heechul itu"


"iya bi, baru tau juga dikasih tau sama Heechul oppa, semoga eoni suka dan paman bibi juga" kata Yuhan


"biar nanti saya coba ya"


"siap ni"


mereka lanjut mengobrol setelah ada gangguan dari orangtua Heechul, hingga malamnya Yuhan akan pergi pulang karna tidak enak kalau pulang terlalu malam daei rumah pacarnya kan tapi kakak Heechul baru balik dan malah membuat Yuhan tertahan disana lagi


"eh ada Yuhan" sapa nya


"hai eoni, iya, ini mau pulang, eoni baru datang ya?"


"iya, kok pulang, aku baru datang, gitu amat"


"hihi sudah dari pagi eoni, saya disini"


"eh nuna tadi dibuatkan salad buah sama Yuhan, gak mau coba? cicipi dulu gitu nunggu nuna cicipi" kata Heechul


"iya kah Yuhan? waah dimana?"


"iya eoni, di lemari es, tadi paman bibi sudah cicipi, Yuhan buat enam porsi"


"ahh, banyak sekali, buahnya hanya ada apel semangka"


"iya itu semua dipakai, sama Heechul oppa disuruh pasang semua nya jadi banyak sekali"


"tunggu tunggu, aku mau rasa, tunggu jangan pulang dulu"


jadilah Yuhan menunggu lagi dan kakaknya mencicipi dan mengatakan itu enak


"ini sih paling enak selama aku rasain sebagai penyuka salad buah ya" kata kakaknya


"ah kakak apa itu biasa kok, seperti salad buah biasa malah hanya apel dan semangka"


"iya tapi jujur sekali saya Yuhan, ini enak sekali rasanya, beneran, beda kalau beli apalagi pas aku buat sendiri, seada ada nya aja, dienak enakin saja, hihi"


Yuhan jadi pulang terlambat dua jam dari rencana ia pulang karna ditahan oleh kakak Heechul


tapi baru akan keluar malah jadi ditahan oleh ibu Heechul


"looh mau kemana hei" ucap ibu Heechul


"eh bibi, pamit pulang ya bi"


"iya gakpapa kok bi, sudah biasa balik malam"


"lah gak ada, gak bisa balik, sudah malam, tinggal disini semalam"


"maa, kok gitu, nanti dicari pula anak orang ini" kata Heechul


"iya kamu tidak lihat ini malam, itu lihat jam nya, pulang sedirian, malam malam, menyetir mobil begitu, ah tidak ada"


"yaa, Heechul yang antar balik deh, ya kamu aku antar saja" kata Heechul pada Yuhan


"tidak ada, gak ada balik balik, pintu dikunci, ini sudah malam, Yuhan tidur disini, kalau mau minta izin, biar saya yang bicara kepada orangtua" kata ibu Heechul


"emm, gakpapa kok bi, biar nanti Yuhan sendiri yang kabari orang tua"


"nah begitu, sudah tidur sana, tidur dikamar Heechul ya"


"iyaa bi"


Yuhan meminta masuk kamar karna ia memang mengantuk, Yuhan bersiap siap untuk tidur


"maafkan amma ya" kata Heechul


"iya lah gakpapa, aku juga rasanya mengantuk"


"tidurlah, aku tidur diluar saja"


"oh chagi, aku pinjam kamar mandinya ya, bisa kan?"


"bisa lah, itu"


"kan waktu itu toiletnya rusak katanya"


"oh iya, sudah bener kok, bisa dipakai, hihi kamu ingat saja"


"iya lah, yaudah aku mau mandi dulu enak kali ya"


"iya udah sana aku keluar dulu, nyari aku di ruang televisi"


"okeh"


Yuhan pergi mandi, Heechul keluar, beberapa menit didepan televisi, Heechul lupa membawa hapenya, hapenya dikamar


tapi ia takut jika tiba tiba masuk nanti pas ketika Yuhan baru selesai mandi, jadi ia buka perlahan dan mendengar Yuhan masih di kamar mandi


jadilah ia mengambil hapenya, tepat saat mengambil hapenya di laci meja dekat kasur nya, Heechul melihat ada telfon dari nama "Yangsi mam"


Heechul pikir itu ibunya Yuhan, jadi mengetuk pintu kamar mandi untuk memberitahu


"chagi"


"yaa, kenapa chagi, aku belum selesai" kata Yuhan dari dalam


"dihapemu ada telfon ini dari Yangsi mam"


"oh biarin deh, aku masih mandi"


"oh gak diangkat saja? nanti kuatir loh, ini siapa? ibumu kan?"


"angkatkan saja, bilang aku masih mandi"


"okeh"


karna sudah dapat izin dari pemilik hape jadilah Heechul mengangkatnya


"halo, Yuhan, dimana? kapan pulang? ini sudah malam nak?" tanya Yangsi


"Yuhan masih mandi bibi" kata Heechul


"ehh, mandi? ini siapa?"


"saya Heechul"


"ahh, lagi dimana ya?"


"dirumah saya bi, tapi tadi saya bilang sudah kepada Yuhan suruh angkat saja dan bilang Yuhan mandi"


"oh gitu, ya sudah, tapi Yuhan baik baik saja kan ya?"


"baik kok bi, saya jaga"


"okeh makasih ya"


setelah menutup telfonnya, Yangsi jadi bengong karna kepikiran siapa pria yang mengangkat telfon Yuhan itu, bahkan Yuhan ada dirumah pria itu tengah mandi pula


"kenapa? tiba tiba saja diam habis telfon?" tanya Hongjuan


"ini pap, aku telfon Yuhan, yang angkat pria"


"oh, Namjoon?"


"bukan, pria asing kok"


"oh ya? bilang apa?"


"bilang Yuhan dirumahnya lagi mandi"


"siapa? oh temannya kali mam"


"tapi aku tau teman Yuhan kok"