
"oh, dia yang pas didepan kami kan? ingat aku" kata Jimin juga
"ingat semua?"
"aku belum ingat dia" kata Seokjin
"ada lagi klu lainnya?" tanya Yoongi yang juga belum ingat
"ahh, masih ingat waktu kita ada acara di salah satu tempat acara gedung gitu?"
Hyunsoon menjelaskan ada salah satu area pada sebuah gedung acara yang bangtan tempati untuk acara juga dimana tepat disebelah sisinya ada pagelaran pertemuan hewan hewan buas
beberapa orang disana datang membawa hewan buas peliharaan masing masing
"ahh aku benar ingat itu, aku masih sangat ingat, tapi apa hubungannya sama pagelaran itu?" tanya Jungkook
"apa hubungannya?" tanya Yoongi
"ya itu kan pagelaran nya milik Yuhan, Yuhan yang membuka acara itu, ada nama bertuliskan Yuhan Juan, itu dia"
"ahh okeh aku ingat sekarang nama itu, aku memang penasaran pada saat itu kenapa nama terpampang itu perempuan padahal pagelaran hewannya buas" jawab Yoongi
"jadi maksudnya, gadis tadi itu penyuka hewan buas?" tanya Jimin
"iya, dia penyelenggaranya"
"aku beluuum ingat" jawab Seokjin
"aduh apa lagi yaa?"
beberapa hal dijelaskan oleh Hyunsoon tapi Seokjin saja yang masih belum mengingat apapun
wajar saja, Seokjin pribadi diluar panggung atau pekerjaannya adalah Seokjin yang cuek dan tidak acuh pada sekitarnya, tidak heran ia susah mengingat seseorang karna ia saja tidak peduli pada sekitarnya
sementara Namjoon, yang masih bersama Yuhan..
"kamu kapan mulai bekerja disini?" tanya Namjoon
"aku juga tidak tau, aku akan tanya pada Hyun nanti, tapi kata Jin tadi, lebih baik besok ke kantor untuk temui ceo kalian"
"oh besok jadi bisa pergi?"
"iyaa besok saja biar lebih cepat lebih baik, aku terlalu takut berlama lama tanpa ada perlindungan, karna aku juga butuh bersembunyi dari Baori" kata Yuhan
"lalu bagaimana dengan Hyo?"
"Hyo aku sudah putuskan, aku juga tengah bersembunyi disini bersama kalian"
mereka mengobrol cukup lama disana membahas banyak hal, Namjoon sedang berusaha mengambil hati Yuhan dengan menanyakan hewan hewan peliharaan Yuhan
padahal ia tidak menyukai nya tapi sebagai bentuk perhatian saja, Yuhan menghargainya
tapi Yuhan bahkan jauh lebih berpengalaman dibandingkan Namjoon bahkan dibandingkan member tertua di bangtan
Yuhan tau jika Namjoon berbasa basi karna terakhir saja Namjoon begitu ketakutan dan hampir merasakan trauma tinggi karna ulah hewan peliharaannya yang keluar dari kandang hampir menerkamnya
"aku pulang ya, makasih waktunya" kata Namjoon
"apa butuh diantarkan Hyun?"
"tidak, jangan sudah"
"yaa berhati hatilah"
Yuhan pun masuk mobilnya dan pergi, Namjoon masih disana, ia melihat sampai mobil Yuhan tidak terlihat lagi oleh matanya
sembari Namjoon memikirkan jika Yuhan jadi kerja ditempatnya, itu akan malah jadi mempersulitnya dekati Yuhan
sebenarnya lebih enak karna lebih dekat bukan, bisa setiap saat bersama, tapi staff dengan idol dilarang ada hubungan spesial atau lebih dari sekedar berteman, itu akan jadi bahan pembahasan di banyak media nantinya
mengancam karier Namjoon, mengancam karier bangtan, juga mengancam Yuhan sendiri
Namjoon masuk dorm nya lagi, semua sudah kembali sibuk dengan kesibukan masing masing dan tidak lagi berkumpul membahas soal siapa Yuhan karna semua sudah paham
Namjoon pergi ke ruang kerjanya bersama Hyunsoon dan mulai kembali dengan kesibukannya
hari berganti..
