You Should Be Me

You Should Be Me
97



tapi Yashimi adalah penggerak sekaligus pengawas utama dan bahkan pemilik utama dalam perusahaan yang tengah sukses bukan main di jepang saat ini


tapi nyatanya perusahaan itu membuat namanya melambung dikenal banyak orang, terbukti ketika seseorang pemilik rumah makan tersebut menyambut Yashimi, bahkan pemilik restoran kaget karna disana Yashimi malah bersama bangtan


"selamat datang pak di rumah makan kami" sapa Tawashi, selaku pemilik rumah makan jepang itu


"yaa, terimakasih sambutannya, saya bersama mereka" kata Yashimi


"waah benar benar kehormatan terbesar dari saya ini, bangtan.. selamat datang juga dari saya, salam kenal, saya Tawashi" sapa Tawashi


"yaa.. salam kenal pak, terimakasih atas sambutannya" jawab Namjoon


karna kedatangan Yashimi dan juga bersamaan dengan kedatangan bangtan disana, Tawashi langsung memberikan menu dessert gratis andalan dari rumah makannya untuk semua member bangtan dan juga Yashimi


tapi hanya untuk mereka (Yashimi dan ke-tujuh member bangtan) jadi Yuhan dan para staff lainnya tidak dapat jatah itu


jadi Yashimi bersedia membayari untuk membelikan Yuhan dessert yang sama


"silahkan pak Yash, dicoba, bangtan.. mari silahkan dicoba.." kata Tawashi


"ahh, pak, apa menu dessert ini dijual juga?" tanya Yashimi


"oh iya, ini dessert saya juga dan sudah masuk ke buku menu kok, tapi untuk yang pak Yash makan, ini gratis sebagai tanda terimakasih saya sudah mau mampir ke rumah makan saya ini, juga kepada bangtan"


"iya sudah saya pesan satu lagi dessert yang sama, saya bayar dengan harga normal"


"oh bisa bisa, biarkan saya buatkan"


setelah Tawashi pergi dan kembali dengan dessert itu, yang ada malah Yashimi memberikannya pada Yuhan agar bisa makan juga


"silahkan pak" ucap Tawashi


"oh, ini Yuhan, untukmu" kata Yashimi memberikannya pada Yuhan


"waah makasih Yash"


"sama sama"


tapi seketika itu Seokjin menyambar


"Yuhan nuna makanan ini biar saya yang bayar, kan kamu satu dari staff kami, biar kami yang bertanggung jawab" jawab Seokjin


seketika itu Namjoon melihatnya malah jadi kaget dua kali, kaget karna sikap Yashimi yang membelikan dessert itu untuk Yuhan tapi kaget keduanya karna Seokjin menjawab itu


ia senang karna tidak perlu dirinya yang meluapkan ke-cemburu-an nya tapi ia juga tau karna Seokjin melakukan itu merasa cemburu


"oh gak papa kok Jin, saya kan teman Yuhan, kita makan, masak Yuhan tidak" kata Yashimi


"Yuhan nuna kerja dengan saya jadi sayang bertanggung jawab kok, tenang saja hyung" jawab Seokjin


"tapi.."


"pak, nambah lagi buat dessert nya sembilan porsi untuk teman staff saya yang ada dimeja sana, jadi nanti biar saya bayar untuk 10 porsi sekalian dengan miik Yuhan nuna" kata Seokjin


Namjoon sedikit cemburu, dari awal selalu Seokjin yang menghalangi niat baik dari Yashimi untuk Yuhan yang terkesan cemburu


tapi setidaknya Yuhan tidak jadi dibelikan dessert itu oleh Yashimi


Yuhan tidak tau harus bagaimana, jadi ia diam, semua member mengira jika Yuhan memiliki hubungan spesial dengan pria itu termasuk Namjoon meskipun padahal Namjoon pernah tau dan pernah berkenalan dengan Yashimi


setelah makanan selesai, Yashimi mengantarkan Yuhan juga bahkan ke hotel yang tidak jauh juga dari sana


sampai di lobi hotel..


