You Should Be Me

You Should Be Me
154



seketika itu Yuhan diam,ia kaget karna mendengar suara keras Namjoon


"aku tau mungkin kamu disituasi sulit ini, tapi aku begini peduli padamu, aku peduli kebaikan, bukan berarti ikut campur Han" ucap Namjoon lagi


"aku gak bilang kamu ikut campur" jawab Yuhan


"tapi kamu bilang mereka ikut campur, mereka keluargamu Yuhan, dan mereka gak salah, bicarakan itu padaku karna aku tunanganmu" kata Namjoon


Yuhan mulai mendengar kan dengan kepala dingin ucapan Namjoon, disini Namjoon tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia mendengarkan Namjoon dan mulai menelaah ucapan per ucapan Namjoon, ia berpikir semua ucapannya benar


"percaya ya sama aku, aku tidak bermaksud apapun kok, aku telah bertemu keluargamu semuanya tapi aku niat baik, mereka ada niat baik juga" kata Namjoon


"iya, aku tau, aku terlalu keras, aku rasa aku memang salah ambil jalan ini dimana aku pergi menjauh dari mereka" kata Yuhan


"terserah, sekarang mau terima atau tidak, aku tidak mau kita tengkar, aku janji padamu, aku tidak akan pernah lagi mau ikut campur urusan keluargamu kok sayang"


"bukan gitu, aku hanya bingung bagaimana menyelesaikannya, kupikir dengan pergi dan menghilang dari mereka semua selesai"


"tidak dong, menambah masalah itu"


"aku dengarkan ucapanmu kok"


Yuhan memeluk Namjoon dan menangis disana, Namjoon tidak melarang Yuhan menangis sekeras mungkin, ia tidak masalah apapun itu dilepaskan dengan tangisan hingga bajunya basah


yang penting Yuhan bisa lega melepaskan semua jeritan tangisannya


Yuhan berpikir, memang Namjoon berpengaruh besar dalam hidupnya, ia adalah tempat menangis, tempat tertawa, tempat segala isi hati dan kepala Yuhan


luar dalam nya Yuhan sudah Namjoon tau, tidak ada tertutup satu hal pun masalah keluarga


bahkan sejauh mereka berhubungan hanya Namjoon yang tau sisi dalam sebenarnya keluarga Yuhan


mungkin bagi Yuhan kenyamanan sekarang memang segalanya, Yuhan dapatkan kenyamanan itu dari Namjoon, ia merasa bebas menceritakan bagaimana kisah kehidupannya


"oh iya.. ada satu hal lagi, aku hampir lupa katakan" kata Namjoon


"apa?"


"Boseo dan Naryu akan jadi orang tua"


"wooh? serius?"


"iya, serius"


Namjoon menjelaskan bagaimana ia bertemu dengan Boseo dan Naryu dirumah sakit untuk cek up rutin untuk baby dalam perut Naryu


"astaga, aku lama tidak dengar kabar mereka" kata Yuhan


"kan, kehilangan banyak moment"


"aku harus menghubungi Boseo"


"kok menghubungi? ya ketemu langsung lah, gimana sih"


"oh gitu?"


"ya lah, besok aku temani deh tunggu pekerjaan ku senggang"


"belum pasti berarti?" tanya Namjoon


"kok masih terkesan maksa?" tanya balik Yuhan


"iya tidak deh, lupakan saja" kata Namjoon memeluk Yuhan


hari berlalu...


ketika Yuhan datang ke dorm bangtan membawa tas berisi bajunya karna siap keluar kota


Yuhan berpapasan dengan Aekyo, tepat dipintu dorm ketika Yuhan baru datang dan akan masuk, Aekyo akan pergi keluar


mereka saling tatap beberapa detik tapi akhirnya sama sama buang muka


saat Yuhan masuk ke dorm, semua staff sibuk persiapan, karna Yuhan selesai, Yuhan menyapa bangtan


"hai nuna, sudah lama tidak bertemu?" sapa Jungkook


"eh iya Jekey bagaimana kabarmu?"


"kabar ku baik dong, sebaik hubungan kalian" kata Jungkook


"hyung" ucap Jimin pada Yoongi


"ya dong, bener?" ucap Yoongi


"ahh kalian semua sudah tau ya?"


