You Should Be Me

You Should Be Me
147



"iyaa, tapi tolong ya, jangan bahas masa lalu, aku mau melupakan semuanya, tolong jangan bahas pria dalam foto ini sama sekali, lebih baik kamu bahas mantan ku yang lainnya dibandingkan dia" ucap Yuhan


"berarti membahas mantan lain bisa?" tanya Namjoon


"tidak perlu lah, maksudku lebih baik bahas lainnya dibandingkan pria ini, kalau bisa ya gak usah dibahas semua, kita kan sudah bersama, jadi jangan bahas apapun tentang masa lalu apalagi mantan"


"hemm, iya iyaa"


"padahal loh aku gak cemburu, soal kamu sama mantan kamu"


"mana ada aku mantan, udah lama dan kamu tau sendiri udah benar benar lost contact" jelas Namjoon


"iya percaya, sama aku percaya juga gak?" tanya Yuhan


"iya deh, sekarang aku percaya sepenuhnya sama kamu"


"hemm, makasih Nam, gitu dong, aku mana mungkin berbohong padamu"


"iyaa aku percaya"


mereka balik ke depan televisi, Yuhan duduk disamping Namjoon tapi karna sangat rindu, jadi Namjoon langsung memeluk Yuhan dengan erat


siangnya, Namjoon balik ke dorm, Yuhan balik ke agenci, mereka sama sama sibuk dihari itu jadi tidak ada kabar hingga esoknya, Namjoon masih sibuk, karna ia dan bangtan akan melakukan banyak kegiatan latihan dance sebelum pembuatan mv


tiba dihari dimana Yuhan dan Heechul janjian, Yuhan bersiap siap pergi dari apartemen Namjoon dan menuju ke tempat janjian pagi itu


mereka janjian pagi karna malamnya Yuhan sudah mulai kesibukannya


baru juga Yuhan sampai, Heechul juga baru sampai tapi lebih dulu datang Heechul


karna Yuhan melihat Heechul sudah akan membuka pintu cafe janjian mereka itu


"oppaa" sapa Yuhan


"eh, Yuhan? baru datang?"


"iya, lah oppa juga?"


"iya, ini baru mau masuk, waah barengan"


"iya ya haha, yaudah masuk saja"


"iya ayo masuk"


mereka jadi masuk bersama karna papasan didepan cafe sebelum masuk itu, mereka duduk, memesan, dan mengobrol banyak hal disana


sampai akhirnya karna Heechul penasaran soal status Yuhan sekarang, mumpung berkesempatan tanya langsung ya tidak mau ia sia kan


"emm, oh ya Yuhan, kamu punya pacar belum sebenernya?" tanya Heechul


"pacar? ya tidak punya lah" jawab Yuhan dengan yakin


Yuhan tanpa ragu menjawab itu bukan karna tidak mau mengakui statusnya tapi pertanyaan Heechul kan "pacar" sedangkan Yuhan memiliki tunangan bukan pacar


lagipula, mau menjawab pun tidak mungkin karna tunangan Yuhan bukan dari kalangan biasa, ia seorang idol yang harus menutup rapat rahasia hubungan mereka diluar wilayah mereka


dua alasan ini kenapa Yuhan yakin dengan jawabannya


"bener gak ada? oh atau lagi deket sama seseorang?" tanya Heechul


"ini" jawab Yuhan singkat


"ini apa?"


"ya ini, sama kamu"


"haha bisa saja, maksudnya sama yang lain, mungkin dekat"


"tidak ada kok"


"masak tidak ada yang dekat, kalau dekati pasti ada lah"


"gak ada sih"


"masak sih gak ada"


Heechul tidak percaya jika seorang Yuhan tidak ada yang mendekati apalagi kerjaan nya ada urusannya dengan idol


"lah emang gak ada oppa, siapa?" tanya Yuhan balik


"yaa kamu kan kerja ditempatnya idol, masak tidak ada yang mau"


"tidak ada lah, aku bukan tipe mereka"


"iya staff staffnya gitu"


"kerja oppa, gak ngapa ngapain aku kerja, masak sambil cari muka, oppa ih"


"hehe iya ya"


"kenapa gak percaya sih kesannya?"


