You Should Be Me

You Should Be Me
58



Yuhan memastikan Namjoon lewat telfon, dan meminta agar bersiap siap


sesampainya Yuhan disana agar Namjoon langsung naik ke mobil Yuhan dan cepat pergi, betul saja sampai sana, Yuhan berhenti depan Namjoon, Namjoon membuka pintu mobil dan lanjut pergi


"kenapa Yuhan?" tanya Namjoon


"aku kuatir Bao datang" kata Yuhan


Yuhan beralasan Baori padah ia takutnya Hyohoon datang


setelah dalam mobil, Namjoon menelfon Hyunsoon agar balik duluan ke agenci, karna tadi Namjoon kan diantarkan oleh Hyunsoon


Yuhan juga menjelaskan kenapa ia harus serba terburu tadi, dan Hyunsoon percaya saja karna Yuhan kan sudah masuk bagian staff bangtan


Hyunsoon balik lah ke agenci, sedangkan Namjoon ikut Yuhan


"kamu terburu kah? mau kuantarkan dulu ya?" tanya Yuhan


"ahh, tidak kok, aku ada jadwal latihan saja hari ini tapi nanti malam, aku pikir mau main kerumahmu" kata Namjoon


"ahh, bagus deh, aku mau pergi kerumah ayah ibuku dulu kamu ikut gak apa kan?"


"iya gak apa kok, memangnya kamu gak keburu kekantor?"


"ya aku kan nunggu kalian, nanti sore masuknya"


"ahh, jadi kapan memang pindah ke dorm nya?"


"besok malam, nanti sore ke agenci, malamnya kerjaan karna kalian latihan kan, baru besok malamnya"


"ahh"


diam dulu beberapa menit, Namjoon kembali membuka suara karna ia pikir Yuhan pergi kerumah ayah ibunya sepagi itu karna untuk berpamitan besok akan tinggal di dorm


"kamu kerumah ayah ibu kamu buat pamitan kerja?" tanya Namjoon


"gak sih, kalau kerja aku gak pernah pamit ya langsung saja berangkat gitu"


"iya maksudnya pamit kan besok tinggal di dorm"


"oh iya itu juga"


"ohh"


"tapi niat awalnya juga mau kasih uang hasil kerja bayaran ku kemarin tu" kata Yuhan


"ahh, kasih orang tuamu?"


"iya, seberapapun kupikir aku ingin memberikannya pada mereka dari hasil kerja kerasku sendiri" kata Yuhan


"ahh memangnya kamu tidak pernah kasih mereka?"


"tidak, aku malah dikasih bulanan, karna memang kan aku belum kerja mandiri, ini kerja keringatku sendiri jadi ingin kasih mereka, yaa seberapapun lah" kata Yuhan


mendengar itu, Namjoon makin kagum, bagaimana bisa Yuhan lahir dari orang kaya, bahkan memiliki peliharaan harimau dan hewan buas lainnya juga memiliki uang bulanan rutin dari orang tua nya tapi ketika kerja dengan hasil kerja keras dan keringatnya sendiri malah ia ingin memberikannya pada orang tua


"gakpapa kan kamu ikut aku ini?" tanya Yuhan


"iya lah tidak apa apa kok"


setelah sampai..


Namjoon melihat betul dengan nyata bak didepannya adalah istana, mewah, besar, asri


"emm Yuhan, aku tunggu dimobil saja ya" kata Namjoon


"loh gimana ada, ayo turun juga"


"ahh tidak lah, aku malu"


"iiish malu apa dah, ayo ikut, turun saja"


Yuhan memaksa jadi Namjoon turun juga tapi saat akan masuk, Namjoon benar benar tidak enak kalau ikut masuk, apalagi itu pertama ia datang


"aku tunggu disini saja ya"


"Namjoon, kenapa sih"


"beneran Yuhan, jangan, tidak enak aku"


