
tadinya Namjoon tidak mau datang lagi tapi siapa yang mau mengurus apartemennya sedangkan orang tuanya belum tau jika Namjoon dengan Yuhan telah berakhir
baru masuk lobi, staff menyapanya...
"pak Namjoon? ada titipan pak" kata staff sambil memberikan bungkusan kotak itu
"oh apa ini? dari siapa?"
"itu kotak, tapi saya tidak tau isinya apa hanya dititipkan saja untuk diberikan, itu dari gadis yang sering tinggal di apartemen anda"
Namjoon langsung berpikiran, itu pasti Yuhan, Namjoon pun lanjut masuk ke lift dan menuju lantainya dan baru keluar malah bertemu Moonjang
"pak" sapa Moonjang
"eh, iya Moonjang"
"baru saja nuna dari sini, gak papasan ya?"
"nuna?"
"iya nuna Yuhan maksudnya, tadi saya bertemu dia di lobi, dari staff admin sepertinya, tapi tidak tau habis apa, saya pikir sudah tau"
"tau kok"
Namjoon jadi merasa yakin memang Yuhan yang baru saja datang dan semakin besar harapannya tentang kebaikan hubungan nya dengan Yuhan kembali tak masalah meskipun harus sembunyi sembunyi lagi
Namjoon berharap dalam kotak itu ada sureprize bahagia untuknya jika Yuhan masih memberikan kesempatan untuknya
tapi saat sampai dalam unit apartemennya, Namjoon membuka kotak itu, hanya terdapat kunci mobil dan Namjoon mengingat, kunci mobil itu adalah kunci mobil milik Yuhan yang ia belikan dulu
perasaan Namjoon jadi tidak enak dengan kunci itu, ia langsung kembali keluar apartemen menuju parkiran, dan sampai di mobil itu
ia pun masuk di jok belakang, karna melihat banyak barang disana, dilihatnya satu satu itu adalah barang barangnya, baju, tas, sepatu, yang ada di rumah Yuhan yang memang dipakai Yuhan
dan juga sepatu, tas, beberapa baju yang sengaja Namjoon tinggalkan di apartemen Yuhan
Namjoon melihat kearah depan, ia melihat ada dua kotak juga, ia pindah ke jok depan untuk melihat dua kotak itu
yang masing masing adalah kotak dengan isi beberapa kunci yaitu kunci apartemen Namjoon yang Yuhan pegang juga dikembalikan, kunci berangkas Namjoon
dan satu lagi kotak dengan isi paling membuat dada Namjoon seperti mendapatkan hantaman keras yaitu terdapat cincin pertunangan yang Yuhan juga kembalikan
terdapat juga kertas dibawa dua kotak tadi hanya dengan tulisan..
THANKYOU :)
I PRAY ALWAYS HAPPY YOUR DAY
BUT I'AM HAPPY MY DAY
melihat itu semua, Namjoon seperti terasa begitu sakit dadanya, ia seperti tidak bisa bergerak dari duduknya, jadi ia menelfon Hyunsoon meminta Hyunsoon cepat datang dan membantunya di dalam mobil itu
"hyung? kamu baik baik saja?" tanya Hyunsoon
"bantu aku berjalan ke kamar ku"
"ayo kubantu"
beruntung Hyunsoon datang tepat, dimana Namjoon masih sadar dan membopongnya kekamar unit Namjoon, Namjoon menjelaskan disana tentang apa yang ia dapatkan sampai seperti ini
bahkan bagaimana bisa bertahan ketika sudah ia berikan sepenuh hati dan cintanya kepada Yuhan tapi Yuhan mengembalikan semuanya?
Hyunsoon mendengar itu juga kaget, karna memang ini seperti yang pernah ia pikirkan karna akan terjadi entah kapan dan itu terjadi nya sekarang, Hyunsoon merasa seperti mengalami mimpi nyata
Namjoon seharian uring uringan didalam kamar apartemennya tanpa keluar, Hyunsoon mau tidak mau menemaninya disana, karna kuatir
"hyung?" panggil Hyunsoon pada Namjoon dari balik pintu kamar
"yaa" jawab Namjoon
"kau baik baik saja kan?"
