
"aku juga bingung sih" jawab Jazlyn
"gimana gitu masukan darimu" kata Misilia
"menurutku biarkan saja sudah"
"biarkan saja ya? lalu kalau Yuhan tau?" tanya Misilia
"kita disalahkan bukan kamu Bo" sambar Nania
"kan bukan urusan kita, kita tidak perlu ikut campur nuna, biarkan saja, tinggal nunggu kata Yuhan nuna"
sejak inilah, ketiga teman Yuhan dirumah itu diam, tidak mengatakan apapun kepada Yuhan meskipun beberapa kali Yuhan pulang kerumahnya
Yuhan pulang kerumahnya itu selalu sebentar jadi tidak sampai memerhatikan banyak kegiatan selain datang mengambil baju nya saja
balik pada Yuhan yang telah mengetahui keberadaan dua peliharaan itu, Yuhan tidak masalah ada hewan asing disana, ia tetap akan senang, bahkan pada Bowni dan Beckly juga Yuhan tetap meminta agar ketiga temannya mengasih makan merek
tapi Yuhan kesal karna ulah Munha dan Hajun, seolah seperti mereka menguasai rumahnya mentang mentang Yuhan anak kandungnya
"kalian tau tinggal dimana mereka?" tanya Yuhan pada tiga temannya
"mereka hanya mengatakan tinggal di daerah dekat dengan sini" jawab Misilia
"kalau ketemu nanti jangan kasar, jangan marah marah" kata Namjoon
"iyaa aku tau kok" jawab Yuhan
karna Yuhan tau Munha da Hajun akan sering datang kerumahnya, Yuhan memutuskan balik kerumah nya itu lagi sengaja menunggu Munha dan Hajun untuk ia luapkan kemarahannya karna sudah mengusiknya
Namjoon kebetulan juga lanjutkan pekerjaan yang belum ia selesaikan bersama bangtan karna Namjoon juga akan balik ke dorm
beberapa hari tinggal lagi di rumahnya,
tapi Yuhan tidak mendapatkan Hajun dan Munha datang
"mereka tidak pernah datang lagi apa karna tau aku pulang ya?" tanya Yuhan pada tiga temannya
"tidak tau deh Yuhan" kata Jazlyn
"bisa jadi sih itu" jawab Nania
"memangnya kalian mengabarinya?"
"kita mau kabari pakai apa Yuhan, kami tidak tau alamatnya, tidak menyimpan pula nomornya" jawab Misilia
hari berlalu sejak tinggalnya Yuhan dirumahnya semingguan, Yuhan di kantornya melihat Kwan yang baru datang
"Kwan oppa" sapa Yuhan
"hai, iya Yuhan"
"baru datang ya?"
"iya nih, dari dorm, biasalah, ada apa ya Yuhan?"
"tidak, aku balik kerumah lagi, kalau pulang mau bareng"
"waaah bisa itu"
mereka janjian buat jalan bareng lagi saat pulang karna Yuhan kan juga balik kerumahnya lagi yang searah dengan rumah balik Kwan
saat makan siang, Yuhan bersama Jijun seperti biasa makan dikantin, tadinya tidak masalah Hyohoon melihat itu, ia mencoba mendekati keduanya saja karna Hyohoon kenal dekat dengan Jijun
tapi ia batalkan menghampiri mereka ketika Kwan malah ikut gabung makan di meja yang sama
"hai, makan bareng dong" kata Kwan
"boleh pak, sini pak" ajak Jijun
"bahas apa nih?" tanya Kwan
"bahas kerjaan biasalah oppa" jawab Yuhan
mereka makan bertiga disana, Hyohoon hanya memerhatikan karna ia tau nya Kwan menyukai Yuhan
setelah makan disana, balik kerja karna jam berakhir, Yuhan bersiap akan pergi karna sudah janjian sama Kwan di lobi untuk pulang bersama
tapi Jijun memanggil Yuhan saat masih beberes di meja kerja
"Yuhan" sapa Jijun
"hai Jun, belum pulang kamu?"