"terimakasih ya Yash, emm maafkan sikap mereka" bisik Yuhan


"ahh Yuhan, santai, aku tau jadi posisi mereka" kata Yashimi


"makasih banget sudah menyempatkan main kepadaku"


"iya dong, eh kamu masih lama kan? kalau ada luang waktu kerumah ku ya"


"oh siap, pasti aku datang, mumpung aku di jepang kan, kapan lagi"


barulah Yashimi pergi dan berpamitan juga pada member bangtan


"itu pacarmu atau mantanmu kan?" tanya Seokjin


"teman? mana ada teman begitu perhatian?" jawab Seokjin


"dia bukan hanya padaku, pada yang lain juga kok"


"ahh nuna, akui saja, kamu memang keren sih sampai kenal dengan dia" jawab Jimin


"pekerjaannya pasti tidak hanya staff biasa, manager atau owner setidaknya sih" kata Taehyung


Yuhan jadilah menjelaskan bagaimana ia kenal Yashimi, siapa Yashimi, bagaimana keluarga Yashimi, semuanya


"oh jadi begitu ceritanya? tapi belum pernah ada hubungan kah?" tanya Hoseok


"pasti lah ada, tidak mungkin tidak ada melihat sikapnya begitu manis" sambar Yoongi


"tidak ada lah, teman mana ada menyimpan perasaan"


"sikapnya begitu, mau bilang apa kamu? kita bukan anak kecil dan kamu sedang membohongi kami layaknya anak kecil" kata Yoongi


"loh ya memang itu yang saya jelaskan ya itu adanya kok, sekarang aku tanya, kalau kalian dekat dengan wanita, dan hanya berteman, apa kalian tidak peenah sekalipun perhatian?"


"ya pernah sih, perhatian jelas" jawab Taehyung


"nah, apa itu tidak bisa dikatakan ada mya hubungan?"


"ya tidak lah, kan perhatian sebagai teman" sambar Taehyung lagi


"nah, karna kamu pengalaman" jawab Jimin pada Taehyung


"karna pengalaman, jadi bisa menjawab, sementara yang tidak pengalaman akan tetap mengelak" jawab Yuhan


seketika itu Yoongi terdiam, tidak berani dan tidak mau menjawab lagi karna ia sudah di skak mat secara tidak langsung dengan penjelasan Yuhan


hari berlalu..


ketika dua hari setelah hari itu, Yashimi datang lagi ke hotel itu sengaja untuk menemui bangtan tapi tetap karna ia kenalnya Yuhan ya harus melalui Yuhan


"selamat siang" sapa staff jaga


"siang, bisa tolong hubungi kamar atas nama Yuhan?" tanya Yashimi


"Yuhan? tunggu biar saya carikan"


Yashimi melihat staff mencari daftar nama sedikit kesusahan jadi menjawab lebih jelas


"emm, Yuhan atas nama staff bangtan" jawab Yashimi


"ahh, iya kalau itu saya tau, ada perlu apa ya pak?"


"bilang saja, ditunggu saya disini" kata Yashimi


"baik pak"


hanya perlu mengatakan itu, staff hotel langsung menelfon kamar Yuhan yang langsung terhubung pada Yuhan lalu menjelaskan jika ditunggu di lobi oleh Yashimi


padahal tadi Yashimi tidak menjelaskan kepada staff hotel itu jika atas nama Yashimi yang menunggu tapi karna terkenalnya nama Yashimi, staff langsung paham, memang segitu besarnya nama Yashimi di jepang


"kemana Yuhan?" sapa Haneul


"eh eoni, ini ketemu temanku"


"teman?"


"iya yang kemarin di rumah makan, dia ada dilobi, jadi aku menemuinya dulu ya, kan pekerjaan kita nanti sore"


"iya sih, itu dia yang telfon?"


"iya, aku tinggal ya, sebentar kok, gak keluar hotel aku kok"


"yaudah, soalnya kita masih banyak kerjaan"


"okeh"


Yuhan setelah menutup telfonnya langsung bersiap siap, ia emang tidak pernah memakai we-wangi-an berlebihan di jam kerja, ia akan memakai wangi yang cukup menyengat ketika diluar kerjaannya tapi karna ia akan menemui temannya