"iya tau, tapi terlambat memberitahu, kupikir kita dianggap sahabat tapi terlambat memberitahu" kata Seokjin


"maafkan kami Jin, yaa kamu tau kan alasannya?"


"iya hyung, aku sudah jelaskan juga kan padamu" jawab Namjoon


berjalannya waktu, Yuhan sibuk dengan pekerjaan utamanya sebagai fotografer utama bangtan, karna setiap bangtan melakukan kegiatan baik itu latihan, fanmeet, fansign, konser, tour, pembuatan mv


itu membuat seringnya Yuhan dan Namjoon bersama jadi beberapa staff utama bangtan mulai tau hubungan mereka bahkan sampai pada staff agenci tapi masih beberapa belum sepenuhnya


hingga berita itu terdengar di telinga Aekyo, dimana karna penasaran Aekyo bertanya pada sahabatnya, Tanwoo


"Tan oppa? apa benar berita tengah beredar Namjoon berpacaran dengan Yuhan?" tanya Aekyo


"memangnya tersebar keluar sudah ya?" tanya Tanwoo


"ahh tidak kok, sampai staff saja, aku dengar nya"


"iya memang"


"bener? mereka membenarkan?"


"iya"


"hemm bagaimana bisa mereka sampai jadian? bukankah gadis itu adalah sasaeng?"


"iya kami tau, aku pikir tak masalah lah, kan Yuhan juga sudah staff dari kami"


"gak bisa gitu dong, harusnya kamu menolak itu, bukannya kamu tidak begitu suka pada gadis itu? aku sih tidak rela Namjoon adalah aset tertinggi pada bangtan" kata Aekyo


"lalu apa hubungannya?"


"yaa Namjoon kan leader, pemimpin bangtan, bisa bisanya berpacaran dengan sasaengnya bangtan?"


Yuhan mendengar semua percakapan Aekyo bersama Tanwoo sejak awal, ditarik kesimpulan jika terkesan Aekyo memengaruhi untuk Tanwoo menolak hubungan Yuhan dan Namjoon


Yuhan tau semua ini akan terjadi, Yuhan tau banyak nya masalah dibeberapa kesempatan ia selama bekerja disitu ada kaitannya dengan Aekyo


seketika itu Yuhan menyambarnya


"tapi setidaknya aku mantan sasaeng dulunya dan bekerja baik untuk mereka (bangtan) bukan staff yang diam diam licik" jawab Yuhan


seketika itu Tanwoo dan Aekyo terdiam


"aku cukup diam disini karna tidak terlalu tinggi pangkat kerjaanku, dan aku masih baru, tapi sekarang aku sudah sekarang cukup lama bekerja disini, kurasa kamu perlu jaga mulut mu untukku" kata Yuhan pada Aekyo


"hei, apa yang kamu katakan?" tanya Tanwoo


"kamu berteman dengannya dekat tapi belum tau banyak tentangnya"


"bukan dia yang tidak tau banyak tentang ku tapi dia tidak tau banyak tentang mu, bagaimana dirimu" kata Aekyo


"beritahu saja, tidak masalah, bahkan jelekkan aku juga, ku peringatkan saja, aku masih pada porsi kebaikanku, kuharap lebih hargai pekerja lain, selama ini aku menghargai pekerjaan mu kok" jawab Yuhan


"terimakasih soal itu, aku masih punya rasa terimakasih"


"bagus, cukup saja sadar diri, kamu dibandingkan aku dipekerjaan ini, masih jauh lebih lama aku" kata Aekyo


"tapi aku sekarang lebih tinggi dibandingkan posisi kerjaanmu" kata Yuhan


"kalau semua tau kamu seorang pembully, kamu akan dikeluarkan dari sini"


"tidak masalah, tapi kalau semua tau kamu munafik, tidak akan ada yang mau berteman dan dekat denganmu"


"heeei, apa ini, apa yang terjadi pada kalian? kalian tidak pernah dekat dan mengobrol kenapa tengkar begini?" tanya Tanwoo bingung


"ku ingatkan lagi, jaga mulutmu untuk membicarakan ku dibelakangku, dan jangan ikut campur tentang hubungan ku dan Namjoon atau siapapun yang dekat denganku dalam pekerjaan ku" ucap Yuhan dengan tegas


"tidak, aku tidak pernah ikut campur kok apapun masalahmu" kata Aekyo