
"ih gak seru, aku bebas hari ini masak cepat, pergi kemana gitu"
"nah itu"
"oh iya, nuna mu sudah tau belum soal kita?" tanya Yuhan
"wooh, iya aku belum sempat kasih tau"
"kasih tau dulu ya" jawab Yuhan sambil ia mengambil hapenya di tasnya
"ngapain lewat telfon, kesana sekarang saja deh, gimana?"
"wooh, langsung? lalu ayah ibumu?"
"ya kabari juga lah, mereka senang pasti"
"iyaa"
jadilah mereka memutuskan pergi kerumah Heechul
sesampainya..
mereka disambut oleh ayah Heechul
"Heechul, kamu datang?" tanya ayahnya
"iya pa, oh ya pa, ini Yuhan, yang pernah datang kesini"
"oh iya, dia ya, selamat datang Yuhan"
"terimakasih paman" jawab Yuhan dengan ramah
mereka berdua masuk, Heechul menyuruh Yuhan duduk dulu, Heechul mencari ibu dan kakaknya tapi tidak ada, jadi Heechul balik kearah luar rumahnya
"kenapa?" tanya Yuhan
"tidak ada amma dan nuna, bentar ya, bentar" kata Heechul
Heechul keluar menanyakan kepada ayahnya dimana kakak dan ibunya
"kemana pa, amma dan nuna?" tanya Heechul
"oh, tadi Naryu menjemput mereka, biasa lah, ibu Deshin ingin bertemu dengan amma mu" kata ayahnya
"oh, mulai kapan?"
"sore balik kok bilangnya tadi, dari siang, cuma sebentar doang, buat undangan makan siang"
"terus appa tidak ikut?"
"tidak, lagi capek juga, mumpung kerjaan appa libur kan, jarang juga dirumah"
"ahh"
"sana dah buatkan apa kek gitu, teman kamu itu"
"iya pa"
"oh appa belikan Makgulli ya"
"oh di sebelah? iya deh pa"
Heechul balik ke Yuhan, menjelaskan ibunya tidak ada jadi biar menunggu saja sore akan datang sedangkan appanya pergi membelikan makanan
mereka menunggu, tak lama appa Heechul datang
"Yuhan, ini makanlah, aku belikan buatmu" kata ayah Heechul
"waaah paman, kenapa aku merepotkanmu malah" kata Yuhan
"iya gakpapa lah, makan ya, ini makgulli, beli di sebelah, tetangga Heechul, baru buka"
"oh baru toko nya?" tanya Yuhan
"bukan, baru buka tokonya maksudnya buka buat jualan"
"ahh hahaha iya paman terimakasih banyak"
"oh iya pa, ada yang mau aku bicarakan" kata Heechul
"apa?" tanya ayahnya
"aku dan Yuhan berpacaran" kata Heechul
"wooh serius, waah amma dan nuna kamu pasti senang"
"oh ya paman? waaah diterima langsung, senangnya" jawab Yuhan
"iya Yuhan, mereka cerita ke appa, suka kepada mu, waah kamu cepat ambil hati orang"
"ah paman, bisa saja, tidak kok paman, aku biasa saja kok"
setelah membahas hubungan mereka, ternyata lampu hijau dari ayah Heechul, jelas ibu dan nuna nya nanti akan memberikan lampu hijau yang sama
Heechul mengambilkan piring dan sendok untuk Yuhan dan membukakan makanan yang dibelikan appanya tadi
"ini makan lah" kata Heechul
"tidak, aku sudah kok, tadi appa bilang belikan kamu saja itu"
"sudah kapan makan, dari tadi sama aku, gak ada, kalau kamu gak makan, aku gak mau makan ini"
"loh jangan gitu, masak kamu gak menghargai"
"kamu makan baru aku juga"
"iyaaa iya"
Yuhan makan berdua dengan Heechul dengan satu piring yang sama dan sendok yang sama, terlihat itu sangat romantis, bahkan sampai ayahnya yang akan menyapa mereka tidak jadi karna takut mengganggu
karna tepat ketika mereka baru mulai makan, ibu dan kakak perempuan Heechul ternyata datang dan mereka berdua melihat itu juga jadi terharu karna romantis
