You Should Be Me

You Should Be Me
133



"hyung, ini Yuhan nuna kan? aku ingat betul nama kontak mya ini di hapemu" kata Jungkook


Namjoon menjelaskan pada Jungkook jika memang ia berpacaran dengan Yuhan


setelah Hoseok tau tentang hubungan itu kini malah Jungkook yang jadi tau


yaa namanya backstreet mau ditutupi bagaimana pun akan terungkap juga apalagi Namjoon banyak waktunya bersama bangtan


"astaga jadi beneran kamu sama nuna pacaran? sejak kapan ini? aku baru tau?" kata Jungkook


"hubungan kita sudah lama, waktu kita ke jepang itu saja kita sudah masuk enam bulan" jelas Namjoon


"wooh, berarti dari jepang itu di hari ini sudah setahunan, berarti sudah satu tahun lebih enam bulan ya?"


"iya, segitu"


"hyung lama nya, bahkan aku baru tau"


"yaa karna aku sama Yuhan kan ada di pekerjaan satu wilayah jadi aku simpan ini"


"selain aku? siapa tau? apa tidak ada yang tau, hanya aku?"


"Hobi"


"Hobi hyung tau?"


"tau"


"udah lama tau?"


"belum sebulan sih, dua mingguan ini"


"lalu?"


"udah, kamu dengan Hobi saja"


"lainnya gak tau?"


"jaga rahasia ini ya Jekey, aku mau mereka konsentrasi"


Namjoon menjelaskan kenapa tidak speak up hubungannya karna ingin semua berjalan secara profesional saja, tidak ada yang terganggu sama hubungan mereka nantinya


balik lagi kepada Yuhan, ia sudah bersiap siap dan menelfon Jijun meminta jemputan karna ia kan juga belum membeli yang baru motornya jadi masih butuh Jijun


Jijun dengan senang hati menjemputnya dan pergi bersama Yuhan ke kantor


hari berlalu, kini Yuhan merasa aman karna semua sudah pindah, rumah baru sekaligus kantornya baru jadi aman tidak akan ada yang ganggu


seharian tanpa gangguan, kerjaan lancar, Yuhan membereskan meja nya, Kwan menyapanya


"Yuhan" sapa Kwan


"eh oppa? kenapa oppa?"


"ini kamu jangan pulang dulu deh, kamu nanti aku antar"


"loh kenapa?"


"Tan meminta mu untuk datang, kita akan ada kepentingan di dorm bangtan"


"oh gitu? ya boleh, tapi.. aku naik motormu ya"


"oh gakpapa banget, boleh banget, kamu gak bawa motor?"


"tidak"


"ahh, iya udah"


mereka pun jalan kearah lobi...


seperti biasa Jijun menunggu Yuhan datang...


"Yuhan, sudah?" sapa Jijun


"ehh kamu pulang duluan deh, ini aku ada urusan ke dorm, Tan oppa menyuruhku kesana"


"oh gitu, yaudah, aku balik ya, tapi kamu?"


"aku sama Kwan oppa kok"


"oh gitu?"


"nanti kuanter kok pulangnya" kata Kwan


"iyaa, byebye" sapa Jijun


Jijun pergi, saat Kwan melihat pergi nya Jijun malah membawa motor Yuhan


"loh, itu kan motormu" kata Kwan


"iya, dipakai Jijun"


"kenapa dia yang bawa?"


"aku berikan kepada dia, ahh aku lupa mau bilang juga biar diambil motornya"


"kok gitu?"


Yuhan menceritakan jika ia memberikan motor itu cuma cuma kepada Jijun, ia hanya mengatakan alasannya karna Jijun adalah sahabatnya yang kurang beruntung


Yuhan tidak menjelaskan masalah meluarga Jijun karna ia pikir itu privasi Jijun


setelah mengobrol, Yuhan naik motor Kwan, bukan pertama kalinya memggonceng Yuhan tapi sudah lama tidak menggonceng nya terakhir memang waktu Yuhan pindahan rumah yang sekarang dia tinggalkan itu


setelah kerjaan selesai..


"Yuhan, kamu kesini sama siapa?" tanya Hyunsoon


"sama Kwan oppa, kenapa?"


