You Should Be Me

You Should Be Me
14



Hajun datang ternyata dengan niat yang sama, dimana tadinya ia akan menitipkan saja tapi Yangsi memaksa untuk mengambilnya mengingat Hajun sibuk dan yang mengurus Bobe adalah orang lain


jadi ia mengambil alih Bobe juga sekalian..


"kamu tidak bertemu dengan Yuhan? dia bersama Juan sudah kuhubungi mereka, tapi masih dijalan kok" kata Yangsi


"ahh lain kali, aku harus bertemu klien"


"kenapa tidak mau?"


"aku sibuk, pekerjaanku penting, aku begini untuk Yuhan juga kan"


"hemm"


kembali dikecewakan, baru datang Hongjuan bersama Yuhan


"kemana? apa dia sudah pulang?" tanya Hongjuan


"iyaa, dia pulang, bahkan terburu buru"


"sudah benar kan kubilang, mereka tak hanya berusaha melupakan kenangan bersama tapi juga Yuhan" kata Hongjuan


"tapi Yuhan tidak bersalah"


"aku tau, aku tau betul itu, tapi siapa mau kau salahkan? mereka? percuma, mereka saja bersikap begitu, lupakan mereka, urus Yuhan sebisa kita" kata Hongjuan


sejak itu Yangsi tidak pernah berharap apapun tentang Munha dan Hajun termasuk tentang biaya kehidupan Yuhan karna ia juga mampu membiayai Yuhan dengan uangnya dan uang Hongjuan


terserah mereka mau kirim bulanan atau tidak, toh semua uang dari mereka tersimpan rapi di rekening khusus dan tidak pernah ia sentuh


hari berlalu..


Yangsi berusaha mulai iklas, balasan besar ia dapatkan dimana ia merasakan perutnya seperti kram


ia pikir memang kram perut, karna begitu sakit dan akhirnya ia pun pergi ke rumah sakit sendirian karna hari itu Yuhan pergi bersama Hongjuan


sesampainya dirumah sakit..


ternyata dokter mengatakan bahwa Yangsi tengah hamil


mendengar itu Yangsi shock bukan karna takut atau sedih tapi bahagia bukan main, bagaimana Tuhan memberikan buah dari kesabarannya itu kini telah ia dapatkan


ia langsung mengabari Hongjuan, Hongjuan mendengar itu langsung pulang kerumah dan melihat hasil nya pun ia begitu bahagia


"mam, hamil itu apa berarti?" tanya Yuhan


"Yuhan, mam hamil artinya akan melahirkan bayi dan akan jadi adik kamu" kata Hongjuan


"anak nya siapa? anak nya Bobe?" tanya Yuhan


"bukaan dong, anak mam dan pap, adik kamu" kata Yangsi


Yangsi menjelaskan sedikit untuk Yuhan lebih paham lagi, dan mereka menjalani kehidupan kebahagiaan itu bersama hari itu


btw. mam dan pap adalah panggilan Yuhan kepada Yangsi dan Hongjuan yaa.. mam artinya mama, pap artinya papa


hari hari dijalani..


dimana kabar kehamilan Yangsi juga sudah tersebar ke beberapa teman temannya tentu sudah sampai pula kepada Hajun dan Munha


tapi masih belum ada respon apapun dari keduanya terkait ini, hanya mengirim kan pesan ucapan selamat kepada Yangsi tapi berbalik Yangsi sekarang tidak menggubriskan karna masih merasa kekecewaannya begitu dalam


waktu berlalu begitu cepat..


masuk tahun keempat ulang tahun Yuhan dimana sebulan berikutnya tepat di tanggal 1 maret pada tahun 1994 lahirlah anak pertama bagi Hongjuan dan Yangsi


berjenis kelamin laki laki, yang mereka berikan nama Yang Bo Seo Juan yang memiliki arti tak jauh dari Yuhan dan jarak Yuhan dengan adik laki lakinya sekitar empat tahun.an


seminggu setelah kelahiran, Munha dan Hajun datang bersamaan, mereka datang dirumah sakit tempat Yangsi melahirkan


"kamu datang?" tanya Hajun


"yaa, aku datang meskipun sedikit terlambat, setidaknya datang"


