
"yaa aku tau, tapi kamu masukkan kesempatan kan saat itu mendekati Yuhan" kata Aekyo
"gini deh, aku sudah dewasa dan aku tidak akan membencimu, tapi kalau berteman dan dekat, kurasa aku tidak bisa" kata Hyuni pada Aekyo
"okeh, kurasa aku juga, seperti aku katakan tadi, aku tidak akan bisa berteman sampai dekat juga dengan orang yang mati matian tidak menyukai ku" kata Aekyo pada Hyuni
"tapi kami menghargaimu" kata Aekyo dan Hyuni bersamaan kepada Yuhan
keduanya saling melirik tapi sama sama langsung membuang muka
"sebenarnya Yuhan itu benar, baikan jalan paling benar" kata Jiwook
"tapi gakpapa, yang penting aku cuma mau bilang pada Aekyo depan Hyuni, juga pada Hyuni depan Aekyo, aku ditengah tengah nih, jadi hargai aku, Hyuni tolong hargai aku dan pertemanan ku dengan Aekyo, Aekyo tolong hargai aku dan pertemanan ku dengan Hyuni" jelas Yuhan
Hyuni dan Aekyo setidaknya memiliki hubungan tidak separah dulu meskipun masih sama sama kekeh untuk tidak mau berteman saja
Yuhan pun berpamitan dari sana bersama Aekyo pergi..
"Yuhan, ada ada saja ulahmu" kata Aekyo
"aku cuma mau memperbaiki, aku gak salah kan?"
"gak sih tapi tau bagaimana Hyuni kan"
"tapi aku ada satu tempat lagi" kata Yuhan
"kemana lagi Yuhan?"
"ayo dah, ikut dulu"
"jangan aneh aneh lagi napa"
"tidak kok"
Yuhan membawa lagi Aekyo ke tempat kerja Haejin, sesampainya di laundry usaha Haejin dan adiknya pun, Yuhan membawa masuk Aekyo
"laundry? mau apa?" tanya Aekyo
"sudah, diem lah"
"hai eoni" sapa Dajin
"Dajin, hai"
"gak bawa baju kotornya?"
"belum bertumpuk sih, kalau dikit dikit kan gak enak"
"sih, ya gakpapa lah, satu pakaian pun diterima kok"
"haha, eh iya, mana eonimu?"
"diruangan, masuklah"
Yuhan membawa Aekyo masuk keruangan kerja Haejin, mengetuknya, dan Haejin membukanya
"Yuhan? Aekyo?" sapa Haejin
"Hejin?" tanya Aekyo
"iya, Hejin, biar kujelaskan didalam boleh?" tanya Yuhan
"ayo masuk" ajak Haejin
Yuhan menjelaskan kepada Aekyo, bagaimana ia dan Haejin sudah baikan dan bahkan berteman dekat
begitupun kepasa Haejin bagaimana Yuhan dan Aekyo baikkan
"ahh jadi kalian sudah membaik? bagus lah" kata Haejin
"aku membawanya kesini buat kalian baik juga, aku tau terakhir hubungan kalian kurang baik" kata Yuhan
"iya kalau pada Hejin, aku masih mau Yuhan, berteman dan baik lagi, tapi tadi ya maafkan aku saja deh" kata Aekyo
"tadi?" tanya Haejin bingung
Yuhan menjelaskan jika tadi ia mempertemukan Aekyo dan Hyuni, tapi semua gagal rencana Yuhan membuat mereka membaik karna keduanya sama sama keras
"waah serius?" tanya Haejin
"apa aku salah ya Hejin, menurutmu?" tanya Yuhan
"ya tidak sih Yuhan, kamu baik kok, niatmu baik, tapi susah kalau Hyuni memang" jawab Haejin
"itu lah, dia keras, aku sih gak keras, tapi aku lihat bagaimana dia kepadaku, ya aku akan bersikap sama" kata Aekyo
"iya kalau aku dan Aekyo, memang pernah baik berteman, kalau Hyuni? disekolah saja berapa anak mau berteman karna dia keras dan sombong" kata Haejin
"tapi baik kok dia, ada sisi baik juga"
"iya untukmu" kata Aekyo
"nah, karna denganmu saja dia baik" kata Haejin
setelah urusan mereka selesai disana, Yuhan pamitan juga pada Haejin dan pergi bersama Aekyo
