
yang ada malah terlihat Yuhan menyalakan hape nya yang tadi mati, Namjoon menunggu, apa Yuhan menghubunginya atau tidak, kalau tidak, Namjoon akan marah
tapi Yuhan hanya menyalakan hapenya tapi memang tidak menelfon Namjoon, hanya menyalakan hapenya saja
Namjoon masih menahan marahnya karna hape sudah menyala, Yuhan tidak juga menelfonnya, ia menahan karna melihat Yuhan tengah mengambil snack nya dari dapur dengan minuman kaleng
ketika Yuhan balik ke sofa depan televisi, ia melihat televisi menanyangkan iklan merk handphone yang di bintangi bangtan, dan tepat saat dialog dari Namjoon
seketika itu Yuhan teringat ia lupa menelfon Namjoon, seketika itu Namjoon melihat kelakuan Yuhan bukan marah lagi tapi jadi tertawa, karna gemas
bagaimana tidak, Yuhan melihat iklan bangtan dan ada Namjoon baru ingat kalau lupa mengabari Namjoon
"halo? Nam?"
"iya, kenapa?"
"maafkan aku, aku lupa menelfon mu balik"
"kemana aja?"
"menonton drama"
"terus akhirnya ingat?"
"karna melihat iklan handphone bangtan"
"dasar ya kamu"
"kok kenapa? ya jelas harus lah, kamu kan milikku, bukan pacaran ya kita sekarang, tunangan"
"iya tunangan sayang, aku paham"
mereka mengobrol banyak termasuk tentang dua member yang sudah tau soal hubungan antara Yuhan dengan Namjoon dan diceritakannya bagaimana mereka bisa tau oleh Namjoon
"gimana? gakpapa kali ya? kan hanya Hobi dan Jekey, mereka safety sih" jawab Namjoon
"oh gitu.." kata Yuhan
"terus gimana? gakpapa kan kamu?"
"gakpapa lah"
sampai akhirnya Yuhan berpamitan karna ia juga harus pergi kerja
"Nam, ini udah jam delapan, bentar lagi jam sembilan pergi kantor"
"oh yaudah sana, aku juga takut yang lain malah makin tau"
"iya udah, bye Nam"
"love u dulu"
"love you to"
padahal Yuhan kerja mulai jam 10 tapi ia mengaku pada Namjoon kerja masuk jam sembilan, dan meminta juga Jijun berangkat kerja lebih awal menjemputnya sejam sebelumnya
Yuhan persiapan pergi, dijemput oleh Jijun, dan setelah Jijun sampai...
"kok udah berangkat Yuhan? bukannya 10 masuknya? apa ada kabar lebih cepat masuk hari ini ya, di aku gak ada" tanya Jijun
"iya masuk jam 10 kok, cuma aku mau minta antar kamu pergi antar aku kerumah"
"oh, gitu, ada yang mau diambil?"
"gak sih, mau kasih makan hewan ku disana"
sesampainya, Yuhan masuk dan melihat memang masih ada Bowni dan Beckly disana
"benar benar tidak punya pikiran, kenapa masih saja membiarkan dua hewan ini" dalam hati Yuhan menggerutu
Yuhan melihat jika kandang Bowni dan Beckly masih terisi mereka, makanan juga mereka selalu dikasih oleh Munha dan Hajun
Yuhan datang membawakan makanannya lalu mengeluarkannya dan memberikan pada dua peliharaan Munha Hajun itu
Yuhan memang kecewa dan marah pada Hajun dan Munha tapi tidak kepada hewan peliharaan itu, karna mereka bukan penyebab kesalahan
Yuhan memberikan makan lalu selesai dan pergi
"Yuhan, kok sepi? terus ini kandang kandangnya gak ada kok isinya, pada kemana?" tanya Jijun
"ahh, emm iya, pindah"
"oh, kemana?"
"em, dititipkan pada temanku sih"
"ahh"
Jijun kan tidak tau jika Yuhan pindahan rumah, mereka pun lanjut pergi
"kemana lagi?" tanya Jijun
"ke kantor lah"
"oh yaudah, berarti kita datang paling awal kurasa"
"ahh, memangnya jam berapa masih?"
"jam 9.20"
"ahh masih ada 40menit ya"
"iya makanya, apa mau pulang dulu aja?"
