
"astaga.." ucap Yuhan kaget
"wooh, kenapa kamu terkejut?" tanya Hyunsoon
"baa..bangtan?" ucap Yuhan
"ahh kamu mengenal kami?" tanya Taehyung
"ahh.. emm"
Yuhan berusaha agar tidak gugup untuk menjaga identitasnya, ia harus berperan se halus mungkin soal dirinya sekalipun ia berada didepan tepat wajah bangtan
"siapa yang tidak mengenal kalian" kata Yuhan tanpa menoleh lagi kearah belakang
"apa yang kamu tau tentang kami?" tanya Jungkook
"superstar?"
"tapi saya penasaran usia anak, memangnya berapa usia anda? kenapa sepertinya mengatakan bahwa anda lebih tua dari staff kami?" tanya Jimin
"tentu, bahkan saya berusia diatas member tertua kalian" kata Yuhan
"wooh, apa iya? emang berapa nuna?" tanya Hyunsoon
tapi beruntung keburu lift terbuka di lantai tiga, karna ada staff cleaning akan menggunakan lift dan Yuhan berburu untuk turun
Yuhan yang terburu malah tidak sadar jika ia menjatuhkan kartu nama nya berisikan nama, nomor hape, identitas keluarga, nama orangtua lengkap, alamat rumah dan alasan perusahaannya, yaa semacam identitas lah
tapi semua orang disana tidak ada yang sadar kecuali Namjoon, karna Namjoon tepat berada dibelakang Yuhan dan ia melihat kartu nama itu terjatuh, ia langsung menutupinya dengan kakinya dengan menginjaknya
Yuhan akhirnya turun dan memutuskan naik lift lainnya sementara bangtan masih di lift itu sembari membicarakan gadis mereka jumpai barusaja
"apa mungkin dia diatas Jin hyung?" tanya Hoseok
"sepertinya dia begitu, tadi ia mengatakannya hyung" kata Jimin
"tapi sama sekali aku tidak yakin" kata Jungkook
"itu alibi mungkin, agar kita tidak marah pada orang tuanya yang telah membiarkan dia sendirian" kata Taehyung
"ahh mungkin saja itu V" kata Hoseok
"atau kalau tidak, mungkin dia gugup karna bertemu kami" kata Seokjin
"apa hubungannya?" tanya Namjoon
"karna dia tau kita superstar kan" jawab Yoongi
"naah, itu" jawab Seokjin membetulkan ucapan Yoongi
mereka tidak bisa membayangkan jika benar gadis dengan gaya, penampilan, dan body layaknya anak sekolah SMP itu ternyata berusia diatas usia member tertua
sampai di lantai terakhir, petugas cleaning tadi turun di lantai dua, dan bangtan turun di lantai satu untuk lanjut pergi balik ke dorm
semua turun dari lift hingga Namjoon yang paling akhir turun karna ia akan mengambil kartu nama milik Yuhan yang terjatuh itu dan langsung ia memasukkan dalam tas nya
hari berlalu..
dimana masih dari sisi kehidupan bangtan, Namjoon lupa tentang kartu nama itu di tasnya karna saking sibuknya, dan ketika waktunya tas itu dicuci, ia baru ingat ketika semua barangnya dikeluarkan
"ahhs aku sampai sampai lupa" kata Namjoon pelan
Namjoon melihat kartu nama itu, terdapat tulisan
nama panjang : ...
tanggal lahir : ...
nama orangtua : ...
nomor telepon : ...
alamat kantor : ...
alamat rumah : ...
dan beberapa hal terkait Yuhan
dan semua lengkap terisikan bio dari nama Yuhan
disini Namjoon baru percaya bahwan Yuhan diatas usia member tertua di grupnya, ia juga kaget karna tau itu kartu nama (identitas) asli milik Yuhan jadi tidak mungkin dipalsukan, melihat itu adalah kartu identitas penting
Namjoon menyimpannya dan kembali kepada kesibukannya, mengembalikannya menunggu untuk waktu kosongnya
lalu bagaimana dengan Yuhan?
