You Should Be Me

You Should Be Me
150



"gak usah, aku sudah pesan taksi loh" ucap Yuhan


"kok taksi? masak setiap hari pulang pergi mau naik taksi, ya habis dong uang gaji mu disini?" jawab Namjoon


"iya tapi kan asa Jijun juga, siap antar dan jemput"


"jangan lah, biar Hyun jemput, sekali ini juga kok, kenapa kamu gak mau dijemput? kamu bohong gak di apartemenmu kan?"


"astaga apa sih Nam, ya aku di apartemenku sungguhan, yaudah aku tunggu Hyun di lobi"


"emm, dia dijalan"


Namjoon mematikan telfon dan mengirim alamat penjemputan Yuhan, tapi Hyunsoon bingung karna alamat itu ia tau sangat ketat, bagaimana mau jemputnya, jadi Hyunsoon menelfon Namjoon takut nya salah kirim alamatnya


"halo hyung? ini kesini jemput?" tanya Hyunsoon


"iya, itu di apartemen yang kita pernah datangi"


"tapi ketat kan, disitu ketat, gimana jemputnya?"


"Yuhan di lobi kok, kamu sampai, telfon saja"


"oh gitu? iya sudah"


setelah sampai ditempat itu, belum juga ditelfon, Yuhan sudah keluar duluan dan masuk ke mobil Hyunsoon


"ahh, mau ku telfon" kata Hyunsoon


"mau jemput aku disuruh ya sama Namjoon?"


"iya memang, udah bilang kan?"


"sudah, dasar anak itu, cemburuan masih saja" kata Yuhan


"haha memang begitulah kan hyung itu Yuhan"


"eh iya, antar aku beli motor dulu"


"motor? kemana?"


"ya ditoko motor, aku mau beli motor"


"baru atau bekas"


"baru lah, masak iya bekas?"


dalam hati Hyunsoon, sudah Yuhan tajir mlintir, dapat pacar juga yang tajir mlintir, yaa mau beli apa juga seenaknya saja sudah tinggal beli


beli motor saja buat Hyunsoon masih harus kumpulin duit sisanya dari gajian, gak seenaknya seperti Yuhan tiba tiba minta antar kan


setelah sampai di toko motor, melihat lihat, membayar, lalu membawa nya


hari pertama Yuhan bekerja dengan naik motor baru


sesampainya di agenci, seperti biasa, kesibukan terus berjalan


hingga suatu hari ketika sibuk dengan pekerjaannya, Yuhan kaget karna tiba tiba Namjoon datang ke meja kerjanya


"Namjoon? kok disini?" tanya Yuhan kaget


"ini berkas dari manager Sejin"


"ahh, okeh"


"oh ya, kamu sudah membeli motor baru?"


"iya sudah, diantarkan Hyun"


"kok gak bilang?"


"ya kamu sudah tau dari Hyun kan"


"iya kamu harus nya bilang kek"


"ngapain? cuma motor aja bilangz kayak beli istana aja"


"hehe"


"kamu ngapain kesini? nanti ada yang melihat"


"aku kangen, kerjaan kita susah bersama"


"apa sih, sana loh, nanti ada staff tau juga"


"iyaa"


Namjoon pun pergi, kembali kekesibukannya


meninggalkan Yuhan, kembali pada Namjoon dimana ia tengah sibuk, disitu ia harus menjalani hubungan dengan Yuhan dengan jalur cukup sulit


karna keduanya sama sama sibuk tapi sama sama harus menjaga jarak


hingga suatu hari, dimana empat member yang sudah tau hubungan Namjoon dengan Yuhan menyarankan agar Namjoon memberitahu kepada dua member yang lain


"hyung, sudah kasih tau pada Jin hyung dan Suga hyung soal kamu dengan Yuhan nuna?" tanya Jimin


"kapan, bilang saja hyung, biar cepat tau semua membernya" kata Jimin


"iya hyung, aku takut jika Jekey malah keceplosan lagi pada mereka" kata Taehyung


"ya jangan dong, kan kita sibuk masih, masak membahas hubungan pribadi?"