"yaa gak percaya lah, orang cewek secantik kamu masak gak ada yang dekati, makanya aku maksa banget tanya"


"hehe bisa saja kamu oppa, malu jadi aku"


"memangnya aku cantik?" tanya Yuhan


"cantik lah" jawab Heechul


"makasih yaa oppa"


dalam hati Yuhan berkata, bahkan ia tidak perna dengan ucapan kata pujian untuknya itu dari mulut Namjoon


Namjoon sama sekali tidak mengatakan pujian pada Yuhan kecuali ungkapan rasa cintanya sendiri


"oh ya, gak ada kerjaan kan seharian ini?" tanya Heechul


"tidak, kenapa?"


"jalan yuk, kemana gitu, dekat sini ada mall, tau kan?"


"tau tau, ayo"


mereka selesaikan makan lalu pergi ke mall dekat mereka makan


mereka jalan hanya berdua dan menikmati hari itu bersama


Yuhan seperti menjadi gadis yang single, free, bebas aja gitu karna tidak ada Namjoon


pun sama dengan Heechul yang merasa hidupnya lebih berwarna di hari ini dari hari hari sebelumnya


"lihat lihar baju baju kah? atau ke market nya?" tanya Heechul


"jangan ke market, ke marketnya terakhir sebelum pulang saja, terus kamu memang mau ke baju baju?"


"iya terserah kamu saja"


"nonton dulu yuk, aku mau lihat drama baru keluar, bagus, aku lagi suka lihat iklannya gitu"


"oh ya boleh, kalau belanja dulu malah ribet bawaannya"


"iya itu, nonton dulu saja lah ya"


"boleh"


mereka berjalan ke arah bioskop dalam mall itu, berharap jika tiket nya masih ada karna film itu lagi baru barunya dan banyak pemburu nya untuk melihatnya takut tidak kebagian tiket


"disini?" tanya Heechul


"iya disini saja"


"memangnya film apa?"


"itu yang ceweknya alien"


"ahh itu, iya lagi rame, apa masih ada tiketnya?"


"iya ayo masuk" ucap Yuhan menarik Heechul


mereka masuk, memesan tiket, tapi tiketnya habis, yaa, tiket nya sudah habis di beli sejak pagi tadi


akhirnya mereka keluar...


Heechul mengingat jika di lantai atas juga ada bioskop, jadi ia mengajak Yuhan kesana saja


"eh diatas ada loh bioskop lagi, disana biasanya sedikit sepi" kata Heechul


"iya kah? waah iya ayo"


mereka pergi ke lantai atas dengan lift karna jaraknya cukup jauh dari lantai yang ada bioskop baru saja


sesampainya, Yuhan berburu masuk, memesan tiket, tapi jawabannya sama


"maaf kak, tiket untuk film tersebut baru saja habis" kata staff pelayan


ditambah lah sedih wajah Yuhan, Yuhan cemberut karna tidak bisa melihat film itu padahal itu ia menunggu nya


"kenapa pengen lihat itu?" tanya Heechul


"aku hanya ingin saja melihat itu, aku menunggu sekali itu, pemainnya dari china"


"ahh bukan drama korea?"


"bukan, drama china"


Yuhan duduk dikursi yang ada didekat bioskop kedua tadi ia datangi, Heechul kasihan melihat wajah Yuhan sedih, ia melihat sekelilingnya, apa yang bisa ia beli untuk bisa menghibur Yuhan


dan Heechul mendapatkan toko chocolate dekat sana, kepikiran jika Yuhan dikasih coklat pasti mau


Heechul pergi diam diam ketoko itu dan masuk, lalu melihat banyak coklat


ia membeli beberapa coklat karakter, bentuk bentuk disney land dan melihat ada toples permen


"ini kak, pesanannya" ucap staff


"iya, ehhm ini berapa harga permen lollipop ini?"


"sisa ini pak, butuh berapa?"