"belum, sepupuku mau jemput tapi masih baru berangkat dari rumah"
Jijun menjelaskan jika sebenarnya ia kan gak punya motor, motor dipakai nya adalah milik sepupunya
jadi Jijun ini terbilang kurang beruntung, ia hidupnya sederhana bahkan nyaris kekurangan
bayangkan saja, ia tinggal dirumah milik sepupunya, semua barang dirumah itu milik sepupunya bahkan motor pun milik sepupunya
dipakai oleh Jijun untuk keperluan Jijun agar membantu mengurus rumah, karna dua sepupu Jijun kan selama ini diluar negri
sekarang mereka pulang dan memutuskan bekerja di korea lagi makanya Jijun menumpang ya tau diri, ia diantarkan oleh sepupu nya dan dijemput jika senggang waktu sepupunya jika tidak ada jemputan dan pengantaran ya jalan
"oh gitu, terus ini tapi dijemput kan sama sepupumu?" tanya Yuhan
"iya kok dijemput"
"sayang kita gak jalan satu arah ya" kata Yuhan
"kenapa Yuhan?" tanya Kwan
Yuhan berjalan dari meja kerjanya ke arah lobi ditemani Jijun sambil cerita itu
Yuhan menceritakan ulang apa yang diceritakan Jijun, Kwan tidak masalah Yuhan mengajak untuk Jijun pulang pergi bareng dia dan Kwan
tapi sedikit merasa terganggu jadi waktunya untuk bisa pulang berdua dengan Yuhan tapi karna tidak mau Yuhan malah menjauhi nya jadi mengiyakannya saja
"waah makasih ya tawaran nya Yuhan" kata Jijun
"santai lah, kita kan berteman semua"
"iya sih, makasih loh Yuhan, aaaah kamu sangat baik padaku, aku akan membalas kebaikan mu nanti"
"siap deh, semangat ya"
"hati hati Yuhan" ucap Jijun
"okey"
Yuhan dan Kwan balik bersama, hari berlalu dihari esoknya, ketika pulang kerja, Yuhan sudah siap mengantarkan pulang Jijun
"ayo Yuhan, aku selesai" kata Jijun
"sudah bilang sepupumu kan, nanti takutnya jemput kemari gak ketemu kamu"
"sudah kok, mereka dirumah saja sih gak kemana mana"
akhirnya Yuhan pulang bersama Jijun tapi Yuhan yang menyetir motor nya, motor ya bukan mobil..
sesampainya dirumah Jijun, Yuhan ikut turun
"Yuhan, turun ya, mampir, aku buatin minuman dingin deh"
"waah iya udah boleh"
Yuhan ikut Jijun dan duduk di kursi depan rumah Jijun itu, tak lama sepupu Jijun akan keluar untuk duduk di kursi teras
tapi melihat ada gadis disana ia tidak jadi keluar karna malu
sepupu satunya Jijun juga melihat dari luar jika ada gadis, ia kaget karna biasanya yang duduk sore sore disana kan kakaknya kenapa jadi perempuan
ia pun masuk dan hanya menyapa biasa kepada Yuhan, kedua sepupu Jijun jadi tau jika itu teman Jijun mereka kira itu pacar Jijun
setelah Jijun dan Yuhan mengobrol tentang beberapa kondisi rumah Jijun disana
Jijun ternyata anak sebatang kara, ia tinggal didunia sendirian karna ibunya meninggal sejak melahirkannya dan ayah nya sakit sakitan sejak Jijun masih sekolah SMA
jadi Jijun terbiasa mencari uang untuk melanjutkan kehidupannya
beruntung ia memiliki paman dan bibi yang baik bahkan sepupu sangat baik yang membolehkannya tinggal dirumah itu dan menggunakan semua fasilitasnya
"terus jadi mereka datang, kamu gimana?" tanya Yuhan
"aku tidak masalah disini, malah mereka meminta ku disini saja daripada bayar kost diluar"
"bener itu"
"Yuhan, maafkan aku ya jadi bahas ini sama kamu"
"gakpapa lah sharing soal kita, kita kan berteman dekat, kamu juga harus tau aku berada diposisi lebih sulit darimu bahkan paling sulit didunia"
"serius lah"
"serius, tapi namanya manusia kan ada naik turun nya cerita kisah hidupnya"