"iyaa, aku baik" kata Namjoon
"gak mau keluar kamar bentar, biar aku belikan makanan, kamu seharian loh didalam, aku kuatir"
"tidak apa apa denganku"
"ya keluarlah bentar, aku tau masalahmu saat ini"
"Hyun, kalau mau pulang, kamu pulang saja, jangan kuatir aku tidak apa apa"
"iyaa, kalau pun mau pulang, aku pamit kok"
Hyunsoon duduk lagi di meja makan dan makan sendirian, ia kepikiran Namjoon didalam karna tau bagaimana perasaannya
yang sekarang ia harus lakukan adalah meyakinkan diri nya jika Yuhan jodohnya pasti akan kembali kepadanya tapi jika bukan, ia harus berani ambil resiko dan makna dari semua kejadian ini
akhirnya Namjoon malam nya baru keluar kamar setelah seharian diam dikamar tanpa melakukan kegiatan apapun
"hyung.." sapa Hyunsoon
"emm"
"kamu baik kan?"
"yaa"
"bagaimana dengan perasaanmu?"
"aku jauh lebih baik, kupikir, aku harus menunggu waktu saja sampai kapan dia (Yuhan) berjalan menjauhiku"
Hyunsoon hanya diam, padahal dalam hatinya ia berpikir jika tidak akan pernah rasanya Yuhan kembali
lima hari sudah berlalu..
Yuhan mendapatkan telfon juga akhirnya dari Heechul, dimana sejak lima hari ini mereka tidak sama sekali telfon atau video calling dan chatting hanya dua kali saja, kali ini langsung telfon
"halo chagiya?" sapa Heechul
"yaa chagiya, kenapa telfon biasa? ayolah telfon video"
"gak bisa chagiya, aku lagi rame juga, gak enak sama owner produk sponsor"
"emm, kangen"
"iyaa sama lah chagiya, gak kamu saja, eh udah lima hari, lusa aku balik chagiya" jelas Heechul
"iya, mau jalan jalan?" tanya Yuhan
"gak bisa, lanjut kerjaan baru malah, maafin aku chagiya"
"iya udah gakpapa"
"nanti first day setelah seminggu baru balik dari sini, full time untuk kamu deh"
"hehe beneran? aku tunggu yaa chagiya"
"dimana? kamu mau nunggu dirumah apa apartemen?"
"terserah deh, kamu mau aku tunggu dimana?"
"apartemen saja ya biar berduaan"
"okeh"
"eh tapi jemput saja ya chagiya" kata Heechul
"oh gitu? iya kamu kan gak bawa kendaraan, pas berangkat, aku antar kan"
"iyaa, bisa kan jemput ya?"
iya bisa kok bisa, nanti kabari lagi aja ya, dimana jemputku?"
"dorm ku, nanti ku share alamatnya"
"okeh siap"
Heechul menghubungi Yuhan tidak hanya mau mengabarkan jika lusa sudah balik, tapi juga ia membahas tentang nama Yuhan dan Heechul yang mulai banyak dibicarakan media
Heechul menjelaskan jika di media sekarang banyak sekali pemberitaan tentang Yuhan dan Heechul, Yuhan baru tau karna tidak ada kabar sama sekali bahkan staff secret work nya kali ini lagi tidak update padahal harusnya mereka yang paling update soal hubungan itu
"gakpapa kah sama kerjaanmu chagiya?" tanya Yuhan
"aku sih gakpapa kok, senang malah, kamu gimana?"
"ya sama, terserah deh media mau bahas bagaimana kan" kata Yuhan
"yang penting apa?"
"yang penting kita yang tau dan menjalaninya ya kan?"
"betul sekali pacar aku ini"
"hihi apaan sih kamu"
"iya kan bener kamu pacarku"
mereka menyelesaikan telfon sekitar empat jam dari jam delapan malam sampai jam 12 tengah malam, karna cukup membahas banyak hal tentang pekerjaan Heechul, kegiatan Yuhan dan lain lain nya