
"ya aku beda nya sama Jijun karna aku sudah anggap dia adikku saja sih, itu bedanya terlihat"
tapi Kwan masih gengsi mengatakan kalau ia menyukai Yuhan sebagai pacar
malah ia mengakui menyukai Yuhan karna dianggap adik olehnya
kembali pada Jijun dimana ia dirawat hampir dua minggu, dan dirasa mulai membaik, dokter memboleh untuk dirumah saja tapi menunggu dua hari lagi biar genap pengobatan inap di rumah sakit selama dua minggu
di hari kedua sebelum lusa Jijun balik, Sangja bersama kedua anaknya mengurus Jijun selama dirumah sakit
"pa, amma tidak datang ya menjenguk Jijun?" tanya Yungju
"tidak ada, dia sudah dikabari juga, tadinya mau sengaja gak appa kabari, malas"
"tapi appa kabari?" tanya Yungju
"iya lah, appa kabari"
"apa respon nya?" tanya Jungji
"tidak ada"
"kalian benar benar telah berakhir? kan sudah sama sama di usia tua pa, kenapa tidak dipertahankan" tanya Yungju
"saya mempertahankan, dia nya pergi, ya masak saya mau menahannya? saya kan pria, tidak boleh terlihat lemah"
"paman.. kalau Jun boleh tau, masalahnya apa sih paman?" tanya Jijun
Sangja menceritakan kepada Jijun apa masalah dirinya dengan sang istri yaitu Munha
dimana Munha memilih meninggalkan Sangja untuk pergi bersama pria yang perna selingkuh dimasa lalu mereka dulu
tapi Sangja menjelaskan jika Munha sempat meninggalkan selingkuhannya itu dan kembali pada Sangja, tapi entah kenapa akhir akhir ini Munha memutuskan memilih pria selingkuhannya itu
"lah memang alasan bi Munha apa saat itu?" tanya Jijun
"karna sudah tidak cocok saja, kami kan sering bertengkar" jelas Sangja
Sangja bersaksi, jika Munha selalu marah jika Sangja sering terlambat balik tapi jika Munha yang pergi malah tidak tau waktu
"kok lucu, tidak cocok setelah puluhan tahun bersama sampai ada aku dan hyung" kata Yungju
"iya itu memang alasan amma kalian sebelum akhirnya meninggalkan rumah"
"tapi kan tidak mengajukan cerai?" tanya Jungji
"tidak ada, dia tiba tiba pergi dan tidak pernah akan kembali, begitu ancamannya"
"ya berarti amma masih hak milik appa lah" kata Yungju
"iya soal itu, tapi akhirnya dia pergi kan, tidak ada kabar, appa cari kesemua kontak dan circle pertemanan kami tapi tidak appa dapatkan informasi lagi"
Sangja juga menjelaskan ternyata dari kabar di dapatkan oleh nya dari beberapa circle pertemanan Munha yang paling dekat dengan Munha mengatakan fakta paling besar
jika ternyata hubungan Munha dengan pria selingkuhannya itu di masa lalu menghasilkan seorang anak, dan semakin dicari oleh Sangja, anak tersebut berjenis kelamin perempuan
"serius? memangnya anak itu usia siapa? sama usia diantara kita tidak?" tanya Jungji
"lah kalau sama ya artinya lama banget itu perselingkuhan dilakukan mereka kan" kata Yungju
"dibawa kalian sih usia nya masih"
"ahh, sama Jun?" tanya Yungju
"sama sepertinya, gak tau lah, lupa appa"
"terus tinggal dimana dan sama siapa selama ini anak itu?" tanya Yungju
"nah ini, appa yang tidak tau, amma tidak akan pernah mau kasih tau lah"
yaa.. Sangja soal anak tersebut juga tidak tau, entah di berikan atau dititipkan kepada siapa selama Munha balik lagi kerumah
tapi kejadian kemarin ketika Munha kembali memutuskan benar benar pergi dari rumah, membuat Sangja mencari tau lagi tentang alasan Munha