tapi sehari setelahnya, ia baru sadar bahwa kartu nama identitasnya hilang
ia mencari seluruh kamar bahkan keluar kamar sampai ke jalanan pintu pagar rumah tapi tidak ada
"apa yang kamu cari Yuhan?" tanya Nania
"identitasku, aku lupa dimana aku simpan"
"loh, kok bisa, lupa kamu taruhnya dimana kali"
"iya itu, dimana makanya aku bingung"
Yuhan mulai mengingat nya tapi ia lupa sepenuhnya tentang itu, bagaimana bisa ia bleng sama sekali tidak ingat
setengah lelah ia pun menghubungi Boseo menanyakan nya siapa tau Boseo mengingat atau sekedar melihat dimana
tapi tidak ada yang Boseo tau sama sekali, terakhir melihat sudah sangat lama
malamnya Boseo datang, menanyakan kemana saja Yuhan pergi, dimana saja Yuhan menyimpannya, tapi semua Yuhan lupa
"kamu gimana sih nuna, itu penting loh, kamu perlu mengurusnya lama yang ada" kata Boseo
"iya aku tau, tapi aku benar lupa dimanaaaa" teriak Yuhan setengah kesal
"kita masih harus mengurus itu di kepolisian atas kehilangan, lalu bisa memproses pembuatan baru"
"gimana Bo.. ayoo ingatlah"
"bagaimana aku ingat nuna, aku melihat nya terakhir saja saat appa mengembalikan kepada mu setelah pengurusan pembukaan pertama kantor kan"
"iya itu lama banget"
"ya itu terakhir kulihat kamu pegang sisanya aku sudah tidak melihatnya"
"minggu kemarin saja masih ada, kugunakan untuk registrasi pertemuan dicafe bersama klien"
terus mencari dengan kebingungan, sampai akhirnya Yuhan lelah dan tertidur, tapi paginya.. seperti biasa, selalu Boseo bangun lebih awal, ia membuat makanan sendiri, tapi sebelum menyantapnya, ia teringat Yuhan hanya saja ia ragu mau langsung membuatkan tapi takut Yuhan tidak bangun lebih cepat
jadilah ia menuju kamar Yuhan, membukanya dan menawari dulu kepada Yuhan
"nunaa.. kamu mau makan tidak? aku baru selesai buat mie cup, jadi air nya masih panas" kata Boseo
"aaargh Bo.. aku tidur, aku ngantuk, capek semalaman"
"oh yaudah, aku kan takut nanti kamu malah marah aku gak tawarin"
"nanti saja aku buat sendiri"
Boseo jadi menutup pintunya lagi dan keluar dari kamar Yuhan lalu menuju mie nya, tapi baru juga akan makan, ada suara bel terdengar
"lah kemana Jaz nuna sama Na nuna siihh" gerutu Boseo
Boseo tidak jadi makan tapi malah pergi ke pintu utama untuk melihat siapa yang datang, karna bel yang berbunyi itu bel pagar bukan bel pintu jadi ia keluar lagi dari pintu lalu melihat Jazlyn dan Nania masing masing memang sibuk mengurusi hewan hewan Yuhan
jadi bel pagar dan bel rumah berbeda ya, Yuhan sengaja memasangkan berbeda agar tau tamu berada dimana
saat sampai pagai, seseorang berdiri dengan pakaian lengkap serba hitam dengan celana jeans biru langit
"cari siapa ya?" sapa Boseo
"apa ini alamat atas nama Yuhan?" tanya pria itu
"iya betul, ini alamatnya, ada perlu apa ya?"
"saya mengembalikan identitasnya yang tertinggal"
"ooh astaga iya, dia kehilangan ini, ehh tertinggal, bagaimana ceritanya?"
"maksudnya terjatuh, saya hanya menyimpannya dan baru bisa mengembalikannya"
"silahkan duduk, biar kupanggilkan orangnya" kata Boseo
"ahh apa aku boleh membawa temanku?" tanyanya
"boleh"
Boseo mengajak dua pria itu masuk dan..
tau siapa pria itu?
nah.. tepat kalau kalian masih ingat siapa yang menyimpan identitas Yuhan adalah Namjoon