setelah diluar bertemu dengan Dajin, Haejin memperkenalkan Aekyo pada adiknya itu
"oh ya ko, ini Dajin, adikku, kenalin" kata Haejin
"Dajin" sapa Dajin
"Aekyo" sapa balik Aekyo
"eh Dajin, gimana sama Unji, masih?" tanya Yuhan
"masih apa eoni?" tanya Dajin malu malu
"eoni, jangan lah, aku malu ih"
"dah gakpapa, aku bantu memperkenalkan kamu tanpa memaksa nya kok, kalau dia suka ya pastinya akan terbuka"
"kalau enggak, sadar diri" jawab Haejin
"iya iyaaa eoni" jawab Dajin pada Haejin
"siapa Unji, Yuhan?" tanya Aekyo
"oh itu temanku, orang terdekatku sih, dekat sama Dajin ini, adik Hejin"
"oh teman ku sih, aku kenal, mereka tengah dekat jadi aku mau bantu saja"
"ahh"
Yuhan pun pamit dan pergi dari sana, sebenarnya sudah dekat dengan rumahnya tapi tidak mungkin membawa Aekyo kesana
meskipun ia sudah bersahabat lagi dekat Aekyo tapi Yuhan pikir Aekyo masih ada hubungannya dengan bangtan
"eh mau kemana lagi? kan sudah janjian ya mau kerumah ku" kata Aekyo
"oh iya, yaudah ayo" kata Yuhan
mereka jadi pergi kerumah Aekyo, dan setelah sampai, Aekyo membawa Yuhan masuk lalu memanggil ayah dan ibunya
"kenapa? kamu ada apa?" tanya ayahnya
"ini pa, ma, coba tebak, aku bawa siapa?" tanya Aekyo
"emm, siapa?" tanya ayahnya
"teman kerjamu?" tanya ibunya
"lupa sama dia ma? pa?" tanya Aekyo
"paman, bibi, salam kenal, ini Yuhan" kata Yuhan
"Yuhaan?" teriak ibunya
"astaga kamu ini Yuhan?" tanya ayahnya
"iya paman, ini Yuhan, bibi, ini Yuhan"
mereka sudah lama tidak bertemu dengan Yuhan, makanya lupa pada diri Yuhan, saking lamanya sampai keduanya lupa karna Yuhan sangat berbeda jauh dari Yuhan terakhir mereka lihat
mereka mengobrol dan menghabiskan banyak waktu bersama dirumah Aekyo hingga harus menginap disana
yaap, dua hari kebersamaan yang berkesan bagi Yuhan maupun Aekyo setelah bertahun tahun pecah akhirnya semula lagi
2x24 jam bersama, menghabiskan banyak waktu, kerinduan banyak hal telah disalurkan
tapi sekalipun Aekyo tidak berani membahas terkait agenci atau bangtan apalagi soal Yuhan dengan Namjoon sejak mereka putus
membahas kembali Yuhan...
Yuhan balik kerumahnya, sebelum besok ia menjemput Heechul di bandara dari luar negri
ia baru saja selesai bertelfonan dengan Heechul, tak lama Unji duduk disampingnya
"hai nona?" sapa Unji
"hai, Unji.. duduklah"
mereka mengobrol tentang beberapa hal sebagai sharing, disini kebetulan Yuhan masih ingat niat nya menjodohkan Unji dengan Dajin, daripada lupa sekalian bahas ini juga
"oh iya, terakhir aku tau soal kamu dekat sama Dajin kan?" tanya Yuhan
"ahh iya nona"
"masih dekat?"
"masih, masih sering chatting, malam sering telfon"
"dan beberapa kali makan diluar" sambar Yuhan
"ahh nona tau? dari Dajin pasti bilang"
"bukan, malah dari Hejin, kakak Dajin"
"ahh jadi malu aku"
"ya gakpapa kali, santai lah sama aku, jadi beneran kalian dekat?"
"iya nona"
"gak pacaran?"
"belum sih"
"nunggu apa?"
"nanti deh"
"keburu diambil orang"
"ah nona"
"hehe gak juga sih, Dajin setia menunggumu haha"
"ah nona loh"
Yuhan memberikan masukan kepada Unji agar lebih terbuka saja mengenai hubungan yang belum jelas itu
"aku cuma mau ingatkan saja sih"