"tapi anak tersebut pastinya masih hidup, dan ada bersama Munha dan selingkuhan dia itu, itu yang appa tau"
"masih hidup berarti, apa appa tidak tau sama sekali tentang informasi anak itu?" tanya Jungji
"sama sekali appa tidak pernah tau bagaimana bentuk dari anak tersebut, bagaimana kehidupannya, wajahnya pun tidak tau"
dalam hati Jijun, percuma juga mau tanya namanya, karna bahkan wajah dan ciri ciri fisiknya saja satupun Sangja tidak tau, pasti namanya juga tidak akan tau juga
tapi fakta demi fakta terkuak, ternyata Munha memutuskan tinggal dengan selingkuhannya itu demi bersama dengan anak kandung mereka dari hasil hubungan gelapnya dulu itu
"sepertinya kalau semua ceritanya begitu, paman yang harus lakukan, mencari anak tersebut sih" kata Jijun
"ya amma dulu lah, selesaikan sama amma, tuntaskan, ini kan masih ditengah jalan masalahnya" kata Jungji
"ya bener Jijun, appa nyari dulu anak itu lah, setidaknya bisa mengobrol dan meminta bantuan bila perlu, buat mengembalikan baik baik amma pada kami" kata Yungju
"iya ini, makanya appa masih mencari sosok dia" jawab Sangja
"paman aneh aneh saja, lah ciri ciri saja tidak tau, bagaimana mau mencari yaa" kata Jijun
"yaa ada saja pasti jalannya, paman percaya bantuan doa dan Tuhan tidak akan pernah tidak peduli pada kita kan" jawab Sangja lagi
sehari setelah itu, dimana esoknya Jijun sudah bisa pulang kembali kerumah, Jijun dalam masa pemulihan, dan tidak melakukan aktifitas apapun diluar rumah apalagi dikantornya
semua ditinggalkannya dengan mendadak membuat banyak sekali pekerjaan yang harus di tangani oleh satu orang profesional, bukan satu orang double pekerjaan yang ada malah makin keteteran
agenci membuka lowongan pekerjaan baru, bukan tentang siapa dan apa pekerjaan nya yang akan dibahas tapi bahas Tanwoo yang menggantikan pekerjaan Jijun selama Jijun tidak aktif bekerja
seminggu full time kerjaan Tanwoo, dan akhirnya ia bisa bernapas lega karna beberapa staff sudah direkrut pihak agenci untuk fokus satu pekerjaan dan Tanwoo kembali fokus pada bangtan
saat senggang waktunya, ia bermain kerumah Aekyo, Aekyo melihat pacarnya datang, menyapanya..
"duduk oppa" sapa Aekyo
"emm, sepi amat?"
"iya, appa dan amma pergi"
"ahh"
"kamu terlihat capek sekali?"
"iyaa, sangat capek, ini minuman siapa?"
"aku, eh jangan itu, aku buatin saja yang baru ya"
"buatin baru saja, aku haus sekarang, aku minum ini dulu mengganjal"
Aekyo membuatkan minuman dan membawakannya, lalu memberikan pada pacarnya
Tanwoo memeluk Aekyo agar lebih tenang saja, menghilangkan rasa ia lelah karna setumpuk pekerjaan
Tanwoo menjelaskan sederetan pekerjaan yang menumpuk di kantor, tak hanya membahas pekerjaan, membahas Jijun yang sudah balik kerumah juga
"Yuhan jadi tidak datang ya menjenguk Jijun?" tanya Aekyo
"sudah kan kubilang, gak ada efek apa apa pada Yuhan"
"hemm"
"sudah lah, dia sudah menjadi orang asing bagi kita"
"tapi dia masih sahabatku kok"
"apa dia perna membalas pesan mu?" tanya Tanwoo
"pernah, tapi kalau tidak membahas agenci dan bangtan sih"
"apa iya?"
Yuhan masih membalas pesan dari Aekyo, setiap Aekyo mengirimi pesan kepada Yuhan atau telfon bahkan diangkat