Yuhan bersiap siap hari itu akan pergi ke agenci bangtan
"Unji.." sapa Yuhan
"ya nona?"
"kamu kembali uruskan pekerjaan kantor"
"siap nona, lalu nona?"
"oh siap, apa nona? mau minta bantuan apa?"
Yuhan menjelaskan kepada Unji tentang rencananya mencari rumah baru, Yuhan menyuruh Unji mencari tanah lalu membangunkan rumah dengan kondisi dalam rumah yang sama
dimana lebih mengutamakan kandang kandang dan meminimaliskan rumah pribadinya demi peliharaannya
Unji bersedia membantu mencarikan itu dan ia mulai mengurus nya hari itu juga
Unji juga dapat kepercayaan penuh atas kepindahan Yuhan ini, jadi mencarikan lahan lalu laporan, membangun lalu laporan lagi, memindahkan semua hewan dan barang dari rumah lama ke rumah baru laporan lagi dan lagi, semua yang harus dilakukan dengan banyak laporan kepada Yuhan, Unji menyanggupi semuanya
"makasih Unji" kata Yuhan
"aku yang makasih, nona sangat baik padaku"
Unji memang begitu percaya kepada Yuhan sejak ia bekerja pada Yuhan
Yuhan melihat dirumah kantornya tidak ada baju yang pas disana untuk ia pakai ke agenci bangtan dan melamar pekerjaan, karna Yuhan kan masih ada dirumah kantornya
jadi ia harus balik kerumah nya yang di uruskan oleh Jazlyn, Nania dan Misilia
setelah sampai...
"Yuhan.. kau datang? tumbenan pagi?" sapa Nania
"iya, biasanya malam" jawab Jazlyn
"iya aku ada urusan ke kantor lain tapi baju yang akan ku pakai disini"
"oh mau kemana kamu? aku buatkan makan dulu ya" sapa Misilia
"gak ah, aku gak biasa makan sepagi ini, terlalu pagi ini" jawab Yuhan
Yuhan masuk kamarnya..
Misilia tetap membuatkan susu soya (susu yang tidak mengandung protein hewani) yang panas dengan salad sayur kesukaan Yuhan
"Yuhan, Mi sudah buatkanmu" kata Nania
"ahh dia tau aja kesukaanku, ah masih ada waktu, aku makan saja"
"ya makan lah, mau pergi" sambar Misilia
masih ada waktu memang, tapi tidak tau kalau akan ada yang datang kerumahnya, apalagi mobil Yuhan ada didalam teras yang terlihat dari luar pagar rumah Yuhan
tak lama benar saja terdengar suara mobil berhenti didepan gerbang rumah Yuhan
"siapa?" tanya Yuhan
"ada Jazlyn didepan, biar kulihat saja" jawab Nania
Nania pergi menemui Jazlyn yang ternyata sudah bersama seseorang
"cari siapa?" sapa Nania berbisik pada Jazlyn
"cari Yuhan, itu mobilnya ada, dia ada? saya Baori yang kemarin" kata Baori
Jazlyn dan Nania bingung juga harus apa karna memang mobilnya ada didepan, mau alasan tidak ada ya tidak akan percaya Baori nya
tapi Misilia melihat dari jendela
"ribut ya?" tanya Misilia
"apa? siapa?"
"ribut didepan kayaknya"
dan memberitahu ciri ciri pria itu, Misilia belum ngeh karna belum terlalu jelas melihat siapa pria itu
Yuhan bingung dan ia mencari akal untuk bisa keluar dari sana
"eh pak Bao itu" jawab Misilia
"iya aku sudah tau"
"aku baru sadar itu Baori, lalu mau kau temui?"
Yuhan kepikiran untuk menelfon Namjoon
beberapa kali tidak diangkat jadi ia menelfon Hyunsoon saja, dan baru sekali langsung diangkat
"yaa Yuhan?" sapa Hyunsoon
"Hyun, apa kamu bisa membantuku?"
"membantumu? membantu apa?" tanya Hyunsoon