"gak bawa motor sendiri memang?"


"tidak"


"ayo kuantarkan"


"waaah boleh? ayo"


Yuhan lebih memilih diantarkan Hyunsoon karna memang lebih tau Hyunsoon tentang masalah Yuhan ditimbang Kwan


"kok kalian gak pergi, bukannya bangtan ke suseongmut?"


"kami berdua pulang lebih awal kerjaan banyak jadi gak bisa ikut menetap lebih lama" kata Tanwoo


"ahh, oh iya oppa, aku dengan kamu dekat dengan Aekyo ya?" tanya Yuhan


"ahh, kami memang dekat"


"waah pacaran?"


"gak juga"


"tapi banyak yang merestui sih teman teman staff" sambar Hyunsoon


"emang iya?" tanya Yuhan


"uh banyak sekali setuju ama mereka buat pacaran saja, karna cocok aja gitu" jawab Hyunsoon


"termasuk kamu setuju?" tanya Yuhan


"ya lah, mereka cocok, kamu setuju?" tanya Hyunsoon pada Yuhan


"apa apaan sih eh, kalian" kata Tanwoo malu


"aku sih gak tau ya, terserah saja" jawab Yuhan


"loh, kamu memangnya tau darimana?" tanya Tanwoo


"lah dia kan staff disini juga, pasti tau lah hyung" kata Hyunsoon pada Tanwoo


"iya tapi dia kan baru" jawab Tanwoo


"aku tau dari Jijun, tapi beberapa juga ada yang pernah bilang memang seperti pas aku tanya pada Haneul dan Sunmi juga" jawab Yuhan


"yaa biasa kok, dekat nya, tapi kami memang bersahabat sih" jawab Tanwoo


Yuhan mulai mengorek sedikit hubungan Tanwoo dan Aekyo, untuk menghancurkan hubungan mereka? tidak, tapi Yuhan hanya ingin tau saja


saat Hyunsoon keluar lebih dulu dari ruangan itu, Tanwoo masih sibuk dengan komputernya, Yuhan tidak jadi pamitan dulu


"oh ya oppa, tapi kata Jijun, kamu yang rekomendasikan aku buat bantuin staff penerimaan karyawan baru buat pengenalan wilayah kerja?" tanya Yuhan


"ahh, oh iya, aku memang"


"kenapa aku?"


"ya ku pikir kamu lebih banyak waktu kosong kan"


"iya sih, tapi kan ada staff lain juga"


"iya, tapi secara keseluruhan sih, kamu lebih baik bantu"


menurut Tanwoo, ia menjelaskan beberapa hal kenapa lebih memilih Yuhan


yang pertama karna Yuhan memang jarang pekerjaan, pas saat itu Yuhan juga sedang tidak ikut bangtan yang ke luar kota.


yang kedua karna Yuhan termasuk dalam staff yang pintar membawa diri dan menjelaskan beberapa aspe dalam kantor nantinya.


ketiganya karna Yuhan terbilang kan staff baru, staff masih penjajakan juga yang mana yang bisa ia bantu ya ia kerjakan.


tapi semua itu di otak Yuhan terdengar alibi, bulshit doang, bicara pembohongan dan ia merasa jika Tanwoo terpengaruhi oleh Aekyo


masih belum puas, Yuhan masih menanyakan beberapa hal lainnya


"emm aku sering liat kamu meng-intimidasi ku" kata Yuhan


"dalam hal apa?"


"apa saja sih, terutama kalau pas ada sasaeng atau wartawan liputan gitu"


"ya sekilas kepikiran kamu saja, karna aku masih melekat pikiran ku tentang kamu adalah sasaeng kan"


"yakin karna itu?"


"iya lah, santai lah Yuhan, aku tidak membenciu kok, cuma kurang percaya aja kepadamu, tapi santai lah, kalau soal mengitimidasi, aku memang gitu orangnya kok"


"tapi pada Aekyo tidak"


"ya beda cerita itu mah"


"waah spesial bener itu"


"ssst udah lah, kamu ini sana, gak pulang, bentar lagi malam loh, ada penculikan baru tau rasa"


"ssst apaan sih oppa ih" jawab Yuhan