
bahkan dengan jujur Yuhan berkata tipe ideal sebagai pacarnya malah Hoseok, karna rapi, bersih, wangi, semua terasa baik menurut Yuhan
tapi Yuhan menjelaskan pada akhirnya ia memilih Namjoon karna nyaman, tidak ada lagi gambaran kata itu kepada Namjoon selain nyaman karna cinta, sayang, dan segalanya bisa mengikuti selama ada kata nyaman
"lalu bagaimana soal Kwan hyung?" tanya Namjoon
"astaga, apa lagi? bagaimana bisa kamu berpikir tentang dia dengan cemburu?"
"karna dia menyukai mu Han"
"Nam, apasih, gak ada, dia menganggapku adalah adiknya"
"iya didepanmu"
"tapi memang iya, lalu apa yang bisa kamu buktikan kecemburuan mu tentang dia menyukai ku?"
Namjoon menjelaskan apa yang pernah di jelaskan Hyunsoon dan beberapa hal yang sempat ia curigai termasuk tentang tulisan surat itu
dalam hati terdalam Namjoon benar benar masih yakin itu adalah perbuatan Kwan mungkin saja menyuruh orang lain
disini tentang kecurigaan surat itu, Yuhan tidak bisa jelaskan, jadi ia hanya diam, tapi semuanya ia elak, ia yakinkan Namjoon bahwa semua perhatian, peduli, dan kasih sayang seorang Kwan padanya sebagai kakak laki laki kepada adik perempuan nya
Namjoon tidak mau ribut lebih jauh dengan Yuhan, tapi yang pasti ia tetap merasa semua ke-peduli-an Kwan berbeda dari sebagai kakak kepada adik biasanya
"yaudah mau ribut terus, aku tidak bisa Nam, jangan lah ribut, percaya kan kamu kepadaku?" tanya Yuhan
"iya, percaya, aku perlu tau circle pertemanan kamu, organisasi kamu, semuanya"
"yaudah, aku ajak kamu nanti setelah kamu tidak sibuk"
hari itu meredah, karna Yuhan meyakinkan bahwa dirinya akan tetap disini dan bersama Namjoon
sore tiba, panasnya siang pun berakhir, Namjoon berencana akan pergi ke market, mengajak Yuhan tapi Yuhan tidak mau karna malas keluar keluar
jadilah Namjoon pergi sendirian dan Yuhan di apartemen Namjoon
Yuhan didalam apartemen sendirian, ia berpikir akan mengabari Boseo tentang hubungan Yuhan dengan Namjoon
ini pertama kalinya Yuhan mengabari Boseo lebih dulu karna sebelum sebelumnya, selalu Yuhan mengenalkan dulu kepada ayah ibunya baru mengenalkan kepada Boseo
tapi saat pacaran dengan Hyohoon, Yuhan tidak mengabari siapapun, teman, sahabat, keluarga, dan lainnya karna ia memang setengah hati menjalani bersama Hyohoon
tapi dengan Namjoon, ia sepenuh hati bahkan lebih penuh dari mantannya sebelumnya
"halo, Bo.." sapa Yuhan
"ya nuna?"
"dimana?"
"dirumahku, kenapa?"
"gak ada, aku mau bahas sebuah hal"
"ahh apa? katakan saja, aku dengarkan kok, aku lagi mengetik skrip buat bulanan, tapi selesai kok"
Yuhan mulai menjelaskan hubungannya dengan Namjoon, Boseo kaget bukan main, meskipun ia tau hubungan itu akan nyata, tapi benar benar masih diluar nalar bahwa akhirnya nuna nya menerima Namjoon
"serius ini nuna?" tanya Boseo kaget
"iyaa, aku sengaja bilang di awal kepadamu dulu karna menanyakan pendapatmu"
"pendapat?" tanya Boseo bingung
Yuhan meminta pendapat Boseo tentang hubungannya apa harus di publish kepada orang tua Yuhan
pasalnya Yuhan takut ia sudah mengenalkan Namjoon malah Namjoon tidak mengenalkannya balik pada keluarga Namjoon
"oh kalau gitu ya kenalin saja pada pap dan mam" kata Boseo
"kenalin ya?"
"iya lah, Nam saja mau mengenalkan mu pada keluarganya dia serius artinya"
"masalah nya Nam belum bilang mau kenalin atau tidak"
"ya coba ditanya, kalau dia mau ya kenalin ke mam dan pap"
"ahh jadi aku tanya dulu Nam mau kenalin atau tidak?"
"nah"
semua dibahas disana oleh Yuhan, tapi Yuhan meminta agar tidak ada satupun orang luar yang tau termasuk tiga sahabat Yuhan dan juga Naryu
"siap nuna, aku akan menjaga rahasia kok, kamu tau aku bagaimana kan"
"iyaa aku percaya kepadamu"
"lalu kenapa kamu bilang aku? percaya aku?"
penuh hati untuk perasaan tapi tidak untuk ke-siap-an, ditambah Boseo adalah adik sekaligus sahabat sejak mereka hidup didunia, jadi sebelum Boseo mengenal dunia luar, Yuhan lebih dulu mengenal Boseo
tapi tengah Yuhan mengobrol, ia tidak tau ada telfon masuk dari Heechul
Heechul menelfon dua kali tapi selalu pada panggilan lain, Heechul jadi kepikiran dengan siapa Yuhan bertelfonan, karna putus harapan, akhirnya Heechul tidak melanjutkan lagi menelfoni nya
tengah ngobrol juga, Namjoon datang..
"siapa?" tanya Namjoon dengan gerakan bibir tanpa suara
"Bo" bisik Yuhan
"ahh"
barulah Yuhan menyelesaikan obrolannya dan menutup telfonnya
"ada apa?" tanya Namjoon
"aku mengabarinya soal hubungan kita" kata Yuhan
"oh ya? lalu?"
"yaa begitulah, dia setuju saja sih"
"emm, ada alasannya kenapa setuju? bukankah dia tau pacarmu selalu lebih tua?"
"ya pasti alasannya karna pacar Bo kan lebih tua"
"oh ya? yang kemarin itu?"
"iya, lebih tua pacar Bo itu empat tahun dibanding Bo"
"loh sama dengan kita"
"makanya Bo itu setuju banget soal kita"
"ahh"
Namjoon menyiapkan makanan yang ia beli dari market, Yuhan mencoba untuk menanyakan soal pembicaraannya dengan Boseo tadi perihal Namjoon apakah mau mengenalkan Yuhan pada orang tuanya, tapi bagaimana mulai membahasnya? Yuhan bingung..
Namjoon duduk dan fokus pada televisi dan Yuhan menatapi Namjoon, Namjoon menyadari itu
"Han, kenapa menatapiku begini? ada yang mau kau bahas?" tanya Namjoon
"ahh, tidak"
"katakan sajalah, jangan ada tutup tutupan, ada apa? masalah apa?"
"ahh, aku hanya ingin tau saja, tentang keluargamu, mereka apa sering datang?"
"kesini atau ke dorm?"
"kemana saja lah, ke dorm, kesini, atau kemana"
"kesini cukup sering tapi ke dorm hampir tidak pernah karna kan ketat di dorm, kesini saja sudah jarang"
"ahh"
"kenapa tanya itu?" tanya Namjoon
"tidak, aku hanya ingin tau saja"
"ahh"
diam lagi beberapa menit, terus memutar otak bagaimana cara ia menanyakan dan menjelaskan keinginan terkait ingin bertemu keluarga Namjoon
dan akhirnya..
"tapi aku mau tanya, aku sejak kenal kamu, aku tidak tau soal keluarga mu sama sekali kan" kata Yuhan
"iyaa? lalu?"
"yaa kamu kan tau bagaimana keluargaku bahkan bertemu sempat meskipun hanya beberapa detik, tapi aku tidak pernah bertemu ayah ibumu"
"ahh, Han.. apa kamu mau aku temukan dengan orang tuaku?" tanya Namjoon
"iyaa kalau gak keberatan"
"kok keberatan? ya tidak lah, malah senang, bisa mendapatkan kejelasan tentang hubungan kita"
"iya aku juga akan mempertemukan dengan ayah ibuku, tapi jangan kaget tentang mereka ya"
"kan aku sudah tau, semuanya"
"iya juga sih, yaudah kapan kamu bisa kita atur waktu lagi nanti"
"okeh, aku juga mau menghubungi ayah ibuku dulu menanyakan kapan bisanya, yang penting kamu serius mau"