
"oh boleh paman, silahkan ditinggal, ada kami kok" kata Namjoon
"nanti anak saya akan datang menggantikan"
Sangja pulang sebentar dan menitipkan Jijun dulu kepada bangtan disana
saat satu jam kemudian, Jijun mulai bangun, dokter datang memeriksa, baru makan juga agar bisa memberikan obat lagi
"makasih ya kalian mau menemaniku" kata Jijun
"iya Jijun, santai lah, kami kalau sibuk juga gak bisa bantuin jaga kamu" kata Sejin
"iyaa, maafkan aku jadi merepotkan"
"memangnya bagaimana ceritanya bisa seperti ini?" tanya Namjoon
disini barulah mereka semua mulai bertanya bagaimana sampai bisa membuat kecelakaan itu terjadi dan Jijun menjelaskannya...
ia mengatakan beberapa hari terakhir memang sulit tidur, pikiran kacau, semua bercabang karna Yuhan, ia kepikiran Yuhan dalam banyak hal terutama soal kemarin persidangan
ia merasa bersalah karna tidak bisa membantu pihak agenci tempatnya bekerja, ia juga tidak bisa membela Yuhan disana, itulah mengapa ia sampai drop dan tidak fokus dijalan mengakibatkan kecelakaan
"kecerobohan ku memang, harusnya gak kepikiran sampai begitu" kata Jijun
"kan bukan salah kamu, itu memang keputusan Yuhan melaporkan kita dan menuntut balik" kata Sejin
"iya pak, tapi aku masih saja merasa bersalah" kata Jijun
mereka sama sama diam beberapa detik, Jijun malah jadi nanya soal Yuhan apa tau kabarnya dan motornya
"oh ya, apa Yuhan tau soalku?"
"soal apa?" tanya Sejin
"soal aku kecelakaan dengan motornya, apa belum ada yang mengabarinya?" tanya Jijun
"siapa yang mau mengabarinya? tidak akan ada yang bisa mengabarinya, kau pun tau kita diterapkan agar tidak mengusiknya" kata Kwan
"iya, setidaknya aku ingin dia tau saja, aku kan sahabatnya, ingin tau bagaimana respon nya ketika tau aku kecelakaan"
"iya sudah, banyak banyak dulu istirahatmu, jangan banyak pikir yang lain" kata Seokjin
"fokus pemulihan kamu" kata Hoseok
"oh ya hyung, nanti kalau misalkan Yuhan datang tapi pas aku tidur, bangunkan aku saja ya" kata Jijun
"tapi kalau kamu tengah tidur bagaimana mau membangunkannya, kami tidak ada yang tega" kata Hoseok
tapi Namjoon berpikir, jika Yuhan ya tidak akan balik lagi ke rumah sakit untuk menjenguk Jijun
"sudah yang penting fokus dulu kau pemulihan, soal itu siap, kami akan membangunkan mu nanti" kata Namjoon dengan yakin
"bener ya, bangunkan saja, aku benar benar ingin bicara dengannya, aku rindu pada sahabatku" kata Jijun
bahkan Jijun masih anggap Yuhan adalah sahabatnya, mereka semua salut juga terharu sikap kekeh Jijun sebagai sahabat Yuhan
tujuh member bangtan dan tujuh staff disana hanya diam, saling bertatapan diam diam dan tidak ada yang mau mengatakan bahwa sebenarnya baru saja saat Jijun tidur, Yuhan datang
dimana mereka semua juga tidak tau bagaimana bisa Yuhan tau kabar kecelakaan Jijun padahal bukan Jijun yang mengabarinya, tau tau datang menjenguk saja
"ini dari awal aku melihat hanya pamannya saja yang datang mengurusi Jun hyung ya" kata Jimin
"iya, aku juga tidak sama sekali melihat keluarga lainnya, ayah, atau ibu gitu" kata Jungkook
"dia memang tinggal bersama sepupunya, anak dari paman nya dia tadi, jadi yang mengurusnya paman nya sejak dulu" jelas Namjoon
"oh ya? memangnya kenapa orangtuanya? pasti cerai?" tanya Taehyung
"bukan, kalau cerai kan masih bisa lah mengurusi anaknya juga bagaimana pun Jijun anak mereka walaupun mereka cerai berapa kali" kata Namjoon
"lah, lalu?" tanya Taehyung
"meninggal, sejak lama, sejak Jijun masih kecil"
"oh apa dia (Jijun) menceritakan kepadamu?" tanya Jimin
"awalnya aku tau nya dari Yuhan, tapi Yuhan memberitahuku"
"ahhh" jawab member lainnya bersamaan
setelah seharian berkumpul disana, satu persatu member bersama staff utama mereka masing masing berpamitan untuk urusan masing masing member hingga hanya tersisa Kwan dan Namjoon di rumah sakit itu
tinggal hanya Kwan dan Namjoon disana menunggu Jijun sampai keluarganya ada yang datang, karna tadi paman Jijun menitipkan sebentar
baru tak lama datang lah Yungju dan Jungji datang..
