
Dajin memang mengakui ia menyukai Unji, dan Yuhan akan nembantu Dajin untuk bisa lebih jauh dekat dengan Unji nanti jika mereka berdua memang serius
setelah urusan selesai, Dajin dan Haejin pergi, sejak itu Yuhan dan Dajin lebih dekat lagi, sedangkan dengan Haejin lebih baik lagi berhubungan
setelah laundry datang, Yuhan menaruh bajunya di lemari, tapi ia melihat baju milik Namjoon di laundry baru saja dikirim Dajin itu, karna beberapa baju Namjoon masih ada pada Yuhan
jadi kepikiran ia meminjamkan itu kepada Hongjuan dan meminjamkan bajunya kepada Yangsi jadi mereka tidak usah pulang malam ini kasihan juga capek pulang pergi karna rumah mereka cukup jauh
Yuhan mengambilkan tiga baju Namjoon dan tiga baju miliknya lalu mengetuk kamar tamu dirumahnya
"Yuhan?" sapa Hongjuan
"ini baju buat kalian, daripada masih mau pergi mengambil" kata Yuhan
"makasih ya nak" kata Hongjuan
"emm"
"boleh pap peluk? pap kangen"
Yuhan langsung memeluk duluan Hongjuan dan mereka mencurahkan rasa rindu satu sama lain disama
Yuhan juga meminta masuk dan bertemu Yangsi, Yangsi tadinya kaget karna Yuhan masuk dikiranya akan marah atau mengusirnya
"aku baru saja dipeluk pap, aku mau memelukmu juga" kata Yuhan
Yangsi langsung memeluk Yuhan dan meluapkan kerinduannya
Yuhan duduk bertiga di ranjang kamar itu dan Yuhan meminta maaf atas sikapnya
"Yuhan, tidak salah kok nak, kami tau kamu kecewa berat, kami malah harusnya meminta maaf kepadamu nak terkait semua masalah ini karna kami juga" kata Yangsi
"mungkin pap memang keras mendidikmu, bukan karna membedakan kamu adalah anak angkatku, bahkan aku lebih mencintai kamu dibandingkan Boseo karna kamu perempuan" kata Hongjuan
"aku sudah tau semua kok pap, mam, cerita kalian bagaimana bisa bertahan untukku, kalian kan yang menceritakan kepadaku sendiri, aku sudah paham kok" kata Yuhan
Yuhan dan ayah ibu angkatnya sudah membaik lagi hari itu, bahkan sampai malam itu Yuhan memutuskan tidur di kamar tamu bertiga bersama Hongjuan dan Yangsi
hari berlalu..
pagi pagi sekali Yuhan terbangun dan kedua orang tuanya belum bangun
itu memang kebiasaan Yuhan sejak kecil, ia selalu bisa bangun lebih awal dibandingkan siapapun orang yang bersama nya didalam rumah, jadi selalu Yuhan yang pertama bangun
Yuhan melakukan aktifitas seperti biasa dan duduk didepan teras rumahnya itu
selang beberapa menit...
Yuhan mendapatkan telfon dari Heechul..
"halo? iya chagiya?" sapa Yuhan
"chagiyaaa, kamu sibuk sekali, kita hampir sebulan gak ketemu" kata Heechul
"iya kan aku sudah kabari chagiya, aku sakit, kemarin tidak enak badan, tapi sekarang sakit"
"aku kuatir aku datang ke apartemen kamu saja ya"
"tidak lah, jangan, aku tidak mau kamu sakit"
"memang sakit apa sih?"
"cuma panas sih"
"chagiyaaa, mana ada panas buat ketularan, gak ada ih"
"iya tapi aku gak mau diganggu maksudnya gitu"
"sampai kapan chagiya"
"kenapa sih? kangen udah?" tanya Yuhan menggodainya
"iya pake nanya pula loh kamu ini" jawab Heechul manja
"iya udah kapan, tapi dua hari lagi ya"
"oh gitu, pas banget, iya iya"
"pas apanya?"
"tiga hari lagi aku ada acara ke tempat temanku, kamu gak kerja?"
