
selang beberapa lama akhirnya tim kepolisian melaporkan kepada pihak agenci bangtan terkait datang siapa dibalik semua berita kasus terakhir
dan mereka pun datang melihat siapa dalangnya dan semua tidak dikenali oleh pihak agenci, ceo merasa tidak ada yang kenal dengan dua orang disana pelaku penyebaran berita terkait bangtan
"jadi beneran bukan Yuhan?" tanya Seokjin
"iya, bukan, kita salah" kata Kwan
"serius pak? astaga, bagaimana terjadi?" gerutu Hoseok
"kenapa? sudah terjadi ya biarkan lah sudah, terlanjur kan" kata Yoongi pada Hoseok
dan ceo memberikan kuasa sepenuhnya kepada kepolisian terkait masalah ini
disini mereka (ceo dan staff) baru sadar jika memang benar benar bukan Yuhan dalang dibalik semua penyebaran ini, mereka jadi merasa bersalah juga kepada Yuhan
tapi karna sudah berlalu juga, mereka mencoba melupakan dan tidak akan lagi menyangkut pautkan Yuhan sebelum ada bukti nyatanya
apalagi kemarin dengan tegas dan yakin Yuhan mengatakan ia tidak akan pernah berurusan sekecil apapun tersangkut nama bangtan bahkan bicara didepan banyak petugas di pengadilan
semua masalah baru juga selesai beberapa hari lalu terkait Yuhan dan pengadilan
belum juga masalah Hyunsoon sebenarnya masih jadi masalah untuk staff di kantor dan juga member bangtan
apalagi Namjoon yang sangat terasa sekali kehilangan Hyunsoon yang dengan jelas sudah tidak akan pernah balik lagi
sekitar beberapa bulan berlalu...
bangtan tengah sibuk dengan kegiatan mereka karna memang mereka masih sangat sibuk sekali dengan banyaknya acara
tapi malah masalah baru datang lagi dimana bangtan mendapatkan berita terkait salah satu staff mereka kecelakaan
"siapa pak?" tanya Sejin
"atas nama Jijun, apa benar staff agenci kalian yang sama?" tanya polisi
"oh iya pak, itu staff saya, ada apa ya pak?"
"jadi atas nama Jijun kecelakaan pak"
"oh kecelakaan? dirumah sakit mana? bisa dikirim di nomor saya ya pak"
"anda pihak kantor?"
"iya, saya penanggung jawab utama kantor saya pada seluruh staff"
"baik pak, saya kirim lokasi terkini"
Kwan mematikan hapenya dan menunggu kiriman lokasi
member bangtan dan beberapa staff disana kaget kenapa membahas rumah sakit dan kecelakaan
"siapa? rumah sakit kenapa dibahas? kecelakaan?" tanya Sejin
Kwan menjelaskan Jijun mengalami kecelakaan dengan motor yang ia kendarai sepulang dari kantor ia bekerja
kecelakaan yang mengakibatkan Jijun di larikan kerumah sakit karna parah
mendapatkan kabar itu, beberapa staff yaitu Kwan, Tanwoo dan ceo juga dua member dari bangtan yaitu Namjoon dan Seokjin datang untuk melihat kondisi Jijun dirumah sakit
"pak, bagaimana dengan staff saya?" tanya Kwan
"ahh, ini pak, kami butuh bertemu keluarganya, ada?" tanya dokter
"ada pak diperjalanan"
"bisa dihubungi lagi ya, lalu suruh temui saya"
"baik pak!" jawab Kwan
"tapi bagaimana kondisi staff saya pak?" tanya ceo
tak lama Sangja datang menyapa dokter
"pak saya keluarganya" kata Sangja
"kalau boleh tau siapa? ayahnya?"
