You Should Be Me

You Should Be Me
115



malamnya, Yuhan janjian bersama teman temannya di kantor apartemen miliknya


Yuhan merasa aman karna ia bisa keluar dari apartemen Namjoon menuju ke apartemennya tanpa Namjoon tahui karna Namjoon tengah sibuk


setelah ia memesan taksi dan taksi menunggu di depan, Yuhan turun jadi harus melewati parkiran, ia seperti mengenali salah satu mobil terparkir disana tidak jauh dari pintu keluar


"seperti aku kenal, dimana tapi?" gerutu Yuhan


"nuna, Yuhan nuna kan?" sapa supir taksi


"ahb iya saya"


"mari nuna"


"yaa"


Yuhan jadilah pergi..


sesampainya di apartemen, ia meeting bersama 10 temannya disana karna sudah ada 10 staff nya yaitu tujuh sasaeng untuk tiap member dan sisanya, tiga nya, sasaeng untuk staff, jadi Yuhan memang benar benar niat


semua pekerja disana selalu mengatakan jauh lebih enak ikut dengan Yuhan, baik dari sistem kerja atau sistem pembagian upah


setelah memastikan perkembangan usahanya dari ini, Yuhan pikir cukup untuknya mengelolah lebih baik lagi


Yuhan balik ke apartemen lagi, lalu bersiap untuk tidur tapi Yuhan menelfon Unji, untuk mengajaknya ketemuan besok paginya karna besok siangnya ia akan bersiap siap mulai pekerjaannya


"halo Unji?" sapa Yuhan


"ya nona?"


"bisa besok bertemu pagi?"


"pagi, dikantor?"


"tidak, diluar"


"tapi pekerjaanku?"


"kirim surat izin masuk siang ke kantor lalu pergi temui aku"


"oh gitu, iya nona siap"


esoknya, benar saja Yuhan bertemu Unji disalah satu cafe disekitar apartemen Namjoon


disinilah Yuhan mulai menjelaskan tentang permintaan pertemuannya hari itu


Yuhan menjelaskan agar Unji menguruskan perusahaan itu pmbalikan nama dari nama Yuhan jadi milik Boseo


Yuhan juga meminta Unji agar mencarikan tempat untuk Yuhan membuka usaha barunya dengan memakai uangnya


"kamu yakin nona?" tanya Unji


"yakin, bisa kan Unji? kamu bekerja buat aku bukan Boseo, ingat kan?"


"iya nona, aku akan melakukan semuanya"


bantuan dari Unji, Yuhan bisa membuat semua harta dalam perusahaan menjadi milik Boseo


sementara Boseo yang datang kekantor nya mencari Unji


"Unji tidak absen masuk? dia tidak terlambat kan?" tanya Boseo pada admin kantor


"ini ada surat dari pak Unji"


Boseo membaca dan ia kaget karna isi dari suratnya mengatakan jika Unji izin untuk masuk terlambat dan masuk siang nya untuk bertemu Yuhan


melihat itu Boseo kuatir, ia langsung menelfon Boseo dan menanyakan alamatnya


Boseo mengangkatnya dan mengatakan alamatnya, tanpa berpikir lagi, Boseo pergi menemui Unji


sesampainya dicafe...


"mana nuna?" tanya Boseo


"sudah pulang tadi"


"tadi? sebelum aku telfon atau sesudahnya?"


"sebelumnya kamu telfon, nona sudah pergi"


"astaga, kamu itu kenapa gak izin dulu dari awal kepadaku, apa yang kalian lakukan?"


Unji menjelaskan semua berkas yang sudah ia urus untuk pembalikkan nama, seolah Boseo tau ini akan terjadi, Boseo tidak mau bertanda tangan diatas perjanjian pembalikan nama itu


Unji menelfon Yuhan tak lama dari sana, mengatakan Boseo tidak mau menandatangani, dan Boseo juga menyambar obrolan mereka


"halo nona, ini aku sudah dengan Bo bos, tapi Bo bos bilang tidak mau tanda tangan" kata Unji


"paksa dong Unji, buat dia mau ya tolong bantu aku"


"Bo, itu semua milikmu, kamu lebih berhak, tolong ya terima, aku kan berjanji aku tidak akan menghindarimu, kalau tidak mau tanda tangan, aku yang akan menjauhimu"


"tapi mana mungkin nuna"


Yuhan terus meminta dan memohon dengan sedikit memaksa agar Boseo mau, akhirnya Boseo mau tapi Yuhan harus berjanji jika ia tidak akan pernah meninggalkan Boseo dan tetap menjadi kakak dari Boseo, dengan yakin Yuhan mengiyakannya


intinya semua urusan tentang perusahaan itu selesai karna Boseo mau


hanya menunggu kabar Unji mendapatkan tempat baru untuk kantornya tapi Yuhan terus mengingatkan Unji agar tidak ada satu orang pun yang tau soal tempat baru nya itu


waktu berlalu..


siangnya bangtan pergi ke gwanju, setelah perjalanan bangtan kearah gwanju, Yuhan baru sampai dikantor


seperti biasa, mengerjakan pekerjaannya yang banyak dan menumpuk tapi tak lama Kwan menyapanya


"Yuhan?" sapa Kwan


"iya oppa, eh oppa, iya, aku jarang sekali balik kerumah, aku belum kabari ya"


"bukaan, bukan soal itu kok"


"ahh apa?"


Kwan menjelaskan agar Yuhan membantu Jijun untuk pekerjaannya


karna kantor agenci mereka tengah membuka lowongan pekerjaan baru dan yang mendaftar sangat banyak


staff penerimaan karyawan baru hanya sedikit, karna selama ini selalu membuka lowongan pekerjaan hanya sedikit pelamarnya


tapi sejak nama agenci melambung atas nama bangtan, siapa yang tidak mau bekerja disana jadilah staff penerimaan karyawan baru jadi ke-repot-an


"gimana? bisa ya?" tanya Kwan


"laah, bukannya staff nya sudah ada tiga?"


"iya tiga, tapi butuh dua lagi"


"yaudah aku mau bantu kok, lalu satunya lagi?"


"ya Jijun turun tangan langsung"


"oh baiklah"


jadilah Yuhan membantu staff penerimaan karyawan baru


karna berdasarkan observasi, Yuhan lah yang bisa membantu Jijun dan staff lainnya dalam kepengurusan ini, karna pekerjaan Yuhan tidak begitu padat


bahkan terkesan santai apalagi kali ini kepengurusan fotografer untuk bangtan tidak ada karna bangtan fanmeet


"bener ya, nanti bisa temui Jijun" kata Kwan


"siap oppa, bisa kok aku bantu, aku senggang juga kok"


Yuhan membantu menguruskan beberapa berkas dan mulai ber-interaksi dengan Jijun


lalu apa yang terjadi ketika adanya penerimaan staff baru?


jelas Hyohoon mendaftar di tempat itu atas kabar dari Aekyo


ketika Aekyo baru dapat kabar dari sahabatnya, staff paling dekat dengannya yaitu Tanwoo jika agenci membuka untuk lima posisi pekerjaan dibutuhkan agenci


pergi pada saat suasana dorm sepi, ketika itu bangtan di agenci untuk latihan karna beberapa hari lagi akan ada acara dan dalam waktu dekat juga dorm akan kembali sepi karna bangtan akan ke gwanju


Tanwoo terlihat sibuk di dorm dan di perhatikan oleh Aekyo


"Tan, ngapain kamu?" tanya Aekyo


"biasa lah ko, lagi beberes saja"


"ahh, jadi ada konser dan pergi ke gwanju"


"jadi ini, tapi ke gwanju dulu, karna hanya sehari kan baru mengisi acara konser di seoul"


"ahh"


"sibuk banget mana besok ada pembukaan lowongan pekerjaan di agenci, kasihan sama Jijun kerepotan dia, biasanya aku bantu lah sedikit kerjaannya kalau ada pelamar" kata Tanwoo


"wooh, memangnya akan buka lowongan lagi?"


"iya, buat lima staff baru malah, karna staff lama kan lepas kontrak dan gak melanjutkannya"


"ahh, kapan pembukaannya?"


"besok sih dibuka sehari saja, lusanya udah untuk pertemuan nya entahlah apa jadi interview nya langsung lusa karna butuhnya cepat kan"


"ahh"