You Should Be Me

You Should Be Me
36



Yuhan juga bukan tipe yang suka dengan bermain fisik, menyentuh nyentuh dan diraba raba, itu dihindarinya sama sekali karna bukan hubungan yang sehat


"emm kamu belum jawab saya, apa kamu ada pacar?" tanya Baori


"pacar? pacar emm a.. ada pak, kenapa ya pak?"


"oh ada pacar? baru aku tau, memang siapa namanya?"


"emm itu diluar kerjaan pak, memangnya kenapa ya pak?"


"enggak, saya ingin tau, emm bukankah pacar pacarmu selalu tua?"


"emm memang pak Baori tau dari mana?"


"tau saja, semua karyawan ku harus aku tau satu persatu orangnya"


"pacarku memang lebih tua selalu dariku"


"diatas mu jauh kan?"


"yaa tidak masalah kan"


"kalau saya jadi menyukai mu bagaimana?"


"emm maksudnya apa itu pak?" jawab Yuhan menatap kearah wajah Baori


"Yuhan?" sapa Baori


"emm ya pak?"


"malah jadi diam?"


"ya pak, maaf pak, emm saya jadi tidak konsen kerjaan pak, maaf pak, saya bukan menolak, tapi saya tidak bisa kerja dengan pekerjaan yang satu tempat dengan pacar nantinya, buyar semua fokus saya" kata Yuhan


"gak masalah kan kamu gak usah kerja lagi, kamu dirumah saja, ngurusin hewan mu"


"terus siapa mau kasih aku makan, biaya hidup dan biaya makan hewan ku pak?"


"saya bantu"


"oh tidak usah pak, saya masih bisa sendiri nyari"


"Yuhan, kamu menolak saya?"


"ya pak maaf pak, saya tidak bisa, saya masih harus kerja, biaya hidup saya sangat tinggi, apalagi saya tidak sendirian, ada banyak hewan yang harus saya biayai hidup" jawab Yuhan


"yasudah, kamu tetap kerja, saya naikkan gaji"


"pak jangaaan pak, nanti yang lain malah curiga"


"curiga apa soal gaji kan hanya aku dan kamu tau, kalau gitu bagaimana aku akan menaikkan saja jabatan mu juga"


"pak tidak usah, saya jadi begini sudah aman"


"Yuhan, kamu benar benar banyak alasan menolakku"


"pak maafkan aku, tapi memang tidak bisa"


"aku beri waktu deh, kamu buat memikirkan dan aku tunggu jawaban iya dari kamu"


Yuhan malah jadi kepikiran disana, bagaimana jika ia menerima saja Baori, toh tidak ada kesepakatan berpacaran dengan jelas antara Yuhan dengan Hyohoon saat ini


jadilah Yuhan memutuskan menerima saja Baori


"pak" ucap Yuhan


"yaa"


"saya mau"


"serius? wooh kok cepat sekali?"


"iya saya mau, saya rasa saya tidak ada janji dengan pria lain"


"serius Yuhan?"


sejak itulah Yuhan dan Baori resmi berpacaran, mereka menjalani kebersamaan tanpa ragu


"kenapa gak speak up saja hubungan kita?" tanya Yuhan


"kamu mau? kan kamu bilang kalau kamu tidak mau buat yang lain cemburu"


"aku pikir aku bukan staff tetap, jadi tidak masalah kan kalau aku meminta kita tidak menutupi apapun"


Yuhan dan Baori menjalani hubungan mereka dan berani membuka pada staff yang lain, toh Yuhan berpikir dirinya bukan staff utama, hanya staff kontrakan biasa, bukan staff tetap


seminggu sudah hubungan mereka tapi ternyata Hyohoon mengatakan perasaan nya juga pada Yuhan


Hyohoon datang kerumah Yuhan dan memanggilnya


"Yuhan" panggil Hyohoon jawab Yuhan


"Hyoo?"


Hyohoon masuk dan mendekati Yuhan lalu berbasa basi dulu sedikit tentang beberapa hal sebelum menjurus pada ungkapan perasaannya


Hyohoon menyentuh tangan Yuhan dan menyatakan perasaannya, Yuhan bingung karna pada situasi ini, ia tengah berpacaran dengan Baori dan hubungan Yuhan dengan Hyohoon disisi lain semakin hari semakin terang, harusnya ini moment berpacarannya mereka


"ada apa ya Hyo?"