"bukan pak, saya Sangja, pamannya"
dokter mengatakan ternyata harus operasi karna patah tulang di bawah siku tangan kanan dan di bawah lutut kaki kanan
bahkan sampai separah itu lah memang Jijun mengalami kecelakaan
setelah ditangani dan dokter pun pergi mengurus kebutuhan operasi, Seokjin menyempatkan mengabari kepada staff dan juga member yang menunggu kabar di dorm
ia menelfon Hoseok dan menjelaskan tentang dokter katakan tadi
baru saja kepengurusan dokter, gantian bagian polisi yang menangani kendaraan dikendarain oleh korban akan di bawa tapi tetap izin kepada keluarga korban lebih dulu
"pak, permisi, keluarga korban kecelakaan atas nama Jijun?" tanya polisi
"saya keluarga Jijun pak" jawab Sangja
"ada yang mau saya bahas pak, jadi saya jelaskan untuk motor korban biar saya amankan untuk terkait penyelidikan lanjutan, saya mengatakan untuk etikad izin terlebih dulu"
"baik pak, saya percayakan kepada anda"
naah masih ingat Sangja?
dia adalah suami sah dari Munha, Munha ibu kandung Yuhan, dimana Jijun adalah keponakannya, anak dari adik istrinya yaitu Munha
jadi Jijun ini anak dari adik Munha, untuk itu kenapa Jijun dengan Yungju dan Jungji sepupuan
tapi sama sekali disana tidak ada yang tau cerita terkait Sangja, Munha dan hubungannya dengan Yuhan disana
tapi Namjoon disana memang tidak pernah tau siapa dan bagaimana Sangja sebenarnya begitupun Sangja
siapa Namjoon ya dia tidak rau jika ada hubungannya dengan Yuhan, anak dari hasil selingkuhan istrinya dengan pria lain yang membuatnya ditinggalkan seperti sekarang
tapi ketika yang lain kepikiran bagaimana dengan kondisi Jijun yang akan operasi, Namjoon memikirkan motor
kepikiran bagaimana motor yang dikedarai oleh Jijun, karna kan motor itu milik Yuhan, pemberian dari Yuhan
"pertanda apa ini?" ucap Namjoon dalam hati
Namjoon mengaitkan ada nya masalah dengan Yuhan terkait motor pemberian Yuhan pada Jijun dibawa Jijun kecelakaan padahal Yuhan tidak apa apa hanya saja Namjoon mengait ngaitkan
"pak, permisi" sapa Namjoon
"iya, ada yang bisa dibantu?" tanya polisi
"itu motor milik teman saya pak, bagaimana keadaannya?"
"motornya hancur pak, rusak total, makanya saya bawa untuk identifikasi"
"kalau di panggilkan montir membantu membetulkan bagaimana?"
"saya rasa percuma, karna motornya sangat parah, sama seperti anda membeli motor baru nanti biayanya"
"oh tidak bisa pak?"
"bisa sih, kalau bisa nya itu pasti bisa kok, tapi ya itu pun belum tentu setelah di betulkan, motornya kembali enak seperti awal"
"ahh"
"lebih baik di hancurkan sekalian dan dijual terpisah"
polisi dan Namjoon mengobrol disana dan polisi memastikan jika motor kemungkinan tidak akan bisa dipakai lagi, bisapun biaya mahal, bahkan sama dengan membeli motor baru
lalu bagaimana dengan Jijun? sekembalinya Namjoon kepada ruangan rawat Jijun, Jijun mulai dipindahkan ke ruang operasi
tapi terjadi masalah lagi..
dimana sejak selesai operasi, Jijun tidak juga sadar, bahkan sampai hari ketiga setelah operasi, jadi itu yang membuat Jijun harus dirawat dalam icu
dokter mengatakan Jijun koma berhari hari dirumah sakit tidak bisa dikatakan meninggal karna masih ada napasnya tapi juga tidak bisa dikatakan hidup karna tidak kunjung bangun
melihat kondisi itu masih sama sama setelah seminggu berlalu membuat banyak orang kuatir
sampai hampir semua staff telah menjenguk kondisi Jijun meskipun hanya bisa melihat dari balik pintu kaca icu
bahkan keluarganya juga bergantian menjenguk termasuk Sangja dengan kedua anaknya yaitu Yungju dan Jungji
tapi ketika itu Aekyo yang menjenguk ditemani Tanwoo, masih sama, hanya bisa lihat dari pintu kaca
"kasihan sekali anak itu, kecelakaan karna memikirkan persahabatannya dengan Yuhan, aku pernah merasakan kehilangan" kata Aekyo