"gimana keadaanmu Jun?" tanya Yungju
"begini lah"
"kamu kebiasaan, kepikiran pacar apa gimana, gak fokus dijalan" kata Yungju
"apa sih, aku hanya ada sedikit masalah"
"ini siapa, Jun?" tanya Jungji
"ahh kenalin, ini Namjoon dan pak Kwan, orang dari kantorku"
"aaah makasih pak, sudah menemani, saya Jungji, anak dari paman nya Jijun" kata Jungji
"salam kenal juga, saya Kwan, saya menunggu keluarganya memang, yang lain sudah pergi" kata Kwan"
"oh bisa pak ditinggal saja, sudah ada kami, maafkan jadi merepotkanmu yaa" kata Yungju
"baiklah, kalau gitu kami tinggal yaa Jijun, semoga cepat sembuh" kata Kwan
"Jijun, pamit juga ya saya, banyak istirahat, agar cepat pulih" kata Namjoon
"ya pak, hyung, makasih ya"
Namjoon pergi dari sana bersama Kwan menuju dorm, dan mereka duduk disana
"ada sajaa masalah terjadi akhir akhir ini" gerutu Kwan
Namjoon hanya diam...
"satu datang masalah, satu lagi datang lagi masalah ketika yang lain belum selesai, eh baru selesai satu masalah tadi, ada lagi" gerutu Kwan mengomel
tapi Namjoon masih diam...
melihat tidak ada respon, Kwan menoleh kearah Namjoon
ia langsung tau apa yang dirasakan oleh Namjoon, karna Kwan memoliliki perasaan yang sama dengan Namjoon yaitu mencintai Yuhan
bedanya Namjoon pemenangnya karna pernah dapatkan Yuhan sedangkan Kwan tidak pernah ada kesempatan itu
"apa kamu masih belum bisa melupakan Yuhan?" tanya Kwan
"masih" kata Namjoon dengan jujur
"kamu masih menyukainya?"
"masih, tapi pilihan membuatku harus meninggalkannya dan sekarang aku yang malah kehilangan dia"
Kwan menarik napasnya perlahan dan diam, Namjoon melihat kembali kearah Kwan yang jadinya malah ikut diam juga
"apa kamu juga memiliki perasaan masih kepada nya?" tanya Namjoon
"tidak lah, tidak ada" kata Kwan berbohong
"aku sudah tau kok hyung, kamu tenang saja, aku tidak marah seandainya sekarang jujur, aku juga sudah berakhir kan sama Yuhan"
"apasih, memang nya terlihat ya kalau suka?"
"iya lah"
"ya bagaimana dengan Jijun? dia tadi mengharapkan Yuhan datang, bahkan dia mengatakan dirinya begini karna memikirkan Yuhan"
"kalau dia, aku tau memang murni persahabatan saja, aku juga sempat mencurigai nya jika ia mencintai Yuhan, tapi semakin aku tau tentang dia gak lebih dari sahabat sih" kata Namjoon
"ya sama, aku pun begitu kok, sama saja, kamu saja overthinking, berpikirannya buruk tentangku" jawab Kwan
"beda hyung, kalau kamu aku merasa beda ajah"
"lah beda gimana?"
"ya pokoknya beda kalau dibandingkan Jijun sih"