"sama, aku juga tidak enak sampai tidak datang sama sekali"


mereka berjalan beriringan tapi dengan sama sama canggungnya tapi ini adalah moment percakapan dan pertemuan mereka setelah tiga tahun tidak bertemu


dan baru sampai di depan pintu, Yuhan terlihat duduk sendirian bersama mainan boneka harimau nya


"ahh cari siapa? disini orangnya baru saja melahirkan" kata Yuhan dengan polosnya


"kami teman yang melahirkan, bisa bertemu?" tanya Hajun


"oh bisa, saya anaknya, paman.. bibi.." kata Yuhan


"Yuhan?" ucap Munha kaget


mendengar sebutan dari mulut Yuhan dimana memanggil mereka paman dan bibi, itu seketika membuat mereka terasa tertusuk panah paling tajam


yaa.. itu anak mereka tapi memanggil mereka seperti memanggil orang lain


"maaam, paaap, ada paman dan bibi teman kalian katanya ya" kata Yuhan


"wooh kalian?" tanya Yangsi kaget


"hai, maafkan aku baru datang terlambat" kata Munha


"iya, duduklah"


"bagaimana dengan kelahirannya?" tanya Hajun


Yangsi menjelaskan semua proses kelahirannya tapi tidak bisa dibohongi kedua pasang mata mereka masih tertuju pada Yuhan


"Yangsi, apa itu Yuhan?" tanya Hajun


"iya, itu Yuhan"


"dia memanggilku paman"


"bersyukurlah masih mau memanggil?" ucap Hongjuan


Hajun langsung paham ucapan Hongjuan tapi tidak mau memperburuk masalah, Hongjuan membawa Yuhan keluar


tinggallah Yangsi dan kedua orang tua kandung Yuhan disana


mereka banyak membahas mulai dari berterimakasih karna Yangsi dan Hongjuan benar benar menjaga dan membesarkan anak mereka


hingga memberikan selamat atas kelahiran bayi Yangsi bersama Hongjuan yang kandung


meminta mohon agar baim Yangsi dan Hongjuan tetap menerima dan menyayangi Yuhan bak anak kandung mereka juga


ketika Munha izin ke toilet, ia masuk toilet untuk menahan tangisannya, ia takut terlihat lemah dengan apa yang ia rasakan sakitnya mendengar sebutan bibi dari Yuhan


tapi saat didalam toilet itu, ternyata Sungwan datang untuk menjenguk Yangsi melahirkan dan juga menjemput Hajun, suaminya


"Sungwan?" sapa Yangsi kaget


"hai, bagaimana lahiran? normal katanya ya? selamat ya" kata Sungwan


"iya terimakasih ya sudah datang"


"baiklah, kemana Juan? apa dia tidak datang lau lahiran?"


"datang, dia bersama anakku pertama" kata Yangsi melirik Hajun


"ahh"


"yasudah kami pamit ya" kata Sungwan


"yaa makasih ya Sungwan, Hajun"


"yaa bye, salam pada Juan" kata Hajun


tak lama Munha keluar, beruntung Hajun sudah membawa pergi Sungwan lebih cepat


"ahh aku pamitan sekalian ya" kata Munha


"loh kenapa terburu? kamu sama siapa?"


"hai Yangsi, apa kabarmu?" sapa Sangja yang masuk juga menjemput Munha


"ahh Sangja?" sapa Yangsi kaget


"bagaimana lahiran mu? lancar kah?"


"iya Sangja, emm makasih ya sudah datang"


"iya, loh Juan tidak terlihat?"


"iya dia sama anakku yang pertama" jawab Yangsi melirik Munha


"ahh iya kamu sudah ada dua anak ya, selamat ya"


"iya Sangja"


mereka benar benar pergi bersama pasangan masing masing dan hidup normal lagi tanpa mempedulikan ada hati yang begitu mereka bunuh sebenarnya yaitu hati Yuhan


sejak itu Yangsi mengikuti ucapan Hongjuan untuk melupakan Munha dan Hajun


hari berlalu begitu cepat, dihari ulang tahun Yuhan dimana akan masuk sekolah pertama nya, Munha datang sebenarnya tapi dirumah Yangsi tidak ada siapapun


Yangsi mengadakan acara ulang tahun untuk anak anaknya sekarang selalu keluar dan berbelanja bukan lagi mengundang teman