"kemana?"
"ya terserah, tadi dari rumahmu, kerumahku gimana?"
mereka menuju ke rumah Jijun, karna masih lama masuk jam kerja jadi ya main saja dulu
Yuhan dan Jijun duduk mengobrol disana..
tak lama dua sepupu Jijun bergantian keluar masing masing selang beberapa menit
yang pertama Yungju, adiknya, yang keluar duluan berpamitan..
"ahh Jijun, aku pergi dulu ya" kata Yungju
"kemana hyung?"
"ada turnamen basket disekolah lama ku di SMP"
"waah asik"
Yungju juga menyapa kepada Yuhan karna sebelumnya mereka juga pernah satu kali bertemu
baru selang 10menit keluar Yungju, keluar juga Jungji
"Jijun, aku pergi ya" kata Jungji
"lah mau pergi juga hyung?"
"iya biasa lah, mau melamar pekerjaan, kebetulan ada teman ku nawari"
"waah, jadi mau pergi ke calon tempat kerja ini?"
"yap, doain ya"
"pastilah"
Jungji juga sama dengan Yungju, menyapa Yuhan dengan ramah, lalu pergi
tinggallah Yuhan dan Jijun disana, tapi Yuhan aneh dengan sebutan "hyung" dari Jijun pada kedua sepupunya itu
"eh, kamu tadi panggil mereka apa?" tanya Yuhan
"apa?"
"tadi, kayaknya panggil hyung kan?"
"lah emang iya, mereka kakak sepupu laki laki"
"ahh tua mereka?"
"iya lah Yuhan, kamu pikir?"
"kupikir tuaan kamu sih"
"Yuhan, maksudmu aku terlihat tua?"
"yaa.. jujur depan orangnya kan gak masalah, daripada dibelakang kan"
"iya sih, memangnya terlihat tuaan aku?"
"udah lah jangan kepikiran"
"ya gimana gak kepikiran, aku loh paling muda diantara mereka"
"iya deh, percaya"
Yuhan pikir usia Jijun malah diatas kedua sepupunya atau paling tidak samaan lah usianya
setelah mengobrol, mereka pergi, sampai di kantor, saat Yuhan turun dari motornya dan berjalan masuk duluan karna Jijun masih memarkirkan motornya
Hyohoon menahan tangannya
"lepas" jawab Yuhan
"kamu kenapa sama dia? apa yang kamu lakukan?"
"apa? ya melakukan apa? gak ada lah, cuma pergi pulang bareng memangnya salah?"
"masalahnya motormu, kenapa dia yang bawa?"
"kenapa?"
"kok kenapa? ya kamu kenapa? bisa bisa nya dia bawa motormu, kamu gak bawa motor, aku pernah lihat kamu pergi naik taksi, motor dibawa Jijun"
"aku yang kasih"
Yuhan berjalan akan pergi tapi Hyohoon menahannya lagi
"tunggu, kamu kasih gimana maksudnya ini?" tanya Hyohoon
"ya aku kasih, motor itu buat Jijun, apa masalahnya?"
"Yuhan, jelasin kenapa? kamu selama pacaran sama aku gak gitu kok, apa kamu berpacaran ternyata selama ini sama Jijun?"
"ngapain urusin urusanku? jangan urus aku, urus dirimu sendiri, kita bukan siapa siapa"
Yuhan akan pergi lagi tapi Hyohoon menahannya lagi
"Yuhan, kenapa sih, apa salahnya aku sih? aku pernah buat kamu tersinggung? marah? kecewa? apa? bicara! jangan diam! aku tidak tau"
"cukup ya Hyo, aku capek, teror mu membuatku gila, berhenti menggangguku, aku sudah bertunangan" kata Yuhan
Yuhan melihat wajah Hyohoon meremehkan ucapannya, Yuhan menunjukkan cincin dipakainya dan menjelaskan itu cincin pertunangan nya
"Yuhan, dengan siapa?" tanya Hyohoon
"kamu tidak akan kenal, dan aku tidak akan pernah kenalkan, kamu tidak perlu kenal juga, kita hanya masa lalu" kata Yuhan
tapi ternyata itu tidak membuat Hyohoon mundur, saat akan Yuhan pergi, ucapan Hyohoon malah membuat Yuhan balik lagi kehadapan Hyohoon