You Should Be Me

You Should Be Me
75



sementara kedua orang tua Boseo sedikit berat, bukan karna tidak merestui tapi karna menginginkan anaknya fokus pekerjaan dulu, kalau masalah setuju tidaknya ya mereka merestuinya karna Naryu juga sopan anaknya


setelah mengobrol lama dan mereka membaik kembali, Yuhan menutup telfon dan hubungan mereka kembali baik sejak itu


tapi barusaja membahas Naryu, Yuhan jadi kepikiran Hyuni


"Hyuni.. apa kabarnya dia?" ucap Yuhan


baru akan menelfon Hyuni, Naryu datang menyapa Yuhan


"eoni, aku buat ini tanpa bilang kamu gakpapa?"


"oh buat saja gakpapa lah"


"aku sudah bilang sama Boseo kalau buat sih"


"ahh santai lah, buat buat saja"


Naryu tidak tau jika Yuhan baru saja menelfon ayah ibunya tapi Yuhan mengatakannya, ia juga menjelaskan pembahasan tadi, Naryu malah jadi salah tingkah


"nunaaa ih malu kan" kata Naryu


"haha biasa lah, eh iya, aku mau telfon Hyuni juga ini"


"oh ya? yaudah sana"


"tunggu ya diam kamu"


"siap"


Yuhan menelfon Hyuni dengan video calling juga, langsung diangkat, karna Hyuni kosong jadwal diluar dorm kerjanya jadi ia hanya diam


"Yuhaaaan" sapa Hyuni


"ahh kupikir kau lupa pada namaku"


"apa sih"


"habis, kemana saja kau, tidak ada kelihatan apapun"


"aku sibuk Yuhan, tapi aku sering kan mengabarimu loh"


"iya sih"


mereka mengobrol menghilangkan rasa kangen karna kesibukan mereka masing masing


"sudah lama gak bareng ya, aku kangen loh, kapan ayo jalan" kata Hyuni


"iyaa nih, aku juga, kamu sibuk itu"


"iya, kerjaan numpuk, gak seperti dulu kita, kita cuma ke kampus, jalan, makan, kerjaannya"


"nah itu"


membahas pekerjaan Hyuni, Yuhan juga menjelaskan pekerjaan Yuhan sebagai fotografer bangtan


Hyuni kaget bukan main karna ternyata Yuhan berada dititik sebagai staff bangtan adalah diatas pekerjaan Hyuni


setelah membahas banyak hal dalam pekerjaan, barulah Yuhan menjelaskan tentang Naryu


"aku ada sureprize buatmu" kata Yuhan


"waah apa?"


Yuhan mengarahkan kamera kepada Naryu dan Hyuni kaget


"heeeeh itu Naryu kenapa disana hei" teriak heboh Hyuni


"ahh, sureprize" ucap Naryu


"ayo jelasin, bagaimana bisa kalian bersama?" tanya Hyuni


Yuhan dan Naryu menjelaskan bergantian bagaimana mereka bisa kenal, Naryu meminta agar Naryu masih stay dirumah Yuhan sampai besok ia akan datang


"ahh, Naryu, kamu masih akan disana berapa lama?" tanya Hyuni


"nanti pulang aku" jawab Naryu


"loh, kok pulang? aku mau ketemu kalian, bisa lah kita mengobrol bertiga, asik tu"


"bisa sih, tapi besok aku juga ada kerjaan di kantor, kita atur lagi lah" kata Yuhan


"ahh, besok malam sudah, soalnya aku libur kerjaan selama dua hari, sekarang dan besok"


"oh yaudah deh besok malam aku bisa" kata Naryu


"kenapa gak sekarang, Hyuni kosong, aku kosong kok" kata Yuhan


"lahh jangan, aku gak bisa eoni, aku kerjaan" jawab Naryu


"ahh iya juga"


"besok malam udah itu bisa aku"


"okeh malam besok ya" kata Hyuni


mereka janjian untuk besok ketemuan dimana, jam berapa dan naik apa saja ketempat nya nanti


hari itu tak lama Boseo bangun dan mengantarkan pacarnya pulang, sekalian ia juga ada pekerjaan di kantor, Yuhan siangnya baru balek ke agenci bangtan


tak lama Kwan datang...


"Yuhan..."


"ya oppa?"


"jadwal bangtan buat lusa ke acara award kamu persiapkan diri" kata Kwan


"ahh saya ikut?" tanya Yuhan


"yaa, sekalian pemotretan soalnya dengan beberapa pihak terkait award itu"


"oh siap"


Yuhan diminta menemani bangtan pergi acara mereka, Yuhan memang tidak setiap hari ikut dengan pekerjaan bangtan tapi Yuhan selalu dibutuhkan jika ada kebutuhan pemotretan


tak lama manager Sejin malah datang juga..


"Yuhan.."


"yaa oppa?" sapa Yuhan


"ini ada kerjaan, untuk hasil photoshoot yang minggu lalu, bisa kirim ke email komputer dorm"


"oh bisa"


"okeh, kamu kirim sekarang, lalu nanti pergi kesana buat mengerjakan disana juga ya"


"siap"


Yuhan mengirim hasil photoshoot bangtan kemarin ke email di dorm dan langsung diterima oleh Tanwoo juga Hyunsoon


Yuhan mengabari kepada Hyunsoon jika akan mengerjakannya nanti sore disana


tak lama malah seekor anak anjing, tidak terlalu kecil, berusia masih sekitar lima tahunan, menatapi wajah Yuhan yang sibuk bekerja, Yuhan menyadari itu langsung menyapanya


"hai baby, kamu melihati ku bekerja daritadi ya, maafkan aku ya" kata Yuhan


Yuhan seolah bisa berbicara dengan anak anjing itu, membuat Hanuel dan beberapa staff di sekitar meja kerja Yuhan malah menjadi heran


anehnya malah anak anjing itu seolah menunjukkan sikap dan gerakan tubuh yang seolah mengerti apa yang diucapkan Yuhan padanya


"Yuhan, kamu seperti mengobrol dengan manusia" kata Hanuel


"iya aku rasa dengan anjing ini lebih enak bicara dan berinteraksi, karna mereka alami tanpa membuat buat situasi berlebihan" jawab Yuhan


"ahh"


Yuhan membawa anak anjing itu dan menidurkannya di pangkuannya, sembari Yuhan mengerjakan banyaknya pekerjaan yang harus ia kerjakan hari itu


semua staff disana makin heran bagaimana bisa anak anjing itu terlelap tidur dengan sangat nyamannya dipangkuan Yuhan


tak lama malah membuat staff lain malah makin menjadi jadi herannya ketika ada seekor anjing, bukan anak anjing ya, tapi seekor anjing yang diam di kaki kiri Yuhan dengan menatap Yuhan


"baby.. hai" sapa Yuhan


Yuhan meletakkan anak anjing tidur dipangkuannya tadi di meja kerjanya dan mengambil anjing dibawa kakinya


makin heran semua dimana mereka melihat dengan nyata Yuhan mengobrol seolah anjing itu memahami nya


"nuna, kamu suka sekali hewan ya?" tanya Sunmi


"ahh, begitulah"


"ahh, pantas, sejak tadi hewan banyak berdatangan"


"banyak, hanya dia Sun"


"iya sih, tapi akupun tidak ada"


"haha"


Yuhan membiarkan anjing itu bermain di kakinya karna Yuhan harus mengerjakan pekerjaannya lagi


Yuhan juga mengambil anak anjing dimeja untuk kembali dipindahkan ke pangkuannya


"Yuhan, itu hewan kamu tau milik siapa?" tanya Hanuel


"tidak, memang siapa?"


"lah aku juga gak tau makanya nanya, kupikir tadi punyamu" kata Hanuel


"bukan, tiba tiba ada disini kan mendatangiku"


setengah mengerjakan pekerjaan nya, Doyu bertugas berkeliling sembari melihat disekitar ruangan kerja staff


"pak, mencari sesuatu?" tanya staff yan duduk dipaling ujung dekat pintu masuk


"iya, anjing titipan klien hilang, aku lupa tadi dia dibelakangku kok" kata Doyu


"bah, masak, dimana pak?"


"eh pak, tadi aku lihat berjalan masuk sini sih, coba kesana lurus cari disana" sambar yang duduk disamping meja kerja satunya


Doyu berjalan sampai pada meja Haneul, mencari sekitar Hanuel keberadaan anjing itu tapi tidak menemukannya sampai membuat Hanuel menoleh