
Munha langsung tarik selimut dan tidur, tanpa mempedulikan banyak hal dibutuhkan penjelasan apapun
setelah sembilan bulan mereka menjalin hubungan, mereka memutuskan bertemu dimana keduanya sedang dalam fase benar benar turun mood karna masalah mereka dengan pasangan masing masing yang kedua pasangan mereka selalu meributkan waktu
ya bagaimana tidak ribut akan waktu? sementara Munha dan Hajun sering diluar daripada dirumah bersama anak anak mereka
apalagi ketika mereka memutuskan menginap, tepat di hari terakhir sebelum masuk bulan ke 10 unniv bulanan hubungan mereka
Munha melihat Hajun duduk di kasur tidur mereka diapartemen itu jadilah Munha ikut melakukannya
jadi mereka duduk berdua tapi sama sama menatap kearah langit
Hajun sadarkan dirinya lebih dulu, lalu melihat Munha ternyata juga melakukan sama dengannya yaitu melamun kearah langit dan jauh
"apa kamu ada masalah?" tanya Hajun
"hemm? yaa pastinya, bukankah setiap manusia akan memiliki sebuah masalah?"
"iya kau benar"
"aku juga memikirkan sebuah masalah sepertinya?"
"tidak, tidak ada yang mau kupikirkan hari ini apalagi sedang bersamamu"
"ahh" ucap Munha tersipu malu
Hajun mencoba merayu Munha, disana ia berusaha memberikan kode pada Munha
"emm sayang.. kita berhubungan sudah sangat lama, apa kamu tidak menginginkan sesuatu dariku?" tanya Hajun
"sesuatu? apa?"
"apa gitu, masak gak paham?"
"apasih?"
"emm, yang enak enak gitu"
"makanan?"
"apa gitu, bukan makan"
"apasih?"
"melakukan hubungan s*x gitu" bisik Hajun tepat ditelinga Munha
"Hajun.. apa sih?"
berusaha terus merayu Munha, Hajun terus merengek dengan begitu manjanya mengajak Munha untuk melakukannya
tidak mudah, Munha bukan tipe yang mudah tergoda
"aku terlalu takut banyak hal" kata Munha
"aku bertanggung jawab semuanya"
"kamu bicara begitu enak, aku bagaimana?"
"ayolah sayang, sekali deh, selesainya aku tidak akan meminta nya lagi, kamu boleh menolak sekeras apapun" kata Hajun
akhirnya Munha luluh, ia pun tergoda oleh tawaran Hajun dan mereka mulai melakukan hubungan itu
di 10 bulan ini hubungan perayaan bulanan dengan melakukan hubungan intim melupakan diri sendiri
semalam lembur, paginya mereka bangun, mereka masih dalam posisi tidur lalu sama sama bangun dan menoleh satu sama lain, dan mereka saling berpelukan
"makasih ya sayang" kata Hajun
"emm, lain kali tolong, jangan melakukannya lagi dengan memaksa begitu imut dan manja begini"
"memangnya salah? bukannya lebih bagus dari aku memaksamu?"
"iya sih, aaah tapi aku tidak bisa menolaknya, bahkan kau sering menggodaiku dengan merayu sangat manja, padahal kau diluar terkenal tegas dan sedikit ada cueknya kan"
"haha iya juga sih, yaudah siap sayangku"
mereka berpelukan lagi
lalu beranjak bangun
membersihkan wajah
mandi bergantian
baru bersiap siap pulang masing masing
sampai dirumah masing masing..
Munha diam duduk di sofa ruang tamu dan tanpa tau apa yang ia pikirkan disana
banyak hal mereka jalani bersama, banyak hal yang dilakukan berdua termasuk hubungan gelap mereka yang sebenarnya terlarang
berjalan sudah hampir setahun, kini sudah masuk bulan ke 11 yang artinya setahun sudah hubungan antara Munha dan Hajun tutupi dan jalani
tapi sayangnya sejak bulan ke 11 ini dimana semakin hari semakin membuat dimana keduanya mulai sibuk urusan masing masing sehingga untuk bertemu pun jarang, apalagi mereka masing masing banyak kegiatan bersama keluarga mereka
Munha sibuk dengan acara keluarga,
pertemuan keluarga Sangja,
mengurus sekolah anak anak.
