You Should Be Me

You Should Be Me
267



"memangnya tidak Yuhan jelaskan?" tanya Ryeo-wook


"tidak, Yuhan nuna berhenti bahkan hanya memberikan surat pengunduran diri, saya dengar dengar malah bahkan surat pengunduran diri Yuhan nuna berikan belum sempat ditanda tangani oleh pak Chun"


"loh kenapa?" tanya Yesung


"sengaja biar kalau Yuhan nuna mau kerja lagi balik sini, tanpa perlu pembuatan kontrak baru"


"ohh.."


"gitu sih pak yang saya tau, tapi beberapa hal inti lainnya terkait berhentinya Yuhan nuna mungkin pak Yang atau pak Pakte tau, bahkan mungkin pak Chun paling tau"


mereka pun bubar disana, staff itu kembali ke pekerjaannya, Ryeo-wook dan Yesung baru pergi dari sana


dalam mobil, mereka akan pulang ke dorm, selama perjalanan, Yesung memikirkan kenapa Yuhan berhenti, apa karna masalah dengannya


Yesung ingat betul, Yuhan pernah mengancamnya jika akan berhenti dari pekerjaannya, Yuhan sempat mengatakan memang akan berhenti bekerja karna sikap Yesung masih mengganggunya


Yesung jadi mengaitkan apa itu memang alasan Yuhan berhenti karna dirinya masih sering mengganggu Yuhan meskipun tau Yuhan dan Heechul resmi berpacaran


sampai dorm mereka berdua membahas lagi soal Yuhan yang berhenti


"kenapa ya kira kira Yuhan berhenti?" gerutu Ryeo-wook


"mana aku tau" jawab jutek Yesung


"lah aku gak tanya itu hyung, aku hanya menggerutu, kenapa dia berhentinya, kok kamu jutek jawab gitu?"


"ya gak jutek, itu biasa kok, aku emang begitu kan, tapi aku hanya bilang aku tidak tau kenapa alasannya"


"ahh, apa kita saja berdua yang tau ini?"


"mungkin kita yang baru tau, member lain tau, apalagi Heechul, pacarnya kan? tidak mungkin tidak tau kan"


"oh iya juga"


mereka sibuk menerka ada apa dengan Yuhan yang berhenti dari kerjaan, tapi mereka berdua tidak sempat mengonfirmasinya kepada Heechul atau pun member lain siapapun itu karna kesibukan mereka berdua


apalagi member super junior lainnya yang punya kesibukan masing masing yang berbeda beda


akhirnya mereka tidak sempat membahas ini pada member lainnya karna kesibukan mereka juga


di dua hari berikutnya..


dimana giliran Donghae dan Eunhyuk yang datang ke agenci, mereka tengah sibuk kegiatan sub unit D&E di jepang dan baru pulang hari itu untuk beberapa keperluan di agenci


mereka sampai di agenci dan melakukan urusannya dan setelah selesai, Donghae berpamitan pada Eunhyuk untuk menemui Yuhan sebelum mereka pergi dari agenci


"tunggu tunggu disini, aku mau ke ruangan staff dulu" kata Yuhan


"ada apa?" tanya Eunhyuk


"tunggu saja, aku ada perlu sama Yuhan"


"yaudah aku ikut saja lah masak suruh tunggu disitu?"


"iya udah ayo"


"memangnya kau mau apa?" tanya Eunhyuk lagi


"ini loh, aku mau kasih kalung yang ku beli di jepang kemarin, waktu kita tour dalam kota"


"oh yang kalung buat pacarmu itu kah?"


"iyaa, aku mau kasihkan ke Yuhan"


"kok ke Yuhan? hubungannya apa? kau kasih saja ke pacarmu kenapa?"