"iyaa"


tapi sejak awal masuk, Yuhan heran banyak sekali mobil didepan rumah itu, Yuhan pikir ya teman teman Yangsi


karna yang Yuhan tau, yang datang bermobil dan banyak itu berarti teman Yangsi, karna Yuhan sendiri merasa Hongjuan sedikit pertemanan, dan teman teman Hongjuan kebanyakan ya dari pertemanan Yangsi juga


tapi saat Yuhan masuk, ia kaget karna semua tamu yang datang saat itu adalah perempuan semua dan memakai baju sangat terbuka semua


bukan karna masalah pakaian yang begitu minim dan nyaris telanjang, karna Yuhan sebenarnya ya bisa dikatakan berani berpenampilan sangat seksi


tapi jadi masalahnya kenapa malah semua gadis itu adalah tamu Hongjuan padahal jauh sebelumnya ia tidak pernah tau Yuhan memiliki pertemanan yang modelan nya begini semua


"pap" sapa Yuhan


melihat Yuhan datang dan memanggil nya, Hongjuan langsung membubarkan semua pertemuan disitu hari itu


"nanti bisa bahas di grup tentang upah hasil, sama jam kerja dan lainnya" kata Hongjuan


"yaa pak" jawab mereka


mereka semua pergi..


Yuhan berdiri disana menanyakan beberapa hal


siapa mereka?


pekerjaan apa digarap?


karna memang Yuhan tidak pernah tau apa pekerjaan ayahnya geluti selama ini


"pap, mereka siapa? pap lagi bisnis apa kok modelan nya semua begitu begitu? itu bahkan ada yang berusia sama denganku, ada dibawa usiaku juga kan" kata Yuhan bingung


"pap selalu mengajarkan, urusan pekerjaan jangan selalu ingin tau" kata Hongjuan


"ya cuma nanya pap, kenapa harus mereka dengan pakaian itu, hampir telanjang loh mereka, bahkan Yuhan saja tidak seberani itu"


"emm kamu makan makan dulu gih, masuk kamar mu, bersihkan badanmu, lalu ceritakan ada apa kamu datang" sambar Yangsi yang baru keluar


Yuhan masuk kamar nya lalu diam didepan cermin dan masih memikirkan sebenarnya pekerjaan apa yang dilakukan ayahnya


ia diam diam keluar dan mencoba mendengarkan apa saja yang dibicarakan oleh ayah dan ibunya


disini lah ia baru tau apa pekerjaan Hongjuan selama ini, betapa nyeseknya mendengarkan semua fakta tentang itu dimana ia mendengar obrolan Hongjuan dengan seseorang ditelfon, lalu obrolan Hongjuan dengan Yangsi yang membahas semua pekerjaan Hongjuan yang memang harus Yuhan tau


"kamu ini dibilang kan sama aku, tunggu Yuhan keluar kota baru kesini kumpul" kata Yangsi


"ya bagaimana, mana ku tau dia akan datang, orang dia kan sudah ada kerjaan, kupikir akan sibuk itu"


"iya tapi tetap, mulai sekarang jangan pernah bawa mereka berkumpul disini, aku tidak suka juga kan berapa kali bilang, terserah kamu mau melakukan apa diluar tapi jangan disini" kata Yangsi


"ya iya"


"lalu bagaimana Yuhan?"


"ya dia sudah dewasa, sudah tau, harusnya sudah mengerti, jelaskan saja semua" kata Hongjuan


"gak mudah pap"


"aku bantu jelaskan"


semua jelas ia mendengar bagaimana percakapan Yangsi dan Hongjuan tentang pekerjaan Hongjuan sebagai penjual manusia


jual jasa, jual badan (****), jual fisik, bahkan jual organ dan tubuh


ia tidak berani melawan, ia hanya diam dan masuk kamar seolah ia tidak pernah mendengar apapun tentang pekerjaan ayahnya


tapi ia tidak bisa diam saja, ia harus membahas ini, ia pun turun lagi dari kamar nya dan menemui ayah ibunya


"pa, jelaskan pekerjaan mu apa" kata Yuhan


"apa kau ini datang datang" jawab Yangsi


"biarkan mam, biarkan kita jelaskan, dia sudah dewasa, sudah harus tau"


"aku sudah tau semua tadi, kenapa pap melakukan pekerjaan sekeji tu?" tanya Yuhan


Hongjuan melirik kepada Yangsi, Yangsi pun sama, melirik Yuhan dengan kekuatiran