Hajun juga sama sibuk dengan acara keluarga juga,
baik pertemuan reuni Sungwan,
perayaan ulang tahun anak anak nya yang berurutan.
intinya sama sama sibuk dengan urusan masing masing
cerita kembali pada Munha yang tengah duduk disalah satu kursi ditaman depan rumahnya karna sedang merayakan perkumpulan keluarganya
ia berpikir ia harus menyelesaikan hubungan antara dia dengan Hajun, melihat keluarganya sekarang harmonis, belum tentu ia temukan apa yang ada pada diri Sangja pada diri Hajun
Sangja sudah terbilang sangatlah lama menjalin hubungan dengannya sebagai teman hidup
Munha diam dan duduk di kursi ayunan taman depan rumahnya, tak selang beberapa lama, notifikasi pesan masuk dihape Munha
Munha membuka pesan itu yang ternyata ucapan selamat atas unniversary hubungan nya dengan Hajun yang diucapkan oleh Hajun sendiri, yang berisi..
"happy setahun sayang.. kita tidak terasa sudah setahun menjalani semua, apa kamu bahagia? aku berharap kita selalu bahagia untuk mengisi kebersamaan"
begitu isi pesan masuk dihape Munha dari Hajun, Munha hanya tersenyum tanpa menjawab apapun
ia disini malah jadi kepikiran untuk menyelesaikan saja hubungan mereka berdua
dalam kebimbangan itu, dihari yang sama malah Munha tiba tiba mual, apalagi ketika Jungji, salah satu anaknya, membawakan nya makanan
"ammaaa" teriak Jungji melihat ibunya berlari
"Jungji, ada apa?" tanya Sangja
"amma, tadi kubawakan makanan ini, tapi malah berlari sambil muntah muntah"
"muntah? astaga kenapa dia" gerutu Sangja
Sangja kuatir malah berlari mengejar Munha ke toilet diikuti kedua anaknya
saat Munha keluar, wajahnya terlihat kelelahan, sepertinya Munha sakit
"kamu sakit ma?" tanya Sangja
"ahh iya badanku tidak enak rasanya" kata Munha
"ayo pergi ke kamar saja"
"iyaa"
Sangja mengantarkan Munha ke kamar, Munha beristirahat disana dan meminta untuk Sangja meninggalkannya saja
"sudah pa, sana deh, kasihan eoma dan eopa menunggu kamu, kita kan yang bikin acara" kata Munha
"mana bisa aku tinggalkan kamu sedang begini?" tanya Sangja
"gakpapa sana"
karna dipaksa, jadi terpaksa Sangja memutuskan menyelesaikan saja acara keluarganya
keluarga Sangja melihat kodisi Munha dan memberi masukan jika Munha lebih banyak lagi beristirahat karna Munha terlalu sering bekerja
"yaa ma, pa, maafkan Munha ya acara jadi berantakan" kata Munha
"acara berantakan tapi kamu yang lebih penting nak" kata ibu Sangja
"iya udah istirahatlah saja, biarkan kami pergi" kata ayah Sangja
jadilah Sangja menemani Munha yang sakit dengan penuh perhatian, semalaman bahkan anak anak Munha menemani ibunya tidur dikamar agar bisa menjaga ibunya
melihat ini, benar benar tidak akan bisa hal kecil yang dia dapat dari orang lain lalu mengapa harus melanjutkan hubungan yang hanya akan merusak kebahagiaan anak anaknya
pagi berlalu, aktifitas berjalan, Sangja harus mandiri mengurus keperluan nya sendiri sebelum pergi bekerja sementara anak anak mereka ada pengurus khusus untuk mengurus keperluan mereka disana
melihat pedulinya Sangja, memang tidak akan ada yang bisa membuat rasa cinta tulus Munha kepada Sangja
memikirkan itu lagi, Munha akhirnya memutuskan untuk yakin akan menyelesaikan hubungannya dengan Hajun demi keutuhan rumah tangga nya