"ya kan pacarku tinggal dirumah Yuhan, jadi ku titipkan, berikan langsung kita tidak sempat, jadi dititipkan Yuhan gitu, biar kusuruh berikan Misilia"


"ahh, nyusahin orang dong kau"


"biarin, sekalian, serumah ini"


"ya bisa kali suruh pacarmu datang saja kesini, atau ke dorm, sekalian kita akan ke dorm kan hari ini" kata Eunhyuk


"iya, udah lah ke Yuhan saja"


jadi Donghae mau menitipkan kalung ia beli sewaktu dijepang untuk Misilia, dan menitipkannya ke Yuhan, jadi memberikan melalui Yuhan


setelah sampai di ruangan staff, mereka melihat kearah meja kerja Yuhan, dan melihat ternyata sudah ditempati oleh staff lain


"kok meja kerja itu ditempati staff lain?" tanya Eunhyuk


"apa mungkin pindah kali meja kerja Yuhan, tidak disitu lagi ini"


"oh mungkin sih, tapi kok dari tadi aku cari, tidak ada Yuhan disekitaran sini?"


salah satu staff yang duduk tepat dibelakang meja kerja Yuhan pun baru akan masuk dari istirahat makan siang, dicegat oleh Eunhyuk dan Donghae


"eh, ini Yuhan kemana ya? kok meja kerjanya ditempati staff lain?" tanya Donghae


"oh, Yuhan nuna berhenti jadi meja nya dipakai staff baru pengganti Yuhan nuna" jawab staff itu


"ooh? Yuhan berhenti?" tanya Donghae


"iya berhenti"


"ada berapa lama sudah berhentinya?" tanya Donghae


"ada seminggu, iya semingguan mungkin"


"kenapa alasannya?" tanya Donghae lagi


"tidak ada yang tau alasannya, tiba tiba saja pas itu Yuhan nuna membereskan meja nya dan tidak lagi kembali kesini"


"sama sekali tidak ada alasan? kok aneh ya?" gerutu Eunhyuk


"mungkin pak Yang atau pak Pakte tau, Yuhan nuna kan dekat dengan mereka, atau mungkin pak Chun sendiri"


"gitu? yaudah kamu lanjut kerjaan" kata Eunhyuk


"iya pak"


staff itu balik ke meja kerjanya, mereka pun pergi dari agenci itu, saat sampai di lobi, mereka tadinya mencari Yanglee tapi mereka tidak menemukan Yanglee di lobi


"pak Yang tidak ada disini kemana dia?" tanya Eunhyuk


"kalau tidak ada disini biasanya keliling itu, biar kutelfon saja lah Misilia" kata Donghae


"nah gitu, kan sudah kubilang kasih langsung saja lebih enak, bisa ketemu pacar, kita balik kerjaan juga sore nanti, ini masih baru masuk siang"


"iya kalau gak gitu, mana kita tau ternyata Yuhan berhenti kan?"


"iya juga sih, eh apa kita tidak diberitahu ya sama member lain?"


"kalau member lain tau, kalau tidak tau juga?"


"ya kali, Hee hyung pacarnya masak tidak tau"


"iya juga, ya gak tau lah, yaudah ke dorm saja dulu, sampai sana aku baru telfon Misilia" kata Donghae


sesampainya..


mereka sampai di dorm dan Donghae menelfon Misilia disana


"di speaker dong, aku mau dengar, penasaran juga" kata Eunhyuk


"halo, sayang?" sapa Donghae


"yaa kenapa sayang?" sapa Misilia


"aku sudah balik ke korea, ini lagi di dorm"


"ahh, terus apa mau balik lagi apa gimana?"


"balik lagi nanti sore, makanya aku tadi mau titip ke Yuhan, aku mau nitip buat kasih kalung ke kamu, aku beli kalung dari jepang buat kamu, tapi Yuhan tidak ada, katanya berhenti ya dari kerjaan?"


"oh itu, iyaa"


"berapa lama sudah berhenti?"


"semingguan kali, gak tau jelas aku, semingguan sih ada"


"kenapa katanya sayang?"


Misilia bingung mau menjawab atau tidak, menjelaskan alasan Yuhan atau tidak, tapi Misilia rasa tidak perlu


"aku juga tidak tau, tidam ada bilang apa apa"


"oh ya kah? kenapa kok mendadak ya?"


"gak tau lah, aku tanya juga tidak jawab, hanya bilang iya dia berhenti, gitu saja"


"gitu? kenapa dia ya?"