"aku menyukai mu, aku suka padamu, kamu mau tidak jadi pacarku?" tanya Hyohoon


tapi Yuhan berpikir ulang, ia bukan tipe menduakan cinta dan menduakan sebuah hubungan meskipun kerap berganti ganti pasangan


apalagi pacaran dengan Hyohoon sebelumnya ia tidak pernah pikirkan mengingat usia mereka cukup dekat


jadilah Yuhan memutuskan menolak Hyohoon dengan banyak alasan yang semua disangkal oleh Hyohoon


"aku tidak kepikiran berpacaran dulu, Hyo" kata Yuhan


"kenapa dulu dulu kamu berpacaran?"


"itu dulu kan"


"ya sekarang kan berbeda, ayo jalani baru denganku"


"tapi aku tidak kepikiran pacaran sama pria yang berusia hampir sama denganku apalagi kamu terbilang dibawahku" kata Yuhan


"ya kenapa, soal usia bukan masalah, kan aku bisa menjadi dewasa bersama mu"


"tapi aku tidak pernah berpacaran benar benar dengan pria dibawahku"


"aku ajari, aku akan setia lebih dari lainnya"


"tapi aku juga berpacaran gak sembarangan ya, aku tidak mau pacarku meminta padaku tapi memberi aku" kata Yuhan


"ya gak masalah, aku mampu membelikan apapun kamu minta, aku akan berikan semua apapun kamu butuhkan"


"tapi bukan sekedar kebutuhanku yang aku pentingkan"


"yaa aku tau maksudmu, ada banyak peliharaanmu, aku akan bisa kasih perhatian"


"mereka tidak butuh perhatian"


"i know, biaya untuk hidup juga"


"hemm apa kamu mampu?"


"aku bahkan lebih kaya dari pemikiranmu"


terus mencari alasan untuk Yuhan menolak ajakan pacaran Hyohoon tapi terus disangkal oleh Hyohoon dengam yakin ia mengatakan mampu menjadi apa yang diinginkan Yuhan


tapi pada akhirnya..


dimana ketika Yuhan memang ingin sekali menolak dan tidak kepikiran menyukai Hyohoon, akhirnya ia mengatakan bahwa ia sebenarnya sudah memiliki pacar


"itu semua alasan mu saja Yuhan, aku serius sama kamu" kata Hyohoon menatap dalam kedua mata Yuhan


"okeh, aku tau kamu serius, tapi maafkan aku ya, tapi aku akhirnya harus jujur"


"apa lagi?"


"aku sudah memiliki pacar" kata Yuhan


tapi lain dari pikiran Yuhan dimana Hyohoon mungkin akan meninggalkan dan membatalkan keinginannya untuk berpacaran dengan Yuhan


justru masih ada saja jawaban Hyohoon yang menunjukkan ia masih kekeh untuk bisa bersama Yuhan


dan inilah jawaban Hyohoon dari pernyataan Yuhan telah memiliki pacar...


"aku mau jadi yang kedua"


"jangan bercanda Hyooo" jawab Yuhan seketika


"serius"


"Hyoo, aku benar benar memiliki pacar"


"aku serius akan jadi yang kedua"


"kamu mau bukti ya, aku ada pacar sungguhan? aku tidak bercanda, aku menelfon saja pacarku sekarang untuk menjemputku kemarin dan berkenalan padamu" kata Yuhan


"yaa, boleh, silahkan" kata Hyohoon


malah jadi ditantang oleh Hyohoon karna memang dalam hatinya masih tidak yakin Yuhan memiliki pacar sungguhan, pikirannya Yuhan memang ingin menolaknya saja


setelah menelfon, Baori datang, dan menyapa Yuhan


"kenapa sayang?" sapa Baori


"ahh aku mau pulang, jadi minta jemput"


"loh ini siapa?"


"ahh kenalin, ini pacarku Hyo" kata Yuhan


"Baori" sapa Baori


Hyohoon yang melihat Baori sejak awal pun hanya terdiam, banyak hal mengganjal pada pikirannya saat melihat sosok pacar Yuhan itu


"oh dia" ucap Hyohoon dalam hatinya sembari bersalaman dan berkenalan