"waah pas, week end ini keluar yuk" ajak Heechul
"week end? dua hari lagi kan ya?" tanya Yuhan
"iya, ada waktu gak ya?"
"ada chagiya, kenapa memangnya chagi?"
"mau ajak kamu ke tempat teman aku"
"acara apa ya?"
"party biasa sih"
Heechul menjelaskan temannya mengadakan acara yaa berkumpul biasa saja dan bilang suruh bawa pasangan jadi Heechul berencana mengajak Yuhan saja
Yuhan menyanggupi kalau tiga hari lagi, karna masa percobaan tahanan selama sebulan didapatkan Yuhan berakhir lusa, jadi lusa sudah bebas mau pergi pergi
untuk itu Yuhan mengiyakan saja permintaan ketemuan Heechul
soal Heechul, Yuhan memang beralasan sakit dan tidak mau bertemu padahal itu berbohong untuk menutupi cerita sebenarnya
Yuhan mulai menjalani hubungan baru nya dengan Heechul, ia berharap hubungan kali ini serius, karna sebelumnya ia gagal bahkan selangkah lagi hampir sampai pernikahan
esoknya, Munha dan Hajun datang kerumah Yuhan lagi, membawa makanan untuk Bowni dan Beckly
"Yuhan.." sapa Munha
sama dengan yang dilakukan Yuhan kepada Yangsi dan Hongjuan sebelumnya, Yuhan juga berdiri untuk menyapa orang tua nya disana meskipun dengan wajah masih datar dan sikap masih dingin
tapi Munha dan Hajun berusaha bersikap tidak terpancing kemarahan demi mengambil hati anaknya itu
"ada apa?" tanya Yuhan dengan dingin
"oh iya, ini bawakan makanan buat Beckly dan Bowni" kata Munha
"tidak usah, simpan saja, mereka sudah kuberi makan"
"wooh, serius?"
"iya, kalian tidak datang, aku bantu mengurusi mereka, aku mandikan rutin sehari sekali dan makan rutin tiga kali sehari, rutin"
"tapi saya bawakan makanan mereka kok" kata Munha
"simpan saja bisa buat makan sore bentar lagi"
mereka duduk bersama disana dari siang sampai sore karna Hajun dan Munha ingin memberikan makanan itu kepada peliharaan mereka agar tidak mengurangi jatah makanan hewan peliharaan Yuhan sekaligus mendekati anaknya itu
sorenya saat makan sore Bowni dan Beckly, saat Yuhan masuk kekamarnya untuk ambil laptopnya, balik balik Munha dan Hajun sudah tidak ada
Yuhan mencari sekelilingnya dan ternyata ada di kandang Bowni dan Beckly
Yuhan langsung mendekati mereka..
"kan biar aku saja yang memberikan makan" kata Yuhan
"jangan nak, nanti kami merepotkanmu" kata Hajun
"tidak lah, sini mana daging nya" kata Yuhan
Yuhan mengambil daging dari tangan Hajun, lalu membakarnya dulu agar matang, sembari memasak daging itu, Yuhan sambil memberikan masukan disana kepada Munha dan Hajun tentang memberikan makan kepada hewan
jangan dibiasakan memberikan daging mentah, karna akan menjadi buas, meskipun mereka hewan buas, tetap diberikan yang matang
"jadi kalau dikasih, biasakan matang dulu, dibiasakan, karna kalau tetap dikasih daging mentah, akan ada kemungkinan memakan kalian sendiri juga meskipun peliharaan kalian" kata Yuhan
mendengar itu, Hajun dan Munha saling bertatapan dan merasa terharu karna Yuhan masih mau memberikan mereka masukan
"makasih ya nak" kata Munha
"untuk ini? bukannya kalian lebih berpengalaman dariku, kenapa tidak tau trik nya yang baik?"
"iya kami tau, kami tau kami orang tua yang jahat, kami menyadari kesalahan kami, maafkan kami, jangan benci kami nak, saya ayah kandungmu dan Munha ibu kandungmu bagaimana pun" kata Hajun
"aku tidak pernah mengatakan membenci kalian, aku hanya benci diriku yang berada ditengah masalah ini"
"jangan, lebih baik salahkan kami saja kalau seperti itu, karna ini memang salah kami"