"iya gakpapa lah Namjoon, katakan saja, sebelum mereka marah karna tau nya sudah terlambat dan bukan tau dari kamu" kata Hoseok


"kapan ya?"


"dekat ini saja, karna kita sudah sedikit senggang kan" kata Jungkook


"nanti deh kupikirkan"


"dipikirkan dulu lagi, ah hyung hyung" gerutu Jungkook


Namjoon memikirkan ulang untuk bagaimana mengatakannya, berencana mau mengatakan itu dua hari kedepan, lusa nya baru bilang tapi malah terlalu maju tau nya


karna besoknya, ketika Namjoon duduk bersama para member lainnya, tidak ada yang ngeh dengan cincin dipakai oleh Namjoon


tapi dua member tertua yaitu Seokjin dan Yoongi malah memiliki sebuah ingatan sendiri dengan cincin itu


"Namjoon, itu cincinmu pernah deh kulihat waktu aku bersama ibuku ke mall kemarin" kata Seokjin


"ahh apa iya? sama kali"


"iya sama, makanya aku ingat, aku pas itu mencarikan cincin pernikahan gitu buat kakakku, dan ditoko cincin itu ada sama deh"


"ahh"


"itu couple loh"


"apa iya?"


"iya, aku ingat betul, orang staff disana menawari itu, cuma amma ku kurang suka saja sama modelnya"


"kebetulan sama ya"


"ahh kamu, ini couple kan?"


"tidak"


"jangan bohong ih, aku masih ingat kok pas itu staff bilang tipe model begini selalu keluar nya couple"


"terus kenapa memangnya hyung?"


"kamu punya pacar kan?" tanya Seokjin menodong pertanyaan itu


"hyung apa sih, tidak kok"


semua member bangtan kecuali Yoongi malah merasa itu pasti cincin couple Namjoon dengan Yuhan


tapi Yoongi malah fokus bukan sama dengan member empat lainnya malah ia merasa seperti pernah melihat juga cincin yang sama dipakai juga oleh orang lain


"ahh, aku sepertinya juga mengingat sesuatu?" jawab Yoongi


"apa? kamu pernah tau kan cincin ini couple di toko itu?" tanya Seokjin


"bukan itu, tapi aku sempat pernah lihat, cincin sama di salah satu meja staff, tapi siapa, lupa" jelas Yoongi


"meja staff?" tanya Seokjin bingung


"salah lihat itu" jawab Namjoon


"bener lah aku lihat itu, meja siapa aku lupa" gerutu Yoongi


semakin jelas ini sedikit lagi ketahuan oleh mereka, satu persatu empat member yang tau cerita hubungan Yuhan Namjoon mulai melipir pergi karna tidak mau ikut dampak apapun


dimulai dari Jungkook, disusul Jimin, lalu Taehyung ikut, dan terakhir Hoseok


tapi tidak ada yang sadar tiga member itu jika keempat member lainnya pergi


disinilah Namjoon akhirnya mulai menjelaskan apa dibalik cerita cincin ia pakai


yaa.. di ceritakan lah oleh Namjoon bahkan hubungannya dengan Yuhan, karna menurut Namjoon ini waktu pas baginya menjelaskan, apalagi Namjoon sudah ada niatan menjelaskan


"gitu, aku rasa kalian harus tau, dan itu sekarang"


"gilaa ya, dan kamu baru bicarakan ini? berapa lama sudah kalian bersama tapi baru memberitahu kami?" tanya Yoongi


"kami sudah satu setengah tahun lebih, hampir dua tahun, makanya aku bilang sekarang pada kalian" jawab Namjoon


"bisa bisa nya baru bilang hari ini ya?" tanya Seokjin


Namjoon menjelaskan hubungannya dengan Yuhan memang sudah terjalin lama yaitu hampir dua tahun, bahkan soal cincin itu, memang couplenya dengan Yuhan tapi bukan sekedar couple biasa melainkan bertunangan


"tunangan? jadi kalian sudah...?" ucap Seokjin


"iya, kami telah bertunangan"


"kenapa menutupi semuanya? dari kami terutama? bukankah kita tinggal sudah banyak tahun?" tanya Seokjin


"aku hanya tidak ingin ganggu fokus kalian saja"