tapi tiba tiba Heechul tersedak dan batuk batuk karna melihat ayah, ibu dan kakaknya mengitip nya dari pintu utama rumahnya itu
Yuhan kelimpungan dan bingung mencari minum, Yuhan kaget melihat ayah, ibu dan kakak Heechul disana juga tapi karna kuatir dengan Heechul, Yuhan langsung meminta izin pergi ambil minuman
"ahh paman, bibi, eoni, saya permisi masuk ke dapur ambilkan minum boleh kan? Heechul tersedak" kata Yuhan
"lah boleh lah, sana ambilkan, santai saja anggap rumah ini seperti rumahmu" kata ibunya
Yuhan berlari mencari minuman karna Heechul masih batuk, sedangkan Heechul marah kepada ayah, ibu dan kakaknya karna ia malu di intip seperti tadi
"kata apa kamu sudah pacaran sama dia ya?" tanya kakaknya
"kok tanya itu dulu sih, kalian ngapain di situ, aku tersedak karna melihat kalian mengintip"
"ya kami mau ganggu gak enak lah Heechul" kata kakaknya lagi
"itu perhatian, amma tadi lihat banget bagaimana Yuhan bingung langsung lari ambilkan untuk kamu minum" kata ibunya
"maa, tunggu dulu, kalian beneran pacaran?" tanya kakaknya lagi
"itu Heechul masih tersedak, tunggu lah" kata ayahnya
"gak sabar aku pa" kata kakaknya
Yuhan kembali lagi membawa segelas air dan membantu Heechul minum, Heechul sedikit tenang dan lebih baik lagi
"ahh paman, bibi, maafkan saya ya jadi tidak sopan pergi ke dapur" kata Yuhan
"tidak masalah kok Yuhan, makasih ya kamu sudah menjaga anak saya"
"pasti lah bi hehe"
"amma, apa sih" ucap Heechul malu
"emm Yuhan, saya mau tanya soal hubungan kalian beneran pacaran ya? aku tau dari appa" kata kakaknya
"nuna, kenapa masih maksa pertanyaan itu ya" bisik Heechul
"loh penasaran kok"
"iya eoni" jawab Yuhan
"oh ya? sudah berapa lama, kok gak kabari aku? kita kan beberapa kali chat"
"iya eoni, lupa, tadinya mau kabari tapi langsung dibawa kesini saja"
Yuhan menjelaskan hubungannya dengan Heechul belum genap seminggu, Heechul menjelaskan hubungannya dengan Yuhan kepada orang tua dan kakaknya
"oh kalau begitu sekalian dong makan malam disini" kata ibunya
"ooh ma, jangan sekarang, malam ini aku janjian sama suju" jawab Heechul
"lah, kok gitu, terus kapan makan disininya?"
"kapan kapan saja dulu ma"
Yuhan tak hanya mengambil hati Heechul
Y9*
tapi mampu juga mengambil hati keluarga Heechul dengan mudah, saat bersama Namjoon ia juga dengan mudah mengambil hati keluarga Namjoon
itu semua Yuhan lakukan agar ia tidak begitu merasa kesepian karna masalah kekuarganya sendiri jadi ia bisa dengan mudah menjadikan keluarga orang lain bak seperti keluarganya sendiri tapi masih tetap dengan kesopanan
apalagi Yuhan anak yang asik, jadi itu seperti lengkap paketnya jika bertemu dengan orang baru dan itu adalah orang penting dalam sebuah keluarga
"chagiya, aku telfon Leeteuk ya" kata Heechul
"oh boleh, kenapa?"
"gak, kan janjian malam ini apa mereka sudah siap!"
"okeh"
Heechul menelfon Leeteuk memastikan sudah siap atau belum ternyata Leeteuk tengah bersama beberapa member lainnya
Heechul mendengar suara beberapa member disana juga sekalian ia menelfon video call agar mereka melihat Yuhan benar bersama nya
saat video calling menyala dan mereka mengobrol untuk malam bersama janjian nya nanti