You Should Be Me

You Should Be Me
23



Yuhan mulai mencari cara bagaimana ia bisa menghasilkan dari hobi barunya ini, bukan mengeluarkan uang seperti banyak fans fans umumnya


hari berlalu begitu seterusnya, Yuhan mulai tertarik dengan beberapa atribut keluaran bangtan seperti lightstick, photos card, poster, boneka, baju, semuanya


segala pernak pernik, Yuhan punya tapi ia merasa setelah membeli banyak barang itu, ia menjadi kepikiran atas kerugian dimana ia tidak menggunakan barang barang itu sama sekali sejak membelinya


ia hanya memajangnya di salah satu kamar khusus ia pajang semua barang barang bangtan


ketika itu, Yuhan berkumpul bersama dengan Changsuk dan teman teman ceo dari agenci lainnya untuk sharing sharing saja


Changsuk dengan bangganya mengenalkan Yuhan pada yang lain, tidak semua membawa pasangan, tapi beberapa ada yang membawa, tapi tetap saja masih kalah dibandingkan Yuhan


bahkan sampai sampai dimata ceo lain, Yuhan yang memiliki sikap cuek pun masih memiliki daya tarik nya sangat tinggi


"ini pacarmu beneran kah? apa dia sudah debut? sebagai apa?" tanya salah satu ceo


"iya, debut apa, belum sempat dengar ya, baru ya?" tanya lainnya


"hemm, dia pacarku, bukan artisku" jawab Changsuk melirik Yuhan


"ahh, kenapa tidak kamu masukkan dan debutkan dari agencimu?" tanya ceo lainnya lagi


"yaa aku gak setuju sih, tapi gak tau dia nya"


"kalau debut aktris, denganku saja ceo Chang" kata ceo per-film-an


"kurasa ceo Chang juga bisa debutkan dia jadi aktris, kalau mau jadi mc, pembawa acara handal, bisa ke saya kok pak Chang" jawab ceo acara lainnya


"iklan itu pasti laris" jawab ceo per-iklan-an


semua menawarkan, menggodai bahkan merayu, siapa tau Yuhan mau tapi Yuhan tidak tertarik apapun di pekerjaan itu


mindset Yuhan sudah mengarah dimana pekerjaannya mendapatkan sedikit keuntungan


"ahh ini, aku memang benar terserah padanya" kata Changsuk


"aku tidak kepikiran pekerjaan dunia hiburan paman" jawab Yuhan


"aaaargh jantungku, dia memanggilku paman" bisik ceo lain ke lainnya


"haha sakit tapi kenyataannya kan, kamu seperti pamannya" jawab ceo iklan


"iya sih, bagaimana dengan pak Chang? kan satu umuran dengan kita"


"haha iya"


"waah parah, membicarakan aku nih" jawab Changsuk


"haha sedikit pak"


"ah pak, mungkin tidak enak dia mau debut, kan kamu ceo nya" ucap ceo mc


"yaa itu masuk salah satunya lah" jawab ceo idol lain


"salah semua, itu karna Chang takut saja kalau pacarnya terkenal dan dekat banyak pria" kata ceo makanan


"haha bener"


semua membahas candaan disana, tapi mereka meminta agar Yuhan tidak marah kepada mereka karna itu semua hanya intermeso alias candaan saja, sekedar basa basi


"nuna jangan marah pada kami ya, kami hanya bercandaan kalau ketemu" kata ceo makanan


"iya nuna, kami tidak menyinggung, berniat mengobrol santai diluar pekerjaan"


"ah haha siap, saya paham paman" jawab Yuhan


"yang penting jangan jadi paparazi saja nuna, pekerjaan lainnya kan boleh lah, mau aktris, solois, grup, apapun itu, kalau paparazi no banget" kata ceo idol


"banget itu sih, saya sendiri benci begitu, paparazi, sasaeng itu, hatters apalagi" jawab ceo idol lainnya


"memangnya pekerjaan bagaimana itu?" tanya Yuhan pada Changsuk


"nah ini temen temen, pacarku tanya, pekerjaan apa semua itu kalian bahas, dia kurang paham, biar kujelaskan" kata Changsuk


mulailah Changsuk menjelaskan beberapa pekerjaan yang sangat merugikan semua agenci dan semua idolnya


tapi menghasilkan besar besaran bagi si penjual berita dan fakta itu


tapi dari semua pembahasan, sasaeng adalah pekerjaan yang pas menurut Yuhan untuk ia kerjakan


Yuhan punya basic multimedia, kamera sudah sering ia pakai dan kendalikan, bahkan calon korbannya pun ada yaitu bangtan


karna beberapa hari terakhir memang ia menyukai bangtan


"memangnya seberapa mahal pekerjaannya?" tanya Yuhan pada Changsuk lagi


"mahal lah, yaa mahal sih, tapi jangan kepikiran kesana, mahal tapi rawan"


"rawan?"


"iyaa, gampang dicari, dihukum pidana malah"


bukan takut malah tertantang karna tergiur dengan bayaran mahal


akhirnya ia kepikiran, untuk pekerjaan barunya


ia mengumpulkan banyak informasi yang sangat akurat dan terbukti kebenarannya, lalu ia pilah pilih


ketujuh member, tujuh tujuhnya tak luput dari Yuhan, dimana Yuhan sudah menginvestigasi, memata-matai, menjadi paparazi yang cerdik tanpa ada yang mengetahui


lalu buat apa semua berita dan fakta terkait bangtan yang berhasil Yuhan kumpulkan?


yap.. yang jawab "dijual" itu benar, Yuhan merangkum semuanya secara halus, detail, penataan video dengan baik bahkan menyertakan subtitel terlengkap lalu menjualnya kepada media atau kantor berita dengan harga mahal


"nuna ngapain?" tanya Boseo


"Bo.. ngapain sih ngagetin?"


"lah gak tau, aku panggil panggil"


"enggak ada"


"gak denger berarti, sibuk banget ngapain nuna?"


"kerjaan"


"kerjaan kan ada aku dan Unji"


"kerjaan lain, kamu kebiasaan deh masuk gak ngetuk, gak sopan masuk kamar sembarangan"


"dih nuna, lamu mabuk ya? perhatikan baik baik, kita dimana, apa dikamarmu?"


"astaga, di ruang tamu ya?"


"hemm apa aja dikerjakan, serius banget sampek lupa diri"


"ssst"


Boseo datang ternyata mau mengatakan akan keluar kota, jadi ia meninggalkan pekerjaan untuk beberapa hari karna ada urusan bareng temen temen Boseo untuk reuni


"oh reuni" jawab Yuhan


"emm, eh kamu tidak pernah reuni kurasa nuna"


"kurasa aku gak mau, berharap gak ada, ada pun aku gak akan datang" kata Yuhan


"paham nuna" jawab Boseo


"begitulah"


Boseo tau apa masalah dan cerita Yuhan dulu, makanya ia langsung mengatakan bahwa ia paham


karna Boseo ada urusan, besoknya Yuhan mulai urus kerjaan dikantor lebih intens, setiap hari Yuhan datang memang tapi hanya untuk pengawasan bukan untuk stay dan sibuk pekerjaan


toh Boseo juga banyak membantu jadi sekarang minta libur ia berikan saja, bahkan memfasilitasi perginya Boseo


kembali bekerja, urusan Yuhan sama Unji lagi, mereka jadi lebih intens mengobrol dan bersama karna memang sebelumnya Unji selalu ada dimana Boseo ada jadi sekarang Unji akan ada dimana Yuhan ada


Yuhan mulai nyaman atas kinerja dan supporting Unji dalam pekerjaan, memang benar tidak membuatnya kecewa


sampai pada titik dimana Yuhan memberikan apresiasi kepada Unji dengan mengajaknya makan


"Unji" sapa Yuhan


"ya nona?"


"makan dimana?"


"ahh maksudnya nona?"


"kamu mau makan?"


"iya nona, kan masuk jam istirahat kan?"


"lah iya, kemana?"


"bawa bekal"


"bekal? ahh, gini, bawa saja bekalnya kita makan direstoran depan"


"aah saya gak ada duit nona"


"saya bayar"


"serius?"


"sebagai bonus kerjaan kamu bagus"


Yuhanpun mengajak Unji makan siang diluar bersamanya