
yeey, masuk episode yang cantik nih gees..
selamat membaca yaa..
thanks your stay my story..
.
.
ia memutuskan melihat video yang baru ia download beberapa hari lalu, video itu malah video biru alias video dewasa, ia memutarkannya dari laptop tapi ia sambungkan ke televisi, agar bisa menonton di televisi
setengah menonton, Yuhan datang, karna Namjoon kaget jadi ia menjeda videonya
"Nam, kamu bangun?" sapa Yuhan
"ehh kamu, iya bangun, dari tadi aku cariin juga, kemana?"
"iya ke market tadi, aku mau bangunin kamu gak tega"
Yuhan berjalan kearah dapur menata barang belanjaannya dan balik ke arah Namjoon di sofa depan televisi untuk menawari makan pagi
"Nam, kamu mau aku bikinkan makan tidak? tapi aku mau bikin salad sayur" kata Yuhan
tapi Yuhan jadi kaget karna melihat Namjoon memutar video dewasa disana
Yuhan langsung berusaha pergi tapi Namjoon menahannya, Namjoon menarik tangan Yuhan agar menonton video dewasa itu bersamanya
"Nam, gak mau loh, Naaaam" ucap Yuhan terus menolak
"sayang harus lihat pokoknya" kata Namjoon
"enggak ih, alu gak suka loh, Namjoon" teriak Yuhan
tapi Namjoon malah menarik tubuh Yuhan untuk duduk di sofa tepat didepannya dan Namjoon menahan paha Yuhan dengan kakinya, Namjoon juga memeluk paksa tangan Yuhan agar tidak berontak
karna Yuhan terus menunduk selama video diputar, Namjoon memaksanya lagi dengan mengangkat kepala Yuhan lalu menahannya dan memaksa agar mata nya terbuka dan melihat video itu
"Naaam, tolong lah Nam" ucap Yuhan yang tidak berdaya karna paksaan itu
akhirnya Yuhan terpaksa menonton nya sampai video habis
"bagus kan sayang?" tanya Namjoon
"bagus apanya itu cuma video" kata Yuhan dengan kesal
tapi jawaban Yuhan itu malah disalah artikan oleh Namjoon, padahal Yuhan mengatakan itu karna ia kesal sudah dipaksa menonton oleh Namjoon tapi malah Namjoon mengira jawaban itu artinya meminta main langsung
karna Yuhan mengatakan jika itu hanya video, berarti yang enak ya main langsung kan
Namjoon tanpa berlama lama menarik Yuhan memaksa nya masuk kamar
"Namjoon, apa lagi loh, kenapa tarik tarik lagi ini" kata Yuhan
"katanya cuma video kan makanya aku mau kasih yang beneran, jadi biar kamu tau rasanya enak"
"enggak, Namjoon, jangan macem macem ya, Namjoonnn tidak" kata Yuhan
tapi Namjoon tetap memaksa Yuhan dan mereka masuk kamar, Namjoon terus memaksa dan melakukan itu pagi itu
"Namjoon, sungguh, aku belum makan pagi loh, aku belum beres beres juga" gerutu Yuhan
tapi Namjoon tidak menjawabnya dan hanya memaksa untuk melakukannya
sekitar dua jam berlalu dan berakhir permainan ranjang mereka, keduanya tidur karna kelelahan, bangun sekitar jam satu siang.an itupun karna ada suara bel kamar Namjoon terdengar
"Naaam, itu ada yang memencet bel mu" kata Yuhan
"siapa?"
"tidak tau, sana lihat"
"emm, tunggu, biar aku memakai bajuku"
karna keduanya dalam keadaan sama sama tanpa baju hanya tertutup selimut, jadi Namjoon berburu memakai baju nya, Yuhannya malah lanjut tidur saja karna masih ingin bermalas malasan
saat membuka pintu ternyata ayah ibu Namjoon yang datang
"mama papa?" sapa Namjoon
"baru bangun kamu?" tanya ibunya
"iya sih ma, ayo ma, pa, masuklah"
"kemana Yuhan?" tanya ayahnya
"emm, itu Yuhan.. dikamar pa"
"ahh dikamar? tumbenan udah siang masih tidur apa baru tidur?" tanya ibunya
"baru sih ma, kok mama datang sama papa?"
"tadi dikabari Yuhan kamu datang, memang papa tanya sih kamu datang apa belum, soalnya kan sibuk full berapa bulan ini"
"ahh iya pa"
"untung punya menantu, bisa kabari, kamu mana gak ada kabari mama" kata ibunya
"tapi mau kan?" tanya ayahnya
"iya sih mau lah pa"
mereka mengobrol sebentar, lalu berpamitan akan mandi dulu sekalian membangunkan Yuhan
"pa, ma, Namjoon pergi mandi dulu lah ya, sekalian bangunkan Yuhan" kata Namjoon
"jangan lah bangunin, kasihan" kata ibunya
"gakpapa ma, dia bangun juga tadi pas dengar suara bel sih"
"oh yaudah"
Namjoon pergi ke kamarnya membangunkan Yuhan
"Han, mama papa ku yang datang" kata Namjoon
"oh mama papa? iya kemarin sih aku kabari mereka, yaudah aku mau cuci muka dulu"
"yaudah, soalnya aku mau mandi ini"
"iyaa tunggu"
Yuhan bersiap siap dulu dan menemui ayah ibu Namjoon
mereka mengobrol disana, lalu Yuhan membuatkan minuman dulu
"oh ya mama papa sudah makan lah? aku buatkan makan ya" kata Yuhan
"sudah masak? apa masih mau bikin?" tanya ibunya
"mau bikin sih ma, hehe, mau?"
"yaudah, ayo mama bantuin"
"emm, tapi ma.." ucap Yuhan terpotong
"iya tau mama" jawab ibunya Namjoon
"ahh?"
"udah tau mama"
"tapi aku gak masak daging dagingan ma, palingan bikinin makanan spageti atau ramyeon yang mudah mudah"
"iya tau mama, Namjoon cerita semua, mama mau lihat kamu bikin salad sayur"
"waah serius ma?"
"emm, mama mau kok"
"papa mau juga?" tanya Yuhan
"boleh juga" jawab ayah Namjoon
Yuhan pergi kedapur bersama ibu Namjoon, tak lama Namjoon selesai mandi dan menemani ayahnya
merekanpun makan siang berempat hanya dengan makan salad sayur empat porsi
melihat itu, yuhan merasa terharu, bahkan hampir menangis, tapi lama kelamaan mata nya panas dan meneteskan air matanya
bagaimana tidak, Yuhan begitu merasakan kehangatan keluarga Namjoon yang bisa menerima nya, menghargai nya, peduli padanya
bukan hanya terharu karna sikap keluarga Namjoon terhadapnya tapi karna ia juga merindukan sosok keluarga utuh nya yang dulu bersama Yangsi, Hongjuan dan Boseo yang semua kini sudah sirna
melihat Yuhan hanya diam..
"Yuhan, kamu menangis?" tanya ayah Namjoon
"emm, tidak pa" kata Yuhan berbohong
"bohong ya, kamu nangis itu" kata ayah lagi
"Yuhan, ada apa?" tanya ibunya kuatir
"gak ada ma, aku baik baik saja"
Namjoon seolah paham apa dirasakan Yuhan, Namjoon tau betul story keluarga Yuhan, ditambahlah Yuhan menangis semakin jadi ketika Namjoon mengusap pundaknya, Namjoon pun memeluk Yuhan
"Namjoon, eh ada apa ini?" tanya ayahnya
"Namjoon, serius ini, jangan bercanda ah, knapa Yuhan?" tanya ibunya juga kuatir
"aku boleh jelasin?" tanya Namjoon pada Yuhan
Yuhan hanya mengangguk
Namjoon pun menjelaskan semuanya tentang keluarga Yuhan, semuanya tanpa terkecuali, dan betapa kagetnya orang tua Namjoon
"Yuhan, ada mama disini nak, ada papa juga, kami kan ayah ibumu" kata ibu Namjoon
ibu Namjoon mengusap lengan Yuhan yang memeluk Namjoon sambil menangis itu, Yuhan menoleh kearah ibu Namjoon
"mama, aku jadi malu, maafkan aku ma, mama jadi tau